Ayo Bergabung!

Sabtu, 19 November 2016

Pengakuan penyesalan dari seorang kakak tercinta

maaf apa aq boleh berbagi pengalama sedikit mengenai perbaikan nutrisi,,
krn sebelum adik q meninggal adikq sempet gemuk,, dgn perbaikan nutrisi,, tiap hari adikq konsumsi,, madu,, habbatusaodah,, rebusan air daun kelor,, bubur kacang hijau,, sama ikan gabus,, itu setiap hari,, dlm satu bulan berat badan ny naik 12 kg,, salah ny,, di saat masih perbaikan nutrisi,, adik q masih arv,, saat itu pengetahuanq minim krn aq blm taw kalo arv itu obat keras yg bs merusak organ dlm,, bisa di bilang aq terlambat masuk di grup maha star,,, jd buat temen" yg blm terlanjur,, sudahi konsumsi arv,, trs pindah ke pengobatan herbal trs positif  thingking,, percaya bahwa di setiap sakit ada obat ny,,, doa dn ikhtiar terus, bgi yg punya perilaku seks menyimpang sudahi dan bertobat,, sebelum terlambat,, Allah maha Pengampun,, trims,, :)

Senin, 14 November 2016

Hasil Tes berbeda, hanya karena perbedaan jawaban counseling/wawancara

baiklah.......its true story.
pada taun 2014 saya di ajak teman yang aktive di LSM untuk cek darah dan akhirnya saya vonis HIV positive...
serasa dunia ini jadi kiamat karena ketakutan dari dokrin dokrin yang saya baca dan saya dengar...
CD4 saya waktu itu 350...dan disarankan minun arv..saya di bujuk oleh orang yang ngajak untuk minum ARV. jujur awalnya saya ragu tapi saya coba aja, awalnya saya minum muntah muntah n pusing...itu hanya beberapa hari saja.
ketika saya ambil obat di bulan ke dua, beberpa orang yang satu LSM yang ajak saya tadi lagi nyusun startegi buat ngajak orng sebanyak banyaknya untuk cek darah...( saya jadi penasaran apakah merka ini di bayar atau....??????)
nah..dari sana saya berhenti minum obat ARV..saya balik ke riau..saya cek beberapa rumah sakit tanpa menyebutkan status positive saya...dan hal yang menakjubkan adalah saya negative...aneh sekali...lalu saya cek lagi di rumah sakit di kota BERTUAH...dengan mengatakan kalo saya pernah berhubgan sex bebas..dan haslnya positive....ini membinggungkan bagi saya..

di awal tahun 2015 saya pindah kota dan pulau....saya cek darah lagi tanpa keterangan kalo saya negatife di 3 rumah sakit yang berbeda..hasilnya ke 3 rumah sakit tersebut negative...ini membuktikan bagi saya bahwa HIV itu hanyalah penyakit rekayasaan saja..bahkan sampai detik ini saya sehat..
dan efek samping dari ARV yang saya minum sampai sekarang saya jadi alergi kalo makan telor dan ikan laut..tubuh saya sering gatal gatal..

nah,,,,mari kita berpikir positif bahwa HIV bukanlah penyakit yang mematikan dan bukanlah penyakit yang menakutkan..yang paling menakutkan itu hanyalah ketakutan bathin kita ketika kita di vonis HIV..
saran saya JADILAH DOKTER BAGI TUBUH ANDA, KARENA HANYA ANDALAH YANG BISA MENENTUKAN BAIK DAN BURUKNYA JASAD YANG ANDA PAKAI.
ingat penyakit gula lebih menakutkan dari pada hiv..pikiran kita sudah di putar balikkan oleh barat....dan yang anehnya kenpa hanya negara sedang berkembang dan negara miskin saja yang kena hiv..semntara negara yang melegalkan LGBT tak ada isu mengenai HIV.
hanya oknum tertentu yang bisa menjawab.




ARV Berbayar, Bukti Komersialisasi Isu HIV



Akhir-akhir ini beredar kabar bahwa ARV berbayar akan diterapkan pemerintah dengan alasan pertimbangan beberapa hal, setelah MAHA STAR kroscek pada beberapa website resmi organisasi, LSM mainstream juga kementerian kesehatan, ternyata memang betul bahwa ARV berbayar akan diterapkan di Indonesia dan lokakarya diskusi sudah dilakukan tanggal 10 November kemarin.

diambil dari website resmi organisasi mainstream HIV

Lalu, apakah benar ARVB (ARV-Berbayar) ini hanya untuk beberapa klausul dan ARV gratis masih tetap ada?

Yang perlu sahabat ketahui, ARV di Indonesia tidak pernah gratis, TIDAK PERNAH!
ARV yang sampai ke tangan ODHA, baik regimen pecahan generik hingga FDC import adalah subsidi dari anggaran negara (APBN), artinya negara membayarkan ARV yang diberikan pada ODHA dari uang negara.
Di lain pihak, pemerintah kini gencar melakukan program-program pencegahan HIV-AIDS melalui KPA dengan program VCT gratis, dimana tujuan dari program ini adalah menjaring dan mendeteksi orang yang terinfeksi HIV sebanyak-banyaknya dan mendapatkan ARV dengan beberapa iming-iming misalnya kondom gratis.
Belum lagi program-program lain dimana output akhirnya adalah, penggunaan ARV secara meluas. misalnya program SUFA (Strategic Use for Antiretorviral), dimana orang yang terdeteksi positif langsung disarankan ARV tanpa melihat angka CD4. belum lagi program rekomendasi dari WHO yaitu PrEP (Pre-exposure Prophylaxis) dimana orang-orang beresiko dari populasi kunci disarankan mengkonsumsi ARV secara rutin sebagai pencegahan.
pertanyaannya, adakah jaminan ARV akan selamanya mendapat subsidi? akan kah ARVB menjamin stok ARV subsidi tetap ada dan tidak disalahgunakan?

berikut kutipan yang kami dapat dari bahan materi lokakarya yang resmi disusun oleh Kemenkes:
"Dengan demikian, dengan meningkatnya pengguna ARV, maka nilai APBN yang dialokasikan untuk ARV juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2016, pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp 782M, ranking 2 untuk pengadaan obat, untuk 70 ribu pasien dengan tingkat kecukupan stok untuk 18 bulan. Dana Global Fund untuk pengadaan ARV di Indonesia pada tahun 2016 adalah Rp 17 Milyar. Tahun 2017 diperkirakan negara akan mengeluarkan Rp 1,3 Trilyun untuk pengadaan ARV untuk 138 ribu ODHA. Peningkatan terus menerus tersebut menimbulkan pertanyaan sampai kapan negara akan mampu mensubsidi penuh ARV untuk ODHA? peningkatan jumlah pengguna ARV menimbulkan kecemasan mengenai ketersediaan dana ARV dalam jangka panjang."
Sumber: Modul Materi Lokakarya Membangun Rekomendasi Kebijakan ARV Jalur Berbayar, halaman 2

Pemerintah sendiri saja TIDAK YAKIN apakah ARV akan terus selamanya disubsidi, apalagi jumlah ODHA terdeteksi makin naik tiap tahun. Belum lagi, pemerintah tidak mampu mengelola ARV subsidi,buktinya? kekosongan ARV setiap tahun di berbagai daerah di Indonesia, baik pecahan maupun FDC. bahkan, saking kurang stok, ARV kadaluarsa dipaksakan diberikan pada ODHA. (baca tentang ARV expired disini)

Screenshoot dari beberapa postingan di grup mainstream ARV tentang keluhan kekosongan stok yang terjadi tiap tahun dan merata di seluruh Indonesia


PrEP, Pencetus Awal ARV-Berbayar
ARV untuk PrEP (Pre-exposure prophylaxis), yaitu penggunaan ARV untuk mencegah penularan HIV pada orang yang belum terinfeksi HIV. World Health Organization (WHO) merekomendasikan hal ini pada September 2015 khususnya untuk populasi yang memiliki resiko tinggi tertular HIV. Secara perlahan rekomendasi ini diadopsi oleh berbagai pihak, dan permintaan akan ARV untuk PrEP dapat diperkirakan akan meningkat. Mengingat bahwa saat ini Pemerintah Indonesia masih memprioritaskan pengadaan ARV untuk pengobatan, maka Pemerintah belum mengalokasikan anggaran untuk pencegahan dengan menggunakan PrEP, padahal program PrEP di Indonesia akan mulai digencarkan. Artinya, program PrEP di Indonsia akan mengawali adanya ARVB.

Dampak KOMERSIALISASI bila ARV-Berbayar Diterapkan:
  • Bila pemerintah terlibat dalam pengelolaan ARV Jalur Berbayar, fokus pemerintah akan terpecah dan akan timbul konflik kepentingan.
  • Skema ARV Jalur Berbayar adalah pintu masuk untuk pemerintah mengarahkan ARV Gratis menjadi ARV Jalur Berbayar.
  • Bila harga jual ARV Berbayar lebih tinggi dari ARV Gratis maka Perusahaan Farmasi akan cenderung mengutamakan produksi dan distrbusi ARVB. Misalnya : Perusahaan Farmasi mengutamakan distribusi ARVB sehingga di suatu Kabupaten/Kota, ARV Gratis tidak tersedia karena belum menerima kiriman dari Pusat / Dinas Kesehatan, namun ARVB tersedia di apotik lokal.
  • Harga jual ARVB terlalu tinggi. Saat ini ada monopoli ARV oleh Ki*ia F*rma. 
  • ARV Gratis akan “diselundupkan”, dijual sebagai ARV Jalur Berbayar oleh oknum tertentu yang memahami seluk beluk distribusi ARV Gratis dan ARV Jalur Berbayar
  • ODHA yang memerlukan uang akan menjual ARV Gratis yang diperolehnya.

