Ayo Bergabung!

Senin, 26 September 2016

Efek Immunostimulant dan Antimikroba pada Daun Pegagan (Centela asiatica)


Daun pegagan (Centela asiatica) adalah tanaman yang sangat mudah ditemukan disekitar kita, terutama ditempat-tempat lembab dan basah. pemanfaatan pegagan sebagai pengobatan pun sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat kita.

Beberapa penyakit yang bisa diatasi oleh pegagan di masyarakat adalah peradangan, asma, diare, TB, penyakit kulit,  hingga pengobatan luka. Ternyata penilitian pegagan sudah secara luas di dilakukan, dan hasilnya? tidak mengejutkan bahwa ekstrak pegagan memiliki khasiat sebagai antimikroba, antibakteri, antijamur, immunostimulant, dan antikanker.

Pegagan Sebagai Antimikroba
dari jurnal ilmiah, ditemukan ternyata ekstrak air pegagan dapat betindak sebagai antimikroba terutama antibakteri dan antijamur. bakteri yang efektif dilawan pegagan sebagian besar adalah bakteri yang merugikan bagi pencernaan. sedangkan jamur yang efektif dibasmi oleh pegagan adalah Candida albicans.

Pegagan Sebagai Immunostimulant
Tidak hanya antimikroba, pegagan pun memiliki kandungan antioksidan dan dapat menstimulasi produksi T-sel dan B-sel sebagai agen imunitas tubuh. Antioksidan dalam pegagan disebut sebagai zat chemopreventive atau antikanker. Namun, ditemukan pula aktivitas imunosupresif bila pegagan ini diekstrak etanol. jadi untuk mendapatkan efek terbaik dari pegagan, ekstraklah dengan air.

Resep Mengolah Pegagan
Karena pegagan adalah daun, cukup mudah dalam mengekstraknya. bisa dikeringkan, dibuat serbuk, atau mudahnya cukup direbus.

Resep berikut ditulis oleh sahabat MAHA STAR yang biasa menggunakan pegagan:
Segenggam pegagan yang sudah dicuci bisa direbus dengan 2 gelas air, dan direbus hingga tersisa segelas air. air ekstraksi tersebut bisa diminum 3x. 
Untuk variasi rasa, rebusan pegagan bisa ditambah madu atau perasan lemon. 
atau, pegagan pun bisa dimakan mentah, lebih nikmat bila dimakan bersama buah seperti jambu biji.

Sumber:
Resep dan Foto diposting di Grup MAHA STAR oleh Saza Zakaria

Senin, 19 September 2016

Super Bug, Bakteri Resisten Antibiotik


kadang saya suka miris, masih banyak orang-orang yang sembarangan dengan antibiotik.

misalnya, minum antibiotik tanpa resep dokter, tanpa dosis tepat, ketika gejala sembuh, obatnya berhenti.
ada juga petugas kesehatan yang masih memberikan antibiotik padahal penyakitnya akibat virus, sedangkan virus tidak ngefek dgn antibiotik.
ada jg yg sakit flu langsung beli amoxicilin, padahal itu flu itu umumnya karena virus, dan amoxicilin itu antibiotik. 
atau org2 yg sembarangan minum antibiotik sebelum melakukan mesum agar tidak terkena penyakit kelamin.

Hal2 seperti itulah yg membuat bakteri-bakteri yang seharusnya mudah disembuhkan dgn antibiotik berdosis tepat, malah berevolusi dan menjadi resisten antiobiotik, sulit dimatikan bahkan dgn antibiotik terbaru dan berdosis tinggi. atau disebut super bugs.


Super bug sendiri kini menjadi ancaman di dunia kedokteran, karena sudah bermunculan superbug2 diberbagai negara, sementara penemuan antibiotik jenis baru tidak ada.
setidaknya ada 10 jenis bakteri resisten antibiotik berbahaya yg sdh ditemukan. Sebagian besar adalah bakteri pencernaan, lainnya adalah bakteri sistem reproduksi (gonnorhea), dan bakteri pernapasan (tuberculosis, dan pneumoniae).


