Ayo Bergabung!

Minggu, 10 September 2017

Zat Toksin dalam Daun Gamal

Ketika berbicara terapi herbal, maka yang muncul dalam pikiran adalah mengonsumsi hal-hal yang bersifat alami, dan kebanyakan akan tertuju pada dedaunan yang dimakan begitu saja.
Perlu diketahui, tidak semua tanaman yang dimakan alami atau mentah akan memberikan manfaat. Beberapa tanaman terdiri dari banyak senyawa organik aktif, ada yang bermanfaat, ada yang merugikan. 

Salah satu sebab suatu bahan alami menjadi merugikan karena adanya zat toksin yang diproduksi tumbuhan. Tumbuhan memproduksi zat toksin diantaranya sebagai perlindungan tumbuhan terhadap patogen (misalnya eksudat akar untuk mencegah infeksi nematoda dan jamur tanah), racun untuk herbovira seperti larva atau serangga dalam bentuk resin, enzim, getah, duri, dan lain-lain. bila termakan manusia, at toksin tanaman mengakibatkan berbagai efek pada manusia, seperti diare dan masalah pencernaan, penurunan tekanan darah, pusing, nyeri sendi, mati rasa, gatal-gatal pada kulit, ruam kulit, hingga efek fatal seperti colaps. berikut adalah daftar tanaman yang memproduksi toksin bagi manusia.

Biotoksin Tumbuhan Gamal
Gamal (Gliricidia sepium), biasa digunakan sebagai tanaman pagar, tanaman peneduh terutama bagi kopi, bahan pupuk kandang,  dan paling umum di Indonesia digunakan sebagai pakan hewan ternak seperti kambing karena cepat tumbuh setelah dipotong, sehingga dapat diandalkan sebagai pakan hewan saat musim kemarau.
Selain pakan hewan, gamal digunakan pula sebagai pestisida alami. Di Amerika Latin, gamal diblender dan dicairkan lalu diaplikasikan untuk mencegah serangan hama, dijadikan bahan bilas mandi ternak untuk mencegak kutu dan kumbang, dicampur dengan gabah untuk dibuat racun tikus, dan di Filipina dijadikan pembasmi hama tanah, spora jamur dan nematoda yang menyerang tanaman umbi.

Kata Gliricidia dalam nama ilmiah gamal diambil dari penyebutan daerah di Amerika tengah dimana tanaman ini berasal, dimana Gliricidia artinya "racun tikus", hal ini karena kandungan ekstrak gamal yang banyak digunakan sebagai toksin/racun di daerah asalnya. Pemanfaatan toksin atau racun gamal diambil dari daun dan bunga.

Bagaimana dengan hewan ternak yang makan daun ini? hewan ternak seperti kambing adalah hewan ruminansia, atau hewan yang memamah biak, yang menyerap nutrisi dari tanaman dengan melalui fermentasi yang dibantu oleh bakteri. Toksin dari gamal akan hilang dalam proses ruminasi karena terdapat protein pengikat toksin tanaman dalam saliva hewan ruminansia, sehingga tidak berefek apapun bagi ternak.

Bagaimana efeknya bila ditelan manusia? seperti beberapa biotoksin yang dihasilkan tumbuhan, toksin gamal akan menyebabkan beberapa gangguan pada metabolisme tubuh. Dalam dosis ringan, biotoksin dalam gamal akan menyembabkan gangguan pencernaan seperti diare, bahkan konstipasi (terjadi bila dimakan babi atau kuda), pusing, mual, nyeri sendi, ruam kulit, dan meningkatkan beban fungsi liver.

Detoksifikasi vs Efek Samping
Beberapa klaim salah kaprah sering muncul dalam istilah detoks atau detoksifikasi. detoks sendiri adalah proses mengeluarkan racun dalam tubuh. Tubuh lengkap dengan organ-organ sebetulnya sudah diciptakan dengan sempurna oleh Tuhan termasuk dalam pembuangan racun, racun yang masuk ke tubuh dari makanan atau polusi akan dikeluarkan melalui proses fisiologis tubuh melalui organ liver, ginjal, dan gastrointestinal. zat-zat racun dikeluarkan melalui urine, feses, dan keringat setiap hari. Proses detoks adalah proses alami sehari-hari dan tidak menimbulkan efek kesakitan apapun.
Bila anda merasakan keluhan-keluhan setelah menelan sesuatu (misalnya menjadi pusing, diare, bisulan, mual, nyari sendi, ruam kulit, gatal-gatal dll) bertindaklah karena itu bukan detoksifikasi, malah mungkin justu toksikasi (masuknya toksin dalam tubuh, sehingga tubuh memberi sinyal dengan rasa sakit). Seperti halnya demam atau nyeri otot akibat infeksi virus, tubuh berusaha "mengusir" virus tersebut dengan menaikan suhu tubuh atau mengontraksikan otot), seperti halnya anda menelan ARV (antiretorviral) yang menjadi pusing, mual, atau ruam kulit, itu adalah efek samping dari toksisitas racun dalam tubuh, bukan detoksifikasi.
Bila rasa sakit disebut detoks? bagaimana membedakan rasa sakit akibat efek samping?