KESIMPULAN
Saat ini isu HIV/AIDS sedikit demi sedikit dijadikan komoditasi dan dieksploitasi besar-besaran. mulai dari VCT yang menargetkan sebanyak-banyaknya ODHA, program SUFA, dan rekomendasi PrEP dari WHO, seakan-akan menjadi marketing dari ARV dan membuat masyarakat luas menjadi ketergantungan dan akhirnya menjadi konsumen tetap dari obat ini. Padahal pemerintah sendiri tidak bisa menjamin ketersediaan stok dan kelancaran distribusi ARV, dan tidak yakin ARV akan terus disubsidi (karena lonjakan angka ODHA tiap tahun). lalu masih adakah jaminan ARV gratis akan tetap disubsidi?? 
Rencana ARV Berbayar, dengan kemungkinan-kemungkinannya, adalah bukti komersialisasi dari isu HIV ini. ketika masyarakat terutama ODHA sudah ketergantungan dengan ARV gratis, maka perlahan akan bergeser menjadi ARV berbayar dengan dalih stok kosong dan distribusi macet.
MAHA STAR, akan terus mengkritisi dan menolak komersialisasi isu HIV yang menjadikannya komoditas untuk meraup keuntungan. 

Keep Calm & Fight Stigma
Gue Enggak Kudet
BANGKIT BERSAMA MAHA STAR!


Sabtu, 05 November 2016

6 thn Tanpa arv, Istri & Anak Tidak Tertular

13 oktober 2010 s/d 16 oktober 2010

Sahabat saya dia belum bisa menerima kenyataan itu.
Hingga aktivitas di perushaannya terganggu karna dia sibuk mencari informasi dan melakukan tes berulang ulang kali..

Pada tanggal 16 oktober 2010
Saya  kenalkan sahabat saya dengan dokter wijaya dimana Dia dokter pribadi keluarga saya...

Sahabat sya awalnya menolak untuk bertemu dengan dokter wijaya.
Dan saya hanya mampu meyakinkan Dia bahwa dokter tersebut sangat amanah Dan mampu memberikan spirit terhadap pasien nya

Masih ditanggal yang sama sore harinya dia memutuskan mau untuk konseling dengan dokter wijaya hampir 4 jam dia konseling dengan dokter wijaya
Al hasil alhamdulilah sahabat saya kembali lagi seperti dulu dia hanya berbicara
Saya ga akan pernah kalah dengan virus hiv ini..

Esoknya dia melakukan aktivitas seperti biasanya lagi dan didampingi hingga sampai saat ini 2016  dia tetap tegar,sehat dan tidak berpenyakit walaupun ada virus hiv didalam tubuhnya
Dia yakin bahwa pertahanan imun yang selama ini diarahkan dokter wijaya itu sangat berhasil
Saat ini dia memiliki seorang istri dan sudah mempunyai 2 anak dari hasil pernikahannya tanggal 26 november 2012

Dan anak istrinya pun negatif dia tidak tertular virus hiv itu..
Ingat..
Dia tidak mengkonsumsi arv yang disarankan dokter konseling saat ini
Dia hanya mengkonsumsi suplemen untuk pertahanan tubuh  untuk imunnya..

Note
Keyakinan bahwa kita dapat sembuh dapat menjauhkan semua dari penyakit yang ada
Jika memang dinyatakan positif.
Lakukan lah aktivitas  seperti biasanya dan anggap keputusan dan informasi dari org yang menyatakan kamu posiitif itu tidak ada
Disini saya hanya berbagi pengalaman apa yang sya alami agar temen temen dapat menyadari bahwa pernyataan anda posiitif bukan akhir dari segalanya..
Ingat orang orang yang menyayangi anda
Berlaku lah hidup sehat, setia pada pasangan dan konsumsi makanan bergizi dan buah buahan + tidur yang cukup

Semoga bermanfaat






Kesaksian Khasiat Buah Nanas untuk Pembengkakan Kelenjar Getah Bening



Pembengkakan KGB (Kelenjar Getah Bening) adalah salah satu gejala yg dicurigai dan sering dikaitkan dengan hiv.Tapi bagi saya pribadi KGB merupakan signal bahwa sistem tubuh sedang bekerja ekstra keras untuk menangkal berbagai virus penyakit yg menyerang.Ibarat pos kampling yg berada di depan gang..selalu melakukan filter terhadap tamu / virus yg berbahaya.
Sejak anak saya terbaca R ,.di lehernya terdapat benjolan yg cukup besar, bahkan ketika sedang kambuh menimbulkan demam dan susah menutup rahang.Menurut dokter itu gejala KGB efek imbas dr kekebalan tubuh yang sedang berjuang melawan virus.Lantas saya cari info tentang kgb ini dan sampai pada curhatan dengan mas Saza Zakaria..dimana dia anjurkan untuk rutin berikan jus nanas atau sari nanas,sirsak..plus bagian yg bengkak di balur dengan daun turi yg diberi minyak angin.
Anjuran itu saya ikuti terutama jus atau buah nanas yg di makan beserta bonggolnya..karena menurut penelitian bonggol (bagian tengah) paling banyak enzim bromelin yg efektif melawan virus hingga cd4 dalam posisi aman.
Dua bulan berselang saya perhatikan benjolan di rahang di kedua sisi sudah tidak sebesar dulu lagi..dan kondisi anak juga lebih fit.Tadinya mudah lelah,sering demam dan keringat malam.
Tadi pagi baca postingan bro Samantra Mantra tentang buah nanas yg efektif melawan virus hiv..saya jadi tergerak untuk share pengalaman yg hampir mirip.Bahwa apapun sakit kita, jangan menyerah tanpa bertindak mencari informasi sebanyak banyaknya..gali potensi alam yang ada..sesuaikan dengan kondisi dan keseimbangan tubuh kita.Yang terpenting selalu berpikir positif hingga tubuh kita mengamininya..Pikiran negatif,cemas,khawatir,takut,putus asa..buang jauh jauh yaa..begitu pemahaman saya..bila ada MS lover yg kemungkin sedang berkutat dengan KGB tidak ada salahnya dicoba asal tidak berlebihan pasti tidak ada efek samping..
Ayo Bangkit!!




Kamis, 27 Oktober 2016

Candidiasis vs Lapisan Putih Lidah (dan Pengobatannya)


Cukup banyak yang parno dengan gejala ini, mulai dari postingan grup hingga japri, hanya karena divonis R, dikit-dikit liat kaca, cek lidah, ada putih2 dikit langsung panik. 
sebagian memang benar candidiasis, sebagian lagi ternyata hanya lapisan putih pada lidah. dan u know what? keduanya berbeda!... wait.... what?
yup.
faktanya, hampir 85% org di Amerika saja, pernah mengalami candidiasis. hanya tingkat keparahan yang berbeda yang disebabkan banyak faktor. lalu apa bedanya dgn lapisan putih pada lidah? (gambar 1)

LIDAH PUTIH 
Lidah putih biasanya terjadi karena banyaknya jamur dan bakteri di lidah yang sedikit menutupi permukaan lidah. bedanya dengan candida, lidah putih bisa dengan mudah dikerik atau dibersihkan dengan scrapper (penggosok lidah) atau sikat gigi. 
penyebab lidah putih sebagian besar karena faktor kebersihan mulut, puasa, atau sakit (demam, dsb). 
untuk mencegah lidah putih, rajinlah memperhatikan kebersihan mulut, rajin menggunakan scrapper atau mouthwash.

CANDIDIASIS
atau biasa disebut juga dgn candida, oral thrush, jamur mulut. penyebabnya adalah jamur Candida albicans, dimana jamur ini adalah mikroorganisme yang lumrah 'numpang' di tubuh manusia, mulai dari mulut, saluran pencernaan, bahkan sering muncul pada bekas popok bayi atau daerah kewanitaan (keputihan).
Namun kadang si jamur ini bandel dan tumbuh tak terkendali, biasanya di mulut. kenapa? banyak faktor, diantaranya:
- keseimbangan populasi mikroorganisme, misalnya mikroorganisme yg mengontrol candida tertekan
- penggunaan/terapi jenis obat tertentu misalnya antibiotik, pil KB, dan kortikosteroid, yang memusnahkan mikroorganisme pengontrol, akhirnya jamur kandida tumbuh
- kondisi2 lainnya bs terjadi krn imunitas yang tertekan, kanker, diabetes, juga ketidakseimbangan hormon selama kehamilan.
candidiasis bergejala adanya lapisan tebal di lidah yang bila disikat atau dikerik akan terasa sakit bahkan berdarah, muncul juga di langit2 mulut atau dekat tenggorokan, perasaan tidak nyaman ketika menelan, dan kadang demam.

PENGOBATAN 
Candidiasis diobati dengan obat antijamur berbagai bentuk. untuk home remedy/terapi rumahan dan herbal pun cukup banyak, dengan efektifitas dan keampuhan yang berbeda-beda tiap org, bergantung banyaknya candida dan kondisi org tsb.
pengobatan rumahan yang banyak dicoba dan efektif adalah:
  • garam, garam membuat kondisi lingkungan dimulut tidak bersahabat bagi jamur. cukup rutin berkumur dgn air garam utk mencegah/mengobati kandida.
  • yogurt, yogurt mensuplai probiotik basilus utk mengontrol candida, juga memperbaiki sistem pencernaan. gunakan yogurt tawar kental, tidak boleh ada gula! yogurt bisa dimakan begitu saja, atau gunakan yogurt utk melapisi lidah dgn candida, diamkan 5-10 menit lalu bilas. rajin juga konsumsi yogurt ini utk menghalau kandida di pencernaan.
  • VCO, banyak jurnal yg membahas bahwa VCO punya kandungan dalam melawan candida. gunakan VCO utk melumuri lidah menggunakan cotton bud, lakukan beberapa kali sehari dlm seminggu. atau berkumur dgn vco selama 5-10 menit, bilas mulut hingga bersih, dan sikat gigi seperti biasa. lakukan rutin.
  • baking soda (Sodium bicarbonate), gunakan 1-2 sendok baking soda yg dilarutkan pd air secukupnya, oleskan pada lidah menggunakan cotton bud, diamkan beberapa menit, bilas dgn air hangat, lakukan 2-3x sehari.
  • bawang putih, dgn kandungan alicin sebagai antimikroba alami juga sbg imun booster. gunakan 2-3 siung bawang putih, kunyah beberapa detik dan telan. konsumsi secara rutin.