Sebab utama munculnya bakteri resisten antibiotik:
1. berlebihan dalam meresepkan antibiotik (dikit2 minum antibiotik)
2. pemakaian antibiotik tidak tuntas (gejala hilang, berhenti minum)
3. pemberian antibiotik berlebihan pd hewan ternak dan ikan
4. penanganan infeksi yg buruk di RS
5. buruknya sanitasi
6. tidak ada penemuan antibiotik baru

jadi, gunakan antibiotik dgn tepat, tidak sembarangan, dan kritis.
bawel dikit ketika check up ke dokter ga masalah. tanya fungsi setiap obat yg diresepkan, bila perlu googling sebelum minum, cermati efek sampingnya. bila ada antibiotik tanyakan alasannya, bila sakit flu krn virus tolak lah antibiotiknya.

Lalu, jgn takut pakai antibiotik sesuai dosis utk penyakit kelamin dan pernapasan. bila mengandalkan herbal, dikhawatirkan bekerja lama dan tidak tuntas karena kita tidak tau dosis persisnya.
IMS spt GO atau sipilis, segeralah treatmen antibiotik dgn dosis tepat dari spKK, herbal bisa dijadikan ajuvan (pendukung).
contoh obat yg sering disalahgunakan masyarakat: amoxicilin, cefadroxil, ciprofloxacin, tetrasiklin (supertetra), dll.

Ingat, obat memang bermanfaat, tapi penggunaannya yg tidak tepat, berlebihan, dan tdk sesuai patogen malah akan merugikan.

bangkit bersama MAHA STAR,
with MAHA STAR, gue enggak kudet!

Minggu, 18 September 2016

Wedang Uwuh, Minuman Asik anti Infeksi Opportunistik


Beberapa minggu yang lalu saya kena tonsilitis, alias radang tonsil tenggorokan, gara-gara bandel makan makanan ga sehat tengah malam karena load kerjaan. radang ini bisa disebabkan 2 hal, bakteri atau virus. kalau bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik, tapi karena saya sudah 2 tahun tidak minum obat kimia, ketika kemarin minum obat dokter tubuh ini berontak, segala terasa mulai dari pusing2, nyeri otot, hingga mual. hampir seminggu tersiksa menelan dan berbicara.

Lalu saya mendapat oleh2 dari teman yang baru pulang dari liburan di Yogyakarta, yaitu beberapa bungkus bahan2 alami untuk direbus, namanya wedang uwuh, atau minuman sampah, lohh?
disebut minuman sampah karena bahan-bahannya seperti tumpukan sampah, yaitu serutan kayu dan daun2 kering.
saya minum wedang ini selama 3 hari, 2x sehari. alhamdulillah radang tenggorokan berangsur pulih tanpa menunggu lama.

komposisi wedang uwuh adalah: jahe, serutan kayu secang, cengkeh, daun kayu manis, daun pala, daun sereh (bukan sirih), gula batu.
semua dicuci bersih, dan direbus.

saya ga pernah googling dari sembarang web di google kalau cari referensi herbal, google hanya utk cari klaim awal, untuk lebih detil dan akurat, saya cari jurnal ilmiah nya langsung. 
setelah saya teliti dari beberapa jurnal penelitian asing ternyata komposisi herbal ini masing2 punya manfaat yang saling melengkapi, ada antioksidan, antihistamin (anti alergi), antiinflamasi (anti pembengkakan), antimikroba, antipiretik (anti demam), hingga diuretik (peluruh air seni).

dari bahan2 itu, satu bahan yang membuat saya tertarik, yaitu kayu secang (Caesalpinia sappan). ternyata kayu ini punya banyak banget manfaat. kayu secang ini bila direbus akan membuat rebusan berwana merah darah, kayu ini diklaim punya efek anti radang dan pelega pernafasan, penelitian di UGM yogya juga menyatakan bahwa kayu secang berpotensi utk anti kanker, obat TB, dan sipilis. wow.

saya lalu cek dan ricek jurnal ilmiah, yaitu:

  • Jurnal asia pacific for tropical medicine: menyatakan bahwa kayu secang memiliki zat brazilin yg bereaksi sbg antioksidan, antiinflamasi, antiacne, antibakteri, khususnya bakteri2 pencernaan (e-coli, strepotococcus, salmonella) bagus utk yg DIARE. antijamur khususnya CANDIDA, dan hepatoprotektif (pelindung liver) baik utk yg HEPATITIS atau HEPATOTOKSISITAS akibat obat. sehingga tanaman ini disebut sbg salah satu antibiotik alami.
  • Jurnal Songkla Univ: ternyata ekstrak kayu secang punya fungsi sebagai HIV-protase inhibitor!
RESEP WEDANG UWUH: (utk 1 gelas)
Rebus: 1 ruas besar jahe (geprek), segenggam serutan kayu secang, beberapa helai daun kayu manis (sy ganti jd batang kayu manis bila ga ada daunnya), beberapa helai daun pala, sejumput cengkeh, setangkai daun sereh (geprek), gula batu
optional: sy sendiri suka nambahin biji jintan hitam (habatusauda) yg dihaluskan, gula batu saya ganti jd madu 3 sendok (jgn direbus) tp madu akan merubah warna rebusan.
rebus hingga warna menjadi merah, saring, nikmati selagi hangat.
bila ditambah madu, warna akan berubah menjadi keemasan.

Semoga sehat selalu.
bangkit bersama MAHA STAR,
with MAHA STAR, gue enggak kudet!

SUMBER JURNAL ILMIAH (pustaka elektrik MS):
Journal Asia Pacific for Tropical Medicine: Aktivitas Farmakologis Brazilin pada Kayu Secang
Journal Songklanakarin. J. Sci. Tech: Efek Protase Inhibitor HIV pada Tanaman Famili Caesalpiniaceae
Sumber lain:
- Wikipedia (diakses tgl 18 Sept 2016)

Sabtu, 17 September 2016

Divonis HIV Dengan CD4 Hanya 78, Tetap Sehat 11 Tahun Tanpa ARV


Seorang Bapak yang pernah divonis positif HIV 11 tahun lalu dengan CD4 hanya 78, hingga detik ini masih sehat, produktif, dan memiliki keluarga (istri dan anak) yang seluruhnya negatif HIV hanya dengan mengaplikasikan pola hidup sehat, berikut testimoni lengkapnya dari grup MAHA STAR:

"Cukup dengan pola hidup sehat dan perubahan prilaku. No ARV alhamdulillah sudah 11 tahun dari di vonis + HIV, dan katanya waktu itu harus ARV karena CD4 sudah 78, tapi alhamdulillah selama ini gw baik-baik saja (sehat)".

Senin, 12 September 2016

ARV Melumpuhkan dan Justru Membunuh ODHA

Berikut adalah testimoni lanjutan yang lebih lengkap dari testimoni sebelumnya [disini], intinya, ARV justru merugikan dan mematikan, setelah melepas ARV dan merubah gaya hidup dan pola makan, akhirnya bisa lebih pulih dari sebelumnya. berikut terstimoni lengkapnya 