TES LUDAH/SALIVA
salah satu cara untuk mengetahui apakah warna putih di lidah adalah candida atau lidah putih biasa dapat menggunakan cara ini (gambar 2)
siapkan segelas air bening pada gelas transparan.
ketika bangun pagi hari, sebelum memasukan apapun ke mulut, meludahlah pada air tersebut, dalam 1-3 menit, lihat ke gelas tersebut. jika terdapat:
- jika ada semacam benang-benang tipis yang turun dari ludah, atau
- air berubah keruh ditengah2, atau
- ludah tenggelam kedasar gelas
besar kemungkinan itu adalah candidiasis.


SUMBER:

Selasa, 11 Oktober 2016

Awas, ARV Kadaluarsa Sudah Beredar!



Setelah kekacauan stock kosong di berbagai daerah di Indonesia setiap tahun, sekarang distribusi ARV (Antiretroviral, obat yang katanya dapat menekan virus HIV) makin kacau dengan diberikannya ARV kadaluarsa pada orang-orang tervonis HIV. Dulu, waktu stok habis dimana-mana, dokter dan konselor melunak dengan bilang "tidak apa-apa stop untuk beberapa hari", dan mensubstitusi dengan regimen lain bahkan hanya vitamin C. padahal dulu mengancam dengan bahaya resistensi.

Sekarang ketika ARV kadaluarsa beredar, mereka menyatakan "masih aman dikonsumsi hingga tanggal 30". Sungguh mengherankan. Setiap ada kecacatan dalam distribusi, selalu ada pembenaran dan pemakluman, pdahal ketika awal tervonis banyak ancaman sampai menakut-nakuti.

Tidak hanya di Medan, ternyata hal ini merata di seluruh Indonesia, terbukti dengan banyaknya respon yang masuk dari para pengguna ARV yang langsung mengecek kemasannya ketika melihat informasi ini dan mendapati ARVnya sudah kadaluarsa lewat beberapa minggu bahkan bulan. Itu ARV yang diberikan beserta tempatnya masih mudah dilihat, bagaimana dengan daerah-daerah dengan stock terbatas yang hanya diberikan per 2 minggu menggunakan kantung obat? adakah jaminan ARV yang diberikan tidak kadaluarsa? 

Carut marut permainan obat dari komerisalisasi isu HIV ini ternyata tidak hanya ketidakstabilan stok setiap tahun, tapi juga kekacauan distribusi, dan kelalaian (entah kesengajaan ??) oknum yang mendistribusikan obat kadaluarsa.

Lalu apa dampaknya bagi yang tetap mengonsumsi ARV kadaluarsa? Dokter yang memaklumi dengan mengizinkan tetap diminum hingga tanggal 30 tidak akan peduli dan mengatakan tidak apa-apa. Padahal, tidak kadaluarsa pun, obat kimia khususnya ARV punya efek berbahaya bagi tubuh bila dikonsumsi jangka pajang. 

Dituturkan oleh FDA (Food and Drugs Administration) menyatakan bahwa obat kadaluarsa sama sekali tidak boleh diminum karena selain fungsinya menurun, juga berbahaya bagi tubuh karena kita tidak tau zat kimia itu sudah bereaksi dan akan menimbulkan efek apa bagi tubuh. berikut penuturan lengkap dalam videonya:


Program prEP (pemberian ARV pada non reaktif sebagai pencegahan) belum jalan saja sudah begini. bagaimana nanti ketika masyarakat digiring konsumsi ARV, permintaan ARV akan sangat tinggi hingga obat kadaluarsa pun dipaksakan beredar. Apakah para oknum mafia obat ingin smua orang jadi ketergantungan ARV sehingga ketika subsidi dari APBN dicabut pun, tervonis HIV rela membayar?

A.S

Sumber
Grup Mainstream ARV

Sabtu, 01 Oktober 2016

Antioksidan, Anti Radikal Bebas sebagai Treatment HIV

Ternyata Antioksidant memiliki peranan penting pada treatment HIV.
Pada tahun 1991, sekelompok peneliti di Munich melakukan pebelitian dalam tabung tes bahwa hidrogen peroksida, oksidan yang sangat kuat, mendorong replikasi HIV dalam sel yang terinfeksi. Jadi HIV sangat mudah berkembang pada lingkungan yang teroksidasi.

Proses oksidasi dapat terjadi karena adanya radikal bebas. Radikal bebas sendiri adalah atom tunggal yang kehilangan pasangan elektron nya, maka dari itu jika ada di tubuh kita, radikal bebas akan mengambil elektron dari molekul lain untuk menstabilkan diri. Persoalannya jika elektron yang diambil sering berasal dari sel yang sehat di tubuh sehingga menjadi rusak. Namun antioksidan alami yang tedapat pada vitamin A,C dan E dapat melindungi terhadap kerusakan ini dengan menyumbangkan elektron mereka sendiri.

Dan sepanjang yang kita tahu radikal bebas adalah polutan lingkungan yang masuk kedalam tubuh kita, tetapi ternyata makanan yang tidak sehat juga dapat menjadi sumber radikal bebas. Dalam buku “the miracle of enzyme” penulis Dr. Hiromi shinya, radikal bebas dapat terbentuk dari proses oksidasi makanan yang terlalu lama disimpan di udara bebas. Seperti contoh, gorengan yang kaya akan kolesterol juga kaya akan radikal bebas. Jangan korbankan tubuh mu hanya untuk memanjakan mulut mu. Tips untuk mengurangi makanan yang telah teroksidasi salah satunya, jika kita menyimpan potongan buah di udara terbuka, maka sebaiknya bagian yang sudah menghitam dibuang karena telah terjadi proses oksidasi dan terdapat banyak radikal bebas.
Suplementasi antioksidan :

1. Vitamin E
Vitamin E merupakan antioksidan yang paling menjanjikan, karena menurut Journal of the American Medical Association yang telah melakukan penelitian suplementasi vitamin E kepada 88 orang diatas 65 tahun, vitamin E dapat meningkatkan indeks sel T pada orang-orang tsb. Dan para relawan dapat mencapai tingkat serum vitamin E di level yang tinggi.
Sumber utama vitamin E adalah : Sayuran dan Minyak nabati, termasuk kedelai, safflower dan jagung. Sumber-sumber lain termasuk kacang-kacangan, biji bunga matahari, dan biji gandum.

2. Beta-Carotene dan Vitamin A
Suplementasi beta-karoten pada orang dengan HIV / AIDS dilaporkan terdapat peningkatan yang signifikan dalam fungsi kekebalan tubuh. Dalam satu kasus, peneliti Universitas Sains Oregon Health melaporkan bahwa studi suplementasi beta-karoten dalam 21 relawan dengan HIV menemukan peningkatan signifikan secara statistik total jumlah sel darah putih, jumlah CD4 dan rasio CD4 / CD8 karena vitamin A. Dan dalam buku “the miracle of enzyme” vitamin A dapat melindungi lapisan mukosa pada dinding lambung, sehingga orang dengan penyakit maag sangat dianjurkan mengonsumsi makanan dengan kandungan vitamin A tinggi.
Sumber vitamin A yang baik adalah; ubi jalar panggang, hati sapi, bayam, wortel, mangga, dan brokoli.

3. Vitamin C
Satu hipotesis menyatakan adalah bahwa vitamin C tidak hanya membantu untuk menetralisir radikal bebas, tetapi juga membantu dalam pengisian antioksidan lain dengan elektron. Dosis maksimum vitamin C yang diserap oleh tubuh manusia belum diketahui, tetapi diyakini bahwa dosis tinggi vitamin C dapat mengakibatkan batu ginjal karena kelebihan keasaman, so jangan berlebihan mengonsumsi vitamin C ya guys.
Sumber Vitamin C yang baik; Cabai merah, jeruk, anggur, kiwi, dan strawberry.

4. Selenium
Selenium, bagian dari enzim glutation peroksidase, merupakan elemen penting dengan sifat antioksidan. Namun kelebihan selenium dapat berakibat imunosupresif dan mengakibatkan keracunan, maka kita harus bijak dalam mengonsumsi suplementasi apapun.
Sumber Selenium tertinggi dari; kacang brasil, ikan tuna, ikan sarden dan beef steak

5. Zinc
Zinc merupakan mineral yang diperlukan untuk protein dan metabolisme energi, serta sintesis DNA dan RNA. zinc mempunyai penting untuk diferensiasi dan pematangan T-sel serta aktivasi limfosit. 
Sumber Zinc terdapat pada; Tiram, kepiting, cereal, lobster dan yogurt.



6. Thioctic Acid atau asam lipoat
Asam Thioctic, atau juga dikenal sebagai alpha- asam lipoat, adalah bersifat alami thiol (mengandung sulfur) dan salah satu antioksidan yang memiliki efek ampuh dalam menetralkan radikal bebas. Senyawa ini digunakan secara luas di Eropa sebagai pengobatan untuk efek beracun seperti keracunan jamur, penyakit akibat radiasi, hepatitis alkoholik dan neuropati diabetes.
Makanan seperti berbagai produk daging, terutama jeroan organ seperti jantung, hati dan ginjal, dan sayuran seperti brokoli dan bayam. Asam Lipoat juga terdapat dalam ragi. Kacang polong dan tomat juga mengandung asam lipoat namun dalam jumlah yang lebih sedikit.

Sumber:
- diposting oleh Raidith Sin di wall group MAHA STAR

Senin, 26 September 2016

Efek Immunostimulant dan Antimikroba pada Daun Pegagan (Centela asiatica)


Daun pegagan (Centela asiatica) adalah tanaman yang sangat mudah ditemukan disekitar kita, terutama ditempat-tempat lembab dan basah. pemanfaatan pegagan sebagai pengobatan pun sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat kita.

Beberapa penyakit yang bisa diatasi oleh pegagan di masyarakat adalah peradangan, asma, diare, TB, penyakit kulit,  hingga pengobatan luka. Ternyata penilitian pegagan sudah secara luas di dilakukan, dan hasilnya? tidak mengejutkan bahwa ekstrak pegagan memiliki khasiat sebagai antimikroba, antibakteri, antijamur, immunostimulant, dan antikanker.

Pegagan Sebagai Antimikroba
dari jurnal ilmiah, ditemukan ternyata ekstrak air pegagan dapat betindak sebagai antimikroba terutama antibakteri dan antijamur. bakteri yang efektif dilawan pegagan sebagian besar adalah bakteri yang merugikan bagi pencernaan. sedangkan jamur yang efektif dibasmi oleh pegagan adalah Candida albicans.

Pegagan Sebagai Immunostimulant
Tidak hanya antimikroba, pegagan pun memiliki kandungan antioksidan dan dapat menstimulasi produksi T-sel dan B-sel sebagai agen imunitas tubuh. Antioksidan dalam pegagan disebut sebagai zat chemopreventive atau antikanker. Namun, ditemukan pula aktivitas imunosupresif bila pegagan ini diekstrak etanol. jadi untuk mendapatkan efek terbaik dari pegagan, ekstraklah dengan air.

Resep Mengolah Pegagan
Karena pegagan adalah daun, cukup mudah dalam mengekstraknya. bisa dikeringkan, dibuat serbuk, atau mudahnya cukup direbus.

Resep berikut ditulis oleh sahabat MAHA STAR yang biasa menggunakan pegagan:
Segenggam pegagan yang sudah dicuci bisa direbus dengan 2 gelas air, dan direbus hingga tersisa segelas air. air ekstraksi tersebut bisa diminum 3x. 
Untuk variasi rasa, rebusan pegagan bisa ditambah madu atau perasan lemon. 
atau, pegagan pun bisa dimakan mentah, lebih nikmat bila dimakan bersama buah seperti jambu biji.

Sumber:
Resep dan Foto diposting di Grup MAHA STAR oleh Saza Zakaria

Senin, 19 September 2016

Super Bug, Bakteri Resisten Antibiotik


kadang saya suka miris, masih banyak orang-orang yang sembarangan dengan antibiotik.

misalnya, minum antibiotik tanpa resep dokter, tanpa dosis tepat, ketika gejala sembuh, obatnya berhenti.
ada juga petugas kesehatan yang masih memberikan antibiotik padahal penyakitnya akibat virus, sedangkan virus tidak ngefek dgn antibiotik.
ada jg yg sakit flu langsung beli amoxicilin, padahal itu flu itu umumnya karena virus, dan amoxicilin itu antibiotik. 
atau org2 yg sembarangan minum antibiotik sebelum melakukan mesum agar tidak terkena penyakit kelamin.

Hal2 seperti itulah yg membuat bakteri-bakteri yang seharusnya mudah disembuhkan dgn antibiotik berdosis tepat, malah berevolusi dan menjadi resisten antiobiotik, sulit dimatikan bahkan dgn antibiotik terbaru dan berdosis tinggi. atau disebut super bugs.


Super bug sendiri kini menjadi ancaman di dunia kedokteran, karena sudah bermunculan superbug2 diberbagai negara, sementara penemuan antibiotik jenis baru tidak ada.
setidaknya ada 10 jenis bakteri resisten antibiotik berbahaya yg sdh ditemukan. Sebagian besar adalah bakteri pencernaan, lainnya adalah bakteri sistem reproduksi (gonnorhea), dan bakteri pernapasan (tuberculosis, dan pneumoniae).


Sebab utama munculnya bakteri resisten antibiotik:
1. berlebihan dalam meresepkan antibiotik (dikit2 minum antibiotik)
2. pemakaian antibiotik tidak tuntas (gejala hilang, berhenti minum)
3. pemberian antibiotik berlebihan pd hewan ternak dan ikan
4. penanganan infeksi yg buruk di RS
5. buruknya sanitasi
6. tidak ada penemuan antibiotik baru

jadi, gunakan antibiotik dgn tepat, tidak sembarangan, dan kritis.
bawel dikit ketika check up ke dokter ga masalah. tanya fungsi setiap obat yg diresepkan, bila perlu googling sebelum minum, cermati efek sampingnya. bila ada antibiotik tanyakan alasannya, bila sakit flu krn virus tolak lah antibiotiknya.

Lalu, jgn takut pakai antibiotik sesuai dosis utk penyakit kelamin dan pernapasan. bila mengandalkan herbal, dikhawatirkan bekerja lama dan tidak tuntas karena kita tidak tau dosis persisnya.
IMS spt GO atau sipilis, segeralah treatmen antibiotik dgn dosis tepat dari spKK, herbal bisa dijadikan ajuvan (pendukung).
contoh obat yg sering disalahgunakan masyarakat: amoxicilin, cefadroxil, ciprofloxacin, tetrasiklin (supertetra), dll.

Ingat, obat memang bermanfaat, tapi penggunaannya yg tidak tepat, berlebihan, dan tdk sesuai patogen malah akan merugikan.

bangkit bersama MAHA STAR,
with MAHA STAR, gue enggak kudet!

Minggu, 18 September 2016

Wedang Uwuh, Minuman Asik anti Infeksi Opportunistik


Beberapa minggu yang lalu saya kena tonsilitis, alias radang tonsil tenggorokan, gara-gara bandel makan makanan ga sehat tengah malam karena load kerjaan. radang ini bisa disebabkan 2 hal, bakteri atau virus. kalau bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik, tapi karena saya sudah 2 tahun tidak minum obat kimia, ketika kemarin minum obat dokter tubuh ini berontak, segala terasa mulai dari pusing2, nyeri otot, hingga mual. hampir seminggu tersiksa menelan dan berbicara.

Lalu saya mendapat oleh2 dari teman yang baru pulang dari liburan di Yogyakarta, yaitu beberapa bungkus bahan2 alami untuk direbus, namanya wedang uwuh, atau minuman sampah, lohh?
disebut minuman sampah karena bahan-bahannya seperti tumpukan sampah, yaitu serutan kayu dan daun2 kering.
saya minum wedang ini selama 3 hari, 2x sehari. alhamdulillah radang tenggorokan berangsur pulih tanpa menunggu lama.

komposisi wedang uwuh adalah: jahe, serutan kayu secang, cengkeh, daun kayu manis, daun pala, daun sereh (bukan sirih), gula batu.
semua dicuci bersih, dan direbus.

saya ga pernah googling dari sembarang web di google kalau cari referensi herbal, google hanya utk cari klaim awal, untuk lebih detil dan akurat, saya cari jurnal ilmiah nya langsung. 
setelah saya teliti dari beberapa jurnal penelitian asing ternyata komposisi herbal ini masing2 punya manfaat yang saling melengkapi, ada antioksidan, antihistamin (anti alergi), antiinflamasi (anti pembengkakan), antimikroba, antipiretik (anti demam), hingga diuretik (peluruh air seni).

dari bahan2 itu, satu bahan yang membuat saya tertarik, yaitu kayu secang (Caesalpinia sappan). ternyata kayu ini punya banyak banget manfaat. kayu secang ini bila direbus akan membuat rebusan berwana merah darah, kayu ini diklaim punya efek anti radang dan pelega pernafasan, penelitian di UGM yogya juga menyatakan bahwa kayu secang berpotensi utk anti kanker, obat TB, dan sipilis. wow.

saya lalu cek dan ricek jurnal ilmiah, yaitu:

  • Jurnal asia pacific for tropical medicine: menyatakan bahwa kayu secang memiliki zat brazilin yg bereaksi sbg antioksidan, antiinflamasi, antiacne, antibakteri, khususnya bakteri2 pencernaan (e-coli, strepotococcus, salmonella) bagus utk yg DIARE. antijamur khususnya CANDIDA, dan hepatoprotektif (pelindung liver) baik utk yg HEPATITIS atau HEPATOTOKSISITAS akibat obat. sehingga tanaman ini disebut sbg salah satu antibiotik alami.
  • Jurnal Songkla Univ: ternyata ekstrak kayu secang punya fungsi sebagai HIV-protase inhibitor!
RESEP WEDANG UWUH: (utk 1 gelas)
Rebus: 1 ruas besar jahe (geprek), segenggam serutan kayu secang, beberapa helai daun kayu manis (sy ganti jd batang kayu manis bila ga ada daunnya), beberapa helai daun pala, sejumput cengkeh, setangkai daun sereh (geprek), gula batu
optional: sy sendiri suka nambahin biji jintan hitam (habatusauda) yg dihaluskan, gula batu saya ganti jd madu 3 sendok (jgn direbus) tp madu akan merubah warna rebusan.
rebus hingga warna menjadi merah, saring, nikmati selagi hangat.
bila ditambah madu, warna akan berubah menjadi keemasan.

Semoga sehat selalu.
bangkit bersama MAHA STAR,
with MAHA STAR, gue enggak kudet!

SUMBER JURNAL ILMIAH (pustaka elektrik MS):
Journal Asia Pacific for Tropical Medicine: Aktivitas Farmakologis Brazilin pada Kayu Secang
Journal Songklanakarin. J. Sci. Tech: Efek Protase Inhibitor HIV pada Tanaman Famili Caesalpiniaceae
Sumber lain:
- Wikipedia (diakses tgl 18 Sept 2016)

Sabtu, 17 September 2016

Divonis HIV Dengan CD4 Hanya 78, Tetap Sehat 11 Tahun Tanpa ARV


Seorang Bapak yang pernah divonis positif HIV 11 tahun lalu dengan CD4 hanya 78, hingga detik ini masih sehat, produktif, dan memiliki keluarga (istri dan anak) yang seluruhnya negatif HIV hanya dengan mengaplikasikan pola hidup sehat, berikut testimoni lengkapnya dari grup MAHA STAR:

"Cukup dengan pola hidup sehat dan perubahan prilaku. No ARV alhamdulillah sudah 11 tahun dari di vonis + HIV, dan katanya waktu itu harus ARV karena CD4 sudah 78, tapi alhamdulillah selama ini gw baik-baik saja (sehat)".