[dalam wall MAHA STAR]
Pagi teman2 MAHA STAR.. 
Baik saya akan menceritakan kisah saya mulai dri awal smpe sy bisa seperti skrg ini.
[dalam wall MAHA STAR]
Perknalkan nama sy XXXXX. Usia saya XXthn.
Pada tahun 2015 Awal saya di dinyatakan trkna HIV, pas saya mendengar kata HIV yg mnimpa saya, disitu saya Shock, stress, rasanya hidup sudah tidak berguna lagi.. Saya seminggu bolak balik RS, Lab buat cek darah, dan apa kalian tahu brpa CD4 saya waktu itu,, yaa.. cD4 saya cm 3..dokter sampe bilang klo saya tidak.minum ARV ntah apa yg akan trjadi sama saya esok harinya
. Tapi saya hidup seperti org normal karna apa, Sya Yakin bahwa saya bisa seperti semula.. 
Berbulan2 saya hidup dengan penyakit ini, dan akhirnya saya di anjurkan mngikuti terapi ARV,,, 
Hari pertama minum ARV saya seperti orang gila, pusing, ga tau mana kanan mana kiri, bumi ini serasa berputar sangat cepat, dan Rasa takut tidak dapat kerja[dalam wall MAHA STAR]
Sebulan berlalu,,, akhirnya saya memutuskan untuk meninggalkan Obat trsbut, dan saya berhenti mngikuti terapi aRV, dan saya sudah tidak pernah mendatangi RS lagi... Saya searching dr berbagai Sumber (dan dari grup MAHA STAR), bahwa ARV ini justru obat yg MEMBUNUH ORANG2 YG DI VONIS HIV.... [dalam wall MAHA STAR]
Karna dosis ArV yg sangatt dahsyatt... Sehingga kita menjadi org yg ketergantungan sama Obat ini... Obat ini lauaknya Narkoba, ktika ga diminum kita semakin stress... 
Akhirnya saya cba Back to nture, saya serching apakah ada obat HIV selain obat.. Yaaa,,, Obqtnya yg paling UATAMA dalah DORI KITA, FIKIRAN KITA, KEYAKINAN KITA TERHADAP DIRI KITA.... 
setlah itu saya mencoba makan lalaban Pegagan dan daun teh muda tiap hari.. Setiap makan saya pasti disuguhi lalaban tersebut... Smpe.akhirnya dalam sebulan tubuh saya trasa seperti semula Tanpa ARV kembali normal,, 
Sampai skrg saya tetap mngonsumsi lalapan trsbut... 
[dalam wall MAHA STAR]
Ayo tman2 Gunakan Mind set kalian.. 
Kita bisa hidup normal tanpa ARV dgn cara merubah pola hidup sehat,,,, 
Jgn mau dibodohin sama obat yg justru akan membunuh diri kita sendiri... 
Ingat,, tubuh kita kalau tiaap hari di kasih obat berbahan kimia keras dan dosis keras apa yg akan terjadi... 
BANyak ODHa yg meninggal, stres, lumpuh gara2 ARV... 
[dalam wall MAHA STAR]
Satu lagi hal yg paling penting,,, DEKATKAN DIRI KITA PADA SANG PENCIPTA, YAKINKAN DIRI KITA BAHWA KITA SEHAT... 
SUGEST Positif dalam diri kita adalah obat utamaa bagi kita...
Ayooo KITA HIDUP SEHAT TANPA ARV.... 
[dalam wall MAHA STAR]

Minum ARV, CD4 Drop Menjadi 3 dan Kritis


Sebuah testimoni di MAHA STAR tentang pengalaman buruknya memakai ARV, yang membuat imunnya justru melemah dan kesehatannya memburuk, bahkan CD4 nya turun bebas menjadi 3, dengan efek samping linglung, kritis dan hampir mati. namun kembali sehat setelah berhenti ARV dan mengkonsumsi makanan alami. berikut redaksional testimoni lengkapnya:

[dalam wall grup MAHA STAR]
merah: Kalian tau brapa CD4 saya terkahir, 3 saja. Setlah saya berhnti mngonsumsi ARV dan beralih ke lalaban kampung, akhirnya CD4 sy naik skrg jd 500... Klian sbnrnya CD4 kecil krna stress, klian jgn tkut krna HIV itu gda.. Itu fonis dan ARV yg justru membuat klian sperti ini...

hijau: Km di vonis R (reaktif) juga? Sejak kapan? [dalam wall grup MAHA STAR]

merah: Btul... 2015 awal. Dan q.di anjurkan minum ARV. Q ikutin dan apa yg q dptkan. Q minum ARV seperti org yg mau matiii. Ga tau mana kiri.mana kanan. Alhirnya q berhenti smpe.skrg, q mengkonsumsi lalaban Pegagan sama daun teh muda... Trus q.juga mngonsumsi Madu alami...
[dalam wall grup MAHA STAR]