Senin, 12 September 2016

ARV Melumpuhkan dan Justru Membunuh ODHA

Berikut adalah testimoni lanjutan yang lebih lengkap dari testimoni sebelumnya [disini], intinya, ARV justru merugikan dan mematikan, setelah melepas ARV dan merubah gaya hidup dan pola makan, akhirnya bisa lebih pulih dari sebelumnya. berikut terstimoni lengkapnya 

[dalam wall MAHA STAR]
Pagi teman2 MAHA STAR.. 
Baik saya akan menceritakan kisah saya mulai dri awal smpe sy bisa seperti skrg ini.
[dalam wall MAHA STAR]
Perknalkan nama sy XXXXX. Usia saya XXthn.
Pada tahun 2015 Awal saya di dinyatakan trkna HIV, pas saya mendengar kata HIV yg mnimpa saya, disitu saya Shock, stress, rasanya hidup sudah tidak berguna lagi.. Saya seminggu bolak balik RS, Lab buat cek darah, dan apa kalian tahu brpa CD4 saya waktu itu,, yaa.. cD4 saya cm 3..dokter sampe bilang klo saya tidak.minum ARV ntah apa yg akan trjadi sama saya esok harinya
. Tapi saya hidup seperti org normal karna apa, Sya Yakin bahwa saya bisa seperti semula.. 
Berbulan2 saya hidup dengan penyakit ini, dan akhirnya saya di anjurkan mngikuti terapi ARV,,, 
Hari pertama minum ARV saya seperti orang gila, pusing, ga tau mana kanan mana kiri, bumi ini serasa berputar sangat cepat, dan Rasa takut tidak dapat kerja[dalam wall MAHA STAR]
Sebulan berlalu,,, akhirnya saya memutuskan untuk meninggalkan Obat trsbut, dan saya berhenti mngikuti terapi aRV, dan saya sudah tidak pernah mendatangi RS lagi... Saya searching dr berbagai Sumber (dan dari grup MAHA STAR), bahwa ARV ini justru obat yg MEMBUNUH ORANG2 YG DI VONIS HIV.... [dalam wall MAHA STAR]
Karna dosis ArV yg sangatt dahsyatt... Sehingga kita menjadi org yg ketergantungan sama Obat ini... Obat ini lauaknya Narkoba, ktika ga diminum kita semakin stress... 
Akhirnya saya cba Back to nture, saya serching apakah ada obat HIV selain obat.. Yaaa,,, Obqtnya yg paling UATAMA dalah DORI KITA, FIKIRAN KITA, KEYAKINAN KITA TERHADAP DIRI KITA.... 
setlah itu saya mencoba makan lalaban Pegagan dan daun teh muda tiap hari.. Setiap makan saya pasti disuguhi lalaban tersebut... Smpe.akhirnya dalam sebulan tubuh saya trasa seperti semula Tanpa ARV kembali normal,, 
Sampai skrg saya tetap mngonsumsi lalapan trsbut... 
[dalam wall MAHA STAR]
Ayo tman2 Gunakan Mind set kalian.. 
Kita bisa hidup normal tanpa ARV dgn cara merubah pola hidup sehat,,,, 
Jgn mau dibodohin sama obat yg justru akan membunuh diri kita sendiri... 
Ingat,, tubuh kita kalau tiaap hari di kasih obat berbahan kimia keras dan dosis keras apa yg akan terjadi... 
BANyak ODHa yg meninggal, stres, lumpuh gara2 ARV... 
[dalam wall MAHA STAR]
Satu lagi hal yg paling penting,,, DEKATKAN DIRI KITA PADA SANG PENCIPTA, YAKINKAN DIRI KITA BAHWA KITA SEHAT... 
SUGEST Positif dalam diri kita adalah obat utamaa bagi kita...
Ayooo KITA HIDUP SEHAT TANPA ARV.... 
[dalam wall MAHA STAR]

Minum ARV, CD4 Drop Menjadi 3 dan Kritis


Sebuah testimoni di MAHA STAR tentang pengalaman buruknya memakai ARV, yang membuat imunnya justru melemah dan kesehatannya memburuk, bahkan CD4 nya turun bebas menjadi 3, dengan efek samping linglung, kritis dan hampir mati. namun kembali sehat setelah berhenti ARV dan mengkonsumsi makanan alami. berikut redaksional testimoni lengkapnya:

[dalam wall grup MAHA STAR]
merah: Kalian tau brapa CD4 saya terkahir, 3 saja. Setlah saya berhnti mngonsumsi ARV dan beralih ke lalaban kampung, akhirnya CD4 sy naik skrg jd 500... Klian sbnrnya CD4 kecil krna stress, klian jgn tkut krna HIV itu gda.. Itu fonis dan ARV yg justru membuat klian sperti ini...

hijau: Km di vonis R (reaktif) juga? Sejak kapan? [dalam wall grup MAHA STAR]

merah: Btul... 2015 awal. Dan q.di anjurkan minum ARV. Q ikutin dan apa yg q dptkan. Q minum ARV seperti org yg mau matiii. Ga tau mana kiri.mana kanan. Alhirnya q berhenti smpe.skrg, q mengkonsumsi lalaban Pegagan sama daun teh muda... Trus q.juga mngonsumsi Madu alami...
[dalam wall grup MAHA STAR]


Sabtu, 20 Agustus 2016

Wawancara Luc Montagnier: HIV/AIDS Mudah Sembuh Dengan Nutrisi

Luc Montagnier, Profesor penemu virus yang kemudian diberi nama HIV, dan peraih nobel ini dalam kesempatan wawancara menjelaskan bahwa HIV tidak seperti yang diberitakan sekarang. HIV dapat mudah disembuhkan dengan perbaikan nutrisi dan air.


Berikut adalah transkrip yang sudah diterjemahkan dari wawancara Luc Montagnier yang menyatakan bahwa HIV dapat sembuh dengan perbaikan nutrisi:

__________________________________________________

Brent Leung:
Anda berkata sebelumnya mengenai tekanan oksidatif, yaitu dengan menangani tekanan oksidatif adalah salah satu dari cara terbaik untuk mengatasi epidemi AIDS di Afrika?

Luc Montagnier:
Saya pikir ini adalah salah satu cara yang perlu diadakan pendekatan, untuk mengurangi tingkat penyebaran karena saya percaya bahwa HIV – kita bisa terpapar HIV berulangkali tanpa terinfeksi secara kronis – sistem imun kita akan mengenyahkan virus tersebut dalam beberapa minggu, jika Anda memiliki sistem imun yang bagus. Dan ini juga jadi masalah bagi orang-orang Afrika. Nutrisi mereka sangat tidak seimbang, mereka mengalami tekanan oksidatif, walaupun mereka tidak terinfeksi oleh HIV; jadi sistem imun mereka tidak berfungsi dengan baik sejak dari awal (red: karena nutrisi tidak baik). Jadi ini mempermudah, Anda tahu, mengijinkan HIV untuk masuk dan tetap ada.
Sebenarnya ada banyak cara dimana bukanlah vaksin, nama ajaibnya, vaksin, banyak cara untuk mengurangi transmisi hanya dengan penetapan sederhana seperti nutrisi, memberikan antioksidan tertentu, menjaga kebersihan, dan melawan infeksi-infeksi lainnya.
Mereka (red: cara-cara alami) tidaklah spektakular, tapi mereka mampu, Anda tahu, mengurangi epidemi dengan baik, sampai pada level epidemi di negara-negara barat.

Brent Leung:
Jika Anda punya sistem imun yang baik, maka tubuh Anda dapat mengenyahkan HIV secara alami?

Luc Montagnier:
Benar.

Brent Leung:
Oh menarik. Apa Anda berpendapat bahwa kita sebaiknya lebih lagi menekankan akan pemanfaatan antioksidan dan pengobatan alami lainnya di Afrika daripada antiretroviral (obat AIDS)?

Luc Montagnier:
Kita harus lebih lagi menekankannya, Anda tahu, suatu kombinasi dari penetapan antiksidan, nutrisi, melawan infeksi lain – malaria, tuberculosis, parasitosis, cacingan – , tentu juga pendidikan, kebersihan genital (red: kelamin) bagi wanita dan pria. Penetapan-penetapan yang sangat sederhana, dimana sangat tidak mahal, namun sanggup berdampak banyak. Dan ini adalah, sebenarnya kekhawatiran saya mengenai aksi spektakular akan penggalian dana global untuk membeli obat-obatan dan lainnya, dan (red:yayasan) Bill Gates, serta hal-hal lainnya, untuk membeli vaksin.
Tapi Anda tahu bahwa penetapan-penetapan seperti itu (red: alami) tidak begitu didanai, mereka tidak didanai sama sekali, atau bisa juga didanai. Anda tahulah, ini tergantung dari pemerintah lokal untuk mengambil pilihan akan hal ini, tapi mereka – pemerintah lokal – mengambil saran dari para penasihat ilmiah di institusi-institusi intelijen, dan mereka tidak sering mendengarkan saran-saran seperti ini.

Brent Leung:
Ya karena dalam nutrisi tidak menghasilkan uang khan? Tidak ada keuntungan.

Luc Montagnier:
Tidak ada keuntungan, ya. Air sangatlah penting. Airlah kuncinya.

Brent Leung:
Sekarang Anda katakan suatu hal, Anda berkata mengenai fakta bahwa jika Anda memiliki sistem imun yang kuat, adalah mungkin untuk mengenyahkan HIV secara alami (red: dengan sendirinya). Jika Anda mengambil seorang Afrika miskin yang telah terinfeksi (red:HIV positif) dan Anda menguatkan sistem imun-nya, apakah memungkinkan baginya untuk juga mengenyahkan HIV secara alami?

Luc Montagnier:
Saya pikir demikian.

Brent Leung:
Itu hal penting, suatu poin yang penting.

Luc Montagnier:
Itu adalah pengetahuan penting yang telah diabaikan sepenuhnya. Orang-orang selalu berpikir akan obat-obatan dan vaksin. Jadi ini adalah suatu pesan yang bisa jadi berbeda dari apa yang pernah Anda dengar sebelumnya, bukankah demikian?

Brent Leung:
Penutupannya?

Luc Montagnier:
Baiklah, pesan saya ini, ia berbeda dari apa yang Anda dengar dari (Antony) Fauci atau …

Brent Leung:
Ya, sedikit berbeda. (ungkapan bercanda karena Antony Fauci berpendapat bahwa HIV harus ditangani dengan obat-obatan antiretroviral dan tidak boleh dihentikan. Ia juga berpendapat bahwa HIV tidak bisa dihilangkan secara alami)

Luc Montagnier:
Sedikit berbeda.

_____________________________________________

Jumat, 19 Agustus 2016

Joan Shenton, Pendiri Immunity Resource Foundation: "Obat" HIV/AIDS Justru Membunuh Generasi

Ini adalah sebuah video tentang interview kepada salah satu independent TV producer yang sedang melangsungkan konferensi International HIV di Vienna Austria.



Berikut terjemahan dari transkrip interview tersebut:

Sekilas tentang Joan Shenton, adalah seorang broadcaster dan independent TV producer asal Inggris dan juga adalah founder dari Immunity Resource Foundation (IRF). Sebuah channel berita RT Studio dari Russia menanyangkan interview tele-conference dengan Joan yang mengadakan konferensi tentang HIV Aids di Vienna Austria.

Sudah selama 24 tahun kita ditantang dengan hipotesis bahwa HIV menyebabkan Aids dengan melibatkan banyak ilmuan dari seluruh dunia, Joan yang seorang independent producer membuat 11 video subjek dan akan di transimsikan ke seluruh dunia, namun itu tidak mengubah opini. Hal yang disampaikan pada konferensi di Vienna sangat penting karena membahas tentang kebohongan besar HIV Aids issue, bahwa HIV adalah penyebab Aids dan Aids adalah penyakit menular seksual.

Presenter menyatakan bahwa Joan memang menentang pengobatan konvensional (ARV) karena efeknya masih sangat kuat (dan berbahaya) lalu apakah ada solusi/alterntif yang ditawarkan oleh Foundation nya. Joan menyatakan konvensional treatment (AZT sekarang ART) membuat kematian massal pada generasi kaum gay muda. Semua itu terdokumntasi dengan baik, tidak ada satu pria, wanita muda dan beberapa wanita dewasa pun yang telah mendapat dosis tinggi AZT yang masih bertahan hidup, bahkan banyak orang lain yang belum mengonsumsi Antiretroviral yang masih hidup. Maka ini menjadi masalah penting dan menjadi challenge dari hipotesis ini karena diikat oleh ratusan juta dollar dari uang international yang tidak ada hasilnya.

Lalu presenter meminta apakah ada bukti dari pengobatan alternative yang lebih baik dari pengobatan konvensional, Joan pun merespon dengan, Aids sebagai penyakit yang hanya terbatas diderita oleh orang yang melakukan perbuatan beresiko, dan belum tersebar sebagai penyakit dengan orang heteroseksual, ini tidak menular seperti penyakit menular lainnya. Lalu yang kita lakukan adalah rubah gaya hidup kita, anda bisa menyatakan itu adalah sebagai alternative nya, perhatikan kesehatan anda dan tidak melakukan perbuatan beresiko yang mana ini terjadi sekarang. Orang banyak melakaukan perbuatan beresiko dengan multiple sexual partner (berganti-ganti pasangan) yang mengakibatkan terkena nya multiple sexual diseases (Penyakit menular seksual). Perubahan gaya hidup akan membuat kondisi anda akan membaik. Pada pengalaman saya, saya melihat seorang pria muda yang dites positive (Reaktif) beberapa tahun lalu, dan kita melakukan tes sendiri. Kita melakukan tes 35 sample darah di University of surrey, dari 35 sample darah kita melakukan test di 3 hiv kit berbeda. 2 test kit menunjukan hasil yang sama test kit yang ke 3 menunjukan 19 orang yang berasal dari “no man’s land area” (tempat pembuangan) . dan ada seorang pria yang hasil test nya negative 2 kali ketika kita membawa nya ke London teaching hospital namun dia telah di test dan hasilnya positive 3 kali pada pengetesan acak hiv sebelumnya. 
Maka hiv tes sesungguhnya adalah kejahatan. Anda bisa terdeteksi hiv positive jika memiliki 67 kondisi salah satunya adalah TB, Sifilis, Malaria dan invasive mycoses (infeksi jamur, Candidia dll). list lengkapnya, cek disini

Lalu mengapa teori ada tidak/belum dimengerti (oleh WHO, konvensional doctor) ?
“Well it has catch on if you think” tentu itu sudah dimengerti jika anda berfikir. Rethinking Aids (orang yang mempunyai pemikiran lain) di Amerika sangat banyak, kita memiliki ribuan anggota dan kita memiliki Nobel Laureate (organisasi penganugrahan nobel) yang mendukung kita dan kita memilki setidaknya 500 ilmuan molekuler terkemuka di seluruh dunia yang mendukung “alternative view” pandangan alternative dan men-challenge hipotesis infeksi. Basically, sangat sulit untuk men-challenge orthodox TV (Aids Orthodox) karena media sangat berkuasa dan drug industries (industri-industri farmasi) sangat berkuasa, melebihi pemerintah. Lambat laun kebenaran akan terungkap.

VCT dan HIV Rapid Test Ternyata Tidak Terstandar dan Tidak Akurat

Tes VCT dengan metode rapid test, Meski katanya tes ini berguna untuk mengetahui status sebuah infeksi virus HIV, tapi ternyata tes ini sangat2 relatif, tidak ada standar yg berlaku (bahkan di dunia) dan tidak akurat, bahkan selalu terjadi hasil false positive (positif palsu).
VCT itu sebetulnya hanya ada di Indonesia, yaitu program tes HIV dengan cara konseling/curhat. apalagi KPA dan KDS berlomba2 menjaring org2 untuk VCT melalui konselor dgn target bulanannya. ada yg menggunakan iming2 gratis, atau diberi uang, sampai disini pun, ajang tes VCT harusnya sudah dicurigai, itu baru bicara kebijakan. gimana kalau bicara teknis medis? lebih mencurigakan lagi.

TIDAK TERSTANDAR RESMI
Tes HIV melalui VCT menggunakan cara rapid test (ELISA dan Western Blot), dimana hasil tes bisa ditunggu dalam hitungan menit bahkan detik. tes ini bukan mencari ada tidaknya virus, tapi ada tidaknya antibodi dari virus itu. ketika sampel darah diuji pada test kit, maka timbul hasil yang harus diinterpretasi (diartikan) oleh sang penguji, atau diterjemahkan langsung oleh kit dgn beberapa kriteria. yang jadi masalah, TIDAK ADA standar resmi yang berlaku untuk mengartikan hasil dan kriteria tiap test di setiap negara pun berbeda.


Gambar diatas, dan juga file ini menunjukan perbedaan interpretasi untuk menentukan HIV positif pada tes western blot (WB). terlihat sangat jelas, pengartian hasil tes HIV melalui WB berbeda2 di afrika, australia, inggris. bahkan organisasi2 kesehatan dunia pun berbeda pendapat, yaitu CDC (centre for Disease control), FDA (food and drugs administration), dan palang merah/red cross, bahkan WHO.

Jadi, ada 3 kriteria yg dipertimbangkan dalam menentukan status R, yaitu nilai kuantitatif dari: GAG Gene, POL gene, ENV gene.
tapi eh tapi, koq semua negara dan organisasi punya macam2 versi dalam membaca criteria itu??
bisa terlihat, ketika kita tes HIV di inggris dan hasilnya positif (reaktif), ternyata bisa menjadi negatif (non reaktif) di Amerika versi CDC. Indonesia ikut yang mana? hanya Tuhan dan Kemenkes yang tau.

TIDAK AKURAT
Karena tes HIV melalui VCT ini mendeteksi antibodi (bukan virus) maka tingkat kesalahannya besar. dalam berbagai jurnal (bisa cek scholar google dgn keyword: "false positive HIV rapid test") dan berbagai situs resmi yg berhubungan dgn HIV (boleh cek situs aids(dot)gov, cdc(dot)gov, dll) MENGAKUI bahwa tes rapid dalam VCT SERING mengeluarkan hasil false postive (positive palsu). lho kenapa? karena yang alat deteksi adalah antibodi, yaitu reaksi darah terhadap patogen.
setidaknya ada beberapa faktor yg menyebabkan hasil positif palsu: kehamilan, vaksinasi, infeksi patogen lain (malaria, sipilis, tuberculosis, leprosis, herpes simplex, chlamydia, dll), autoimun, tingginya nilai CD5+ B-Lymphocite (reaksi imun terhadap antigen infeksi), genetik, kontaminasi (darah terdapat protein bakteri E-coli), dan lain lain. (sumber terlampir)

KESIMPULAN
dari penjelasan ini, intinya, tes HIV melalui VCT bukan jaminan mendapatkan hasil pasti. karena TIDAK TERSTANDAR dalam intrepretasi hasil kriteria, bahkan negara2 dan organisasi2 kesehatan di dunia pun berbeda pendapat. Juga tes HIV melalui VCT TIDAK AKURAT karena sering mengeluarkan hasil positif palsu.
Bayangkan, beban seperti apa yang akan ditanggung dari sebuah test yang super relatif ini?

  • beban psikologis, jelas, hasil tes secara tidak langsung mempengaruhi mental dan meningkatkan stress, ujung2nya sakit. 
  • beban sosial, dimana dalam VCT tidak bisa anonymous (tanpa nama), harus melampirkan identitas dan didata ke kemenkes, jelas melanggar privasi, bahkan bila terbongkar akan menimbulkan stigma dan diskriminasi, belum lagi ketika mereka mengejar-ngejar agar mau ambil ARV.
  • beban fisik dan jasmani, ini yang ditakuti, ketika vct mengeluarkan hasil positif (yg belum jelas asli atau palsu), maka org tersebut akan diarahkan untuk treatmen ARV, yg kita sendiri tau seperti apa efeknya. bayangkan racun itu masuk ke tubuh yang harusnya sehat, hanya krn sebuah status yg belum tentu benar.

jadi, masih mau kah VCT dgn mempertaruhkan psikis, kesehatan, dan kehidupan sosial?

SUMBER:
Scientific journal: Causes of false-positive HIV rapid diagnostic test results

Selasa, 26 Juli 2016

Bukti Penipuan Roberto Gallo atas Klaim Isolasi HIV

Sebelum nama HIV populer, banyak versi terkait interpretasi dan penamaan "virus" ini. sebelum Luc Montagnier mempublikasi penemuannya dan diberi nama lymphadenopathy-associated virus (LAV), penyakit2 yang sekarang disebut HIV/AIDS disebut GRID (Gay Related Immune Deficiency).

Bersamaan dengan publikasi Luc Motagnier tentang virus LAV (skrg HIV), sebuah tim di Amerika Serikat yang dipimpin Roberto Gallo juga mengklaim telah menemukan penyebab dari GRID, yg diberi nama HTLV (Human T-Lymphotropic Virus).

Luc yang diberi nobel atas penemuan ini ditanya terkait dgn virus LAV (skrg HIV) dan perannya terhadap AIDS, Luc menjawab "remains to be determined" atau "masih harus/belum ditentukan", bahkan kemudian, Luc menyatakan bahwa virus HIV bisa disembuhkan dengan air dan nutrisi.

Roberto Gallo kemudian mengklaim bahwa specimen HTLV temuannya sama dengan specimen yg sebelumnya diambil dari penelitian Luc. Bahkan dia menyatakan HTLV ini menyebabkan AIDS dan menjelaskan bahwa specimen Luc tidak murni dan terkontaminasi virus lain. sehingga kemudian, konsensus menerima bahwa HTLV (yg kemudian diberi bama HIV) temuan Gallo menyebabkan AIDS, munculah penamaan HIV/AIDS.

Namun, belakangan terbongkarlah kebohongan Gallo, sebuah surat yg dikeluarkan dari kepala lab mikroskopi elektron ke bagian lab biologi sel tumor di National Cancer Institute tempat Gallo meneliti HIV menyatakan bahwa, temuan Gallo yang dia sebut dgn HTLV (skrg HIV) hanyalah DEBRIS OF DEGERATED CELL (sisa2 sel rusak). berikut adalah scan dari surat tersebut (lihat gambar).



dengan terjemahan sebagai berikut:
Surat dari Dr. Gonda, Kepala Lab Mikroskopi elektron, di National Cancer Institute, kepada Mika Popovic, ditembuskan pada Gallo.

Kepada Mika, 
Saya mengirimkan 4 copy tambahan dari hasil yang dibutuhkan oleh Betsy Read. Dia bilang bahwa Dr. Gallo membutuhkan mikrograf-mikrograf ini untuk publikasi karena mengandung HTLV. Jika asumsi ini didasari oleh kultur yang menjadi antigen positif, saya ingin menunjukan bahwa "partikel" di mikrograf 0905 ADALAH sisa dari sel-sel yang rusak. tidak ada ektstraseluler "partikel mirip virus" lain yang terlihat bebas diantara sel dimanapun di sampel. Sekali lagi, vesikel ini bisa ditemui dimana pun disemua sampel sel. SAYA TIDAK YAKIN FOTO2 PARTIKEL ITU ADALAH HTLV.
Salam, Dr. Gonda, Kepala Lab Mikroskopi elektron. ditembuskan ke: Roberto Gallo, Betsy Read.

Kesimpulan:
Roberto Gallo melakukan penipuan, terbukti dgn surat keterangan ini, yg menyatakan bahwa partikel2 tsb bukan lah virus yg diklaim Gallo, melainkan sampah dari sel2 rusak.
tapi pada saat publikasi, Gallo bilang bahwa foto2 partikel ini adalah isolasi HTLV (atau sekarang HIV).


Sumber:
grup rethinking AIDS,
https://en.wikipedia.org/wiki/Luc_Montagnier
http://reaids.com/fearoftheinvisible.com/fraud-in-key-hiv-research-background.html

Jumat, 08 Juli 2016

Ada Udang di Balik Batu. Ada Uang di Balik Nyawamu


Satu lagi testimoni yg kami copas dari group FB MAHA STAR


[dalam grup MAHA STAR] Barusan dpt sapaan dr tmn. (kebetulan tmnku seorang perawat dan seingetku aktif ngajakin test vct). 

Kemarin saya pernah baca di sini ada yg bilang jika berhasil data dan ajak 1 Orang dpt fee 75rb saya mikirnya masak iya sih???  [dalam grup MAHA STAR]

Stlh ku bertanya ke tmnku tadi saya dpt jawaban ini 

[dalam grup MAHA STAR] "Gini...Klo di Jombang kmrin q ngajukan 10 orang. Untuk ikut pelatihan jd Peer Educator (PE). Jd 10 orag itu yg dpt fee jka ngrujuk vct. Krna mereka sudah di latih dan di data dg yg memberi fee" [dalam grup MAHA STAR]

Q petugas Lapangan (PL). yg mendapat gaji bulanan. Klo PE dia dpt gaji sesuai jumlah rujukan. 

PL bertanggung jawab dg PE" 

Kutanya dpt brp PE? "klo PE, 75rb/org yg di rujuk  [dalam grup MAHA STAR]

"Trs km oleh piro? Temanku kgk jawab :v Saat saya tanya lagi soal drmn duit yg buat bayarin km?? "Yg ngasih fee/gajiq itu dari donor asing. Namax global fund. Dari dana asing itu turun ke pusat (jkt) kmudian ke propinsi...Nah dari propinsi lah nyebar ke kota2 yg data peningkatan kasus hiv nya tinggi". Dan ternyata BENER apa yg saya baca disini soal fee 100%. Saya juga dpt form dua pengajuan form untuk PE dan PL. 
Astafirllah....kesehatan dijadikan lahan bisnis.Apalagi dpt info juga tugas seorang MK yaitu bujui/ngubrak" orang yg berhenti ARV. [dalam grup MAHA STAR]

Kesimpulan : 
Sadarlah kita, bahwa segala perhatian konselor & semua praktisi yg bergerak bidang per-HIV-an, bukanlah perhatian yg tulus. 
Melainkan perhatian yg ada maunya. 
Maka dari itu bukan rahasia lagi jika mrk pasti akan selalu berusaha keras untuk meyakinkan kita melakukan VCT hingga mengkonsumsi ARV. Jangan heran bila konselor, PL, PE mendorong kita untuk VCT dan ambil ARV, bahkan akan marah dan memaksa, itu karena kita adalah calon prospek penambah pundi-pundinya. Mereka sebetulnya tau efek samping dan bahaya ARV, tapi demi uang, mereka sembunyikan fakta itu.
WASPADALAH !

Selasa, 21 Juni 2016

Usia Diprediksi Tinggal 1 Bulan, Kembali Pulih Setelah Berhenti ARV


Sebuah testimoni dari sahabat MAHA STAR yang makin sehat setelah melepas ARV. ketika ARV justru organ-organnya lumpuh, namun setelah berhenti, dia kembali pulih.
Dengan testimoni ini, makin membuktikan bahwa ARV itu adalah AIDS itu sendiri. ARV adalah racun yang menekan seluruh sel tubuh, bekerja sistemik seperti kemoterapi. Awal penggunaan akan terasa efek samping ringan, tapi lama kelamaan tubuh akan mengalami toksisitas pada liver dan ginjalnya. tak ayal, para pengguna ARV ini harus menderita penyakit degenaratif (sirosis hati, hepatotoksisitas, pankreatitis, anemia, gagal ginjal) yang bisa menyebabkan kematian.

Testimoni:
[dalam grup MAHA STAR] "Temen gue sudah konsumsi ARV selama 2 tahunan. Badannya tinggal tulang, ginjal, livernya sudah kena. sering bolak balik ke RS, terakhir gue ngater doi ke RS, pendampingnya bilang kata dokter umurnya sudah tidak lama lagi tinggal 1 bulan, karena pencernaan rusak dan syarafnya juga sudah kena karena udah ga bisa jalan. tapi setelah 4 bulan berhenti minum ARV malah sekarang sehat badan mulai isi dan bisa jalan normal." [dalam grup MAHA STAR]




ARV Seumur Hidup: Solusi atau Perbudakan Maut?

Slogan perawatan konvensional untuk HIV/AIDS adalah ARV meningkatkan kualitas hidup Odha. Tapi benarkah demikian? Bagaimana jika ternyata ARV membawa perbudakan dan kematian bagi Odha? Mari kita telusuri lebih dalam lagi.

David Patient, Odha yang Berhasil Menaklukkan AIDS dengan Diet dan Hidup Sehat
Dalam suatu berita menceritakan, seorang Odha bernama David Patient telah hidup selama lebih dari setengah usia 43 tahunnya sebagai Odha di Afrika Selatan. Hal ini berlawanan dengan yang diyakini dunia medis konvensional akan masa hidup Odha. Apa yang mengejutkan adalah ia sehat tanpa memakai ARV untuk semua kondisi HIV/AIDS-nya. Untuk segala gejala yang timbul, ia hanya memakai diet yang benar dan keinginan besar untuk hidup. Berlawanan dengan para ahli konvensional, pola hidupnya yang sehat telah terbukti cukup untuk menaklukkan HIV/AIDS.
Patient mengadakan tour ke Afrika untuk berbagi pengalaman dengan para Odha lainnya. Kesaksian dia dan semangat berbaginya sangatlah dibutuhkan oleh para Odha di Afrika, dimana 26 juta orang pengidap HIV ada di Afrika Selatan (itu berarti lebih dari setengah pengidap HIV di dunia).
Bukannya menyarankan para Odha mengikuti cara konvensional seperti misalnya penggunaan kondom, Patient menekankan nutrisi yang bisa meningkatkan sistem imun, memperpanjang masa hidup, dan menurunkan kemungkinan mereka menularkan ke orang lain yang mereka kasihi.
Ia juga tidak menekankan pemberian obat, tapi dalam kunjungannya selalu menekankan bagaimana caranya meningkatkan daya tahan tubuh Odha melalui makanan lokal yang kaya akan seng, beta karoten, dan selenium. Berdasarkan banyak ahli, orang dengan positif HIV memiliki masa hidup 8 tahun sebelum akhirnya berkembang menjadi AIDS.
Dengan nutrisi yang tepat, Patient percaya bahwa Odha bisa memperpanjang hidupnya empat tahun lagi.
Oleh karena para peneliti telah dibuat kagum oleh kesehatan David Patient, ia diminta untuk membantu mereka dalam penelitian.
Walaupun Patient telah menaklukkan banyak rintangan, pergumulan dalam jiwanya masih menyakitkan. Lebih dari seribu teman sependerita (para Odha) telah meninggal pada dekade pertama Patient didiagnosa positif. Inilah yang memicu “survivor guilt” (perasaan bersalah kenapa hanya dia saja yang selamat) dalam jiwanya karena dia tetap hidup sedangkan yang lainnya tidak.
Meskipun demikian, Patient tidaklah terkejut jika ia tetap hidup lama karena ia telah berjuang untuk melakukan apapun yang mungkin supaya tetap sehat.
Contoh mantan Odha yang tidak memakai ARV lagi adalah Christine Maggiore, Brandon Braud, dan Chris Dafoe.

ARV adalah AIDS itu Sendiri!
Dalam artikel dr. Mercola,”Efek Samping Dari Obat AIDS ‘Tidak Berbeda’ dari AIDS Itu Sendiri”, telah menunjukkan kepada kita bahwa ARV itulah yang menjadi AIDS YANG SEBENARNYA! Sebagai contoh efek samping dari AZT (merek Retrovir atau Zidovudine) adalah: Asthenia, sakit kepala, rasa tidak enak badan, Anorexia, sembelit, mual, muntah, sakit perut, arthralgia, meriang, maag, letih lesu, insomnia, otot sakit, neuropathy, hyperbilirubinemia, hepatomegaly, stomatitis, splenomegaly, batuk, gatal-gatal pada kulit, infeksi telinga, lymphadenopathy, anemia, serangan jantung, edema, hematuria, gugup, berat badan turun, sakit punggung, sakit dada, flu, cardiomyopathy, syncope, gynecomastia, mulut kering, dysphagia, perut kembung, Aplastic anemia, hemolytic anemia, leukopenia, lymphadenopathy, pancytopenia, hepatitis, sakit kuning, pancreatitis, gemetar, rasa cemas, depresi, pusing, kejang, vertigo, rhinitis, sinusitis, pruritus, Stevens-Johnson syndrome, mudah berkeringat, urticaria, amblyopia, hilang pendengaran, photophobia, sering kencing, dan lain-lain (masih ada yang lainnya?!).
Dari list di atas, apa Anda siap dengan beberapa efek samping yang akan dialami SEUMUR HIDUP jika Anda memakai ARV? Apa benar ARV meningkatkan kualitas hidup Odha ditambah peraturannya yang sangat mengikat?
Dari semua efek samping yang saya cantumkan di atas, itu semua adalah gejala AIDS, karena ARV merusak ginjal, hati, syaraf dan organ pencernaan. Jadi Odha akan benar-benar menderita AIDS pada saat mengkonsumsi ARV, sampai ia meninggal. Wow… benar-benar pengobatan yang “manjur”. Sungguh mengakhiri penderitaan Odha DENGAN CEPAT. Saya ucapkan selamat untuk “keajaiban medis” yang satu ini. Ini adalah bukti bahwa pengobatan medis konvensional memang “lebih baik” dibandingkan alam ciptaan Tuhan. Sungguh luar biasa!

Pengobatan Apa yang Harus Diambil Oleh Odha untuk Mengatasi AIDS?
Jika Anda terdiagnosa positif HIV/AIDS dan masih bingung akan pengobatan mana yang akan Anda ambil, ada 2 jalan berbeda yang bisa Anda lakukan, yaitu:

1. Percaya dengan hasil test dan percaya dengan paradigma AIDS konvensional kemudian mengikuti terapi ARV secara konvensional.
Jika Anda mengikuti jalan ini, berarti Anda telah MENYERAHKAN HIDUP Anda pada pengobatan yang SUDAH PASTI:
– Pengobatan gratis (beberapa daerah menawarkan ARV gratis). Tapi…
– Mengikat atau memperbudak Anda SEUMUR HIDUP dengan begitu banyak peraturan yang tidak boleh dilanggar. Boleh dikata, hidup Anda tidaklah sebebas dulu lagi. ARV bukanlah obat yang membuat kualitas hidup jadi lebih baik lagi. Itu adalah slogan konyol yang dari buahnya saja sudah terlihat bahwa Anda akan diperbudak dengan peraturan kaku seumur hidup (Anda HARUS minum ARV seumur hidup Anda). Sekali Anda lupa minum ARV, infeksi akan makin menjadi susah dikendalikan karena mutasi virus atau bakteri yang makin kebal dengan pengobatan ARV. Semakin banyak Anda lalai dalam menjalankan ARV, semakin besarlah dosis yang harus Anda konsumsi. Dan semakin besar dosisnya, semakin besar pula efek sampingnya. Semakin besar efek sampingnya, semakin Anda mendekat pada infeksi dan kerusakan organ yang mengakibatkan Anda makin dekat dengan kematian. Selamat, dengan demikian Anda tidak meninggal karena AIDS, tapi karena ARV. Sungguh kematian yang tragis karena perbudakan terapi konvensional dan ketidaktahuan yang polos.
– Membuat kondisi Anda makin buruk dengan efek sampingnya yang mematikan! ARV memiliki banyak efek samping yang mematikan dan beberapa di antaranya PASTI akan Anda alami, yaitu kerusakan hati, ginjal, infeksi paru, infeksi pankreas, peradangan paru, peradangan usus, pneumonia, kanker, kerusakan syaraf, dan masih banyak lagi efek-efek mematikan lainnya. Apalagi ditambah efek samping yang sangat mengganggu yaitu gatal, mual, muntah, sakit kepala, daya tahan tubuh menurun drastis, flu, demam, diare, dan lain sebagainya. Lagi-lagi, ARV bukanlah obat yang membuat kualitas hidup jadi lebih baik lagi.
– Menjebak Anda ke dalam “Lingkaran Setan”. Pengobatan yang membawa efek samping akan memaksa Anda supaya mengkonsumsi obat lain untuk menutupi efek samping yang ada. Tapi obat tambahan tersebut juga ada efek samping lainnya sehingga perlu obat tambahan lainnya yang juga punya efek samping. Ini bagaikan lingkaran setan dimana dalam jangka panjang, Anda akan meninggal bukan karena penyakit, tapi karena efek samping obat. Lingkaran setan ini akan Anda alami SEUMUR HIDUP atau selama Anda tetap mempercayakan kehidupan Anda pada ARV. Tapi untuk lepas dari ARV lalu beralih ke holistik TIDAKLAH GAMPANG!

2. Percaya dengan hasil test dan percaya dengan paradigma AIDS konvensional tapi memakai pengobatan holistik dan tidak pernah memakai ARV.
Banyak Odha telah mengikuti cara ini, dan mereka bisa hidup normal seperti orang sehat lainnya dan tidak mati karena AIDS atau obat. Kematian karena AIDS itu tidak pernah datang ketika mereka menolak pengobatan konvensional. Agustina Saweri bukanlah contoh yang baik untuk jalan ini karena dia memang stop ARV dan memakai buah merah, tetapi selain itu, dia kembali ke kebiasaan yang seharusnya dia tinggalkan. Jika Anda mengikuti jalan alternatif ini, berarti Anda telah menyerahkan hidup Anda pada pengobatan yang SUDAH PASTI:
– Pengobatan tidak gratis. Tapi…
– Tidak mengikat atau memperbudak Anda seumur hidup dengan begitu banyak peraturan yang tidak boleh dilanggar. Beda dengan ARV, pengobatan holistik yang memakai alam tidak akan mengikat Anda. Anda hanya perlu pengobatan holistik pada saat penyakit muncul saja. Jadi tidak perlu Anda konsumsi atau gunakan seumur hidup. Yang perlu diterapkan seumur hidup hanyalah menjaga pola makan dan hidup yang sehat.
– Tidak membuat kondisi Anda makin buruk karena tidak memiliki efek samping. Inilah pengobatan sejati dimana Anda tidak akan pusing dengan efek samping dan tujuan dari pengobatan holistik adalah menyembuhkan, bukan merawat. Tapi yang perlu diingat adalah kesembuhan 100% itu tergantung dari kehendak Tuhan dan keseriusan (komitmen) pasien.
– Tidak menjebak Anda ke dalam “Lingkaran Setan”. Hidup Anda tidak akan diikat dan diperbudak oleh peraturan minum obat seumur hidup. Anda tidak akan mengalami efek samping yang mengancam jiwa Anda atau “mengganggu” kesehatan Anda. Anda hanya perlu memakai pengobatan alami sampai penyakit oportunistik hilang atau pada saat penyakit muncul saja. Tidak perlu mengkonsumsi seumur hidup. Nah, inilah yang dinamakan pengobatan yang meningkatkan kualitas hidup, pengobatan asli dari alam ciptaan Tuhan!