Memilih Herbal
Meski terdengar baik, mengonsumsi tumbuhan tanpa meneliti ilmunya justru akan mencelakakan. Lidah buaya memang baik, tapi beranikah anda menggerogotinya mentah-mentah? tentu tidak karena lendir aloe vera adalah bitoksin, harus melalui proses pembuangan toksin sebelum bisa dikonsumsi.

Sebetulnya, pilihan herbal aman dan bermanfaat banyak tersebat di muka bumi. Zat antioksidan tidak hanya dimiliki kulit manggis (siapkah menggerogoti kulit manggis hanya untuk mengambil manfaat antioksidan?) anda bisa gunakan teh hijau, bunga krisan, bawang putih, dll. 

Selalu bangkit dan cerdas bersama MAHA STAR,
Gue Enggak Kudet.

Sumber:

Minggu, 03 September 2017

Efek Psikosomatis adalah Pembunuh Tervonis HIV

Psikosomatis terdiri dari dua kata, pikiran (psyche) dan tubuh (soma). Gangguan psikosomatis adalah penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh, di mana pikiran memengaruhi tubuh hingga penyakit muncul atau diperparah. Dengan kata lain, istilah gangguan psikosomatis digunakan untuk menyatakan penyakit fisik yang diduga disebabkan atau diperparah oleh faktor mental, seperti stres dan rasa cemas.

Seperti diketahui, pikiran dapat menyebabkan munculnya gejala fisik. Contohnya, ketika merasa takut atau cemas bisa muncul tanda-tanda seperti denyut jantung menjadi cepat, jantung berdebar-debar (palpitasi), mual atau ingin muntah, gemetaran (tremor), berkeringat, mulut kering, sakit dada, sakit kepala, sakit perut, napas menjadi cepat, nyeri otot, atau nyeri punggung. Gejala fisik tersebut disebabkan oleh meningkatnya aktivitas impuls saraf dari otak ke berbagai bagian tubuh. Selain itu, pelepasan adrenalin (epinefrin) ke dalam aliran darah juga bisa menyebabkan gejala fisik di atas.

Pada penderita gangguan psikosomatis, setiap penyakit fisik pasti ada pengaruh dari sisi mental. Ini karena cara orang bereaksi dan mengatasi suatu penyakit sangat bervariasi. Sebagai contoh, beberapa orang mungkin tidak merasa terganggu ketika mengalami ruam psoriasis (kondisi kulit kronis yang menyebabkan sel-sel kulit tumbuh terlalu cepat). Namun penyakit ini bisa membuat beberapa orang lain merasa tertekan dan penyakitnya pun terasa lebih sakit.

Penyakit mental bisa jadi juga akan berpengaruh pada fisik seseorang. Ketika menderita penyakit mental, Anda mungkin jadi tidak bernafsu makan, malas beraktivitas, atau enggan mengurus diri sendiri. Akibatnya, masalah atau penyakit fisik pun jadi bermunculan.

Beberapa penyakit fisik (seperti eksim, hipertensi atau tekanan darah tinggi, radang perut, penyakit jantung, psoriasis, sakit pinggang bagian bawah) dianggap sangat rentan ditimbulkan atau diperparah oleh faktor mental seperti stres dan rasa cemas. 

Stress dan Depresi pada Tervonis HIV
Orang-orang yang baru tervonis HIV biasanya mulai merasakan penyakit-penyakit dadakan yang sebelumnya tidak pernah atau jarang terasa. Beberapa mengeluh diare pada minggu ke dua setelah ia divonis mengidap HIV.
Banyak jurnal penelitian menyebutkan bahwa efek-efek tersebut adalah akibat dari gangguan psikosomatis yang mengganggu proses metabolisme dan fisiologi tubuh, bahkan tidak jarang gangguan psikosomatis akibat stress berlebih, rasa cemas, khawatir, depresi, dan trauma menurunkan imunitas tubuh dan menekan nafsu makan sehingga tubuh tanpa pertahanan nutrisi tersebut mudah terserang berbagai penyakit.
Bila ingin mengecek efek dari gangguan psikosomatis pada kesehatan, anda bisa lakukan pada orang sehat, anggaplah ada seorang istri yang suaminya meninggal karena sakit, lalu kabarkan pada istrinya bahwa suami ibu tersebut meninggal karena AIDS, dan ibu tesebut kemungkinan juga mengidap HIV, dengan memberikan keyakinan pada si ibu bahwa dirinya memang mengidap HIV (tes darah, tes VCT, tes ini itu) padahal sebetulnya ibu itu sehat, maka dalam hitungan hari tubuh si ibu akan lemah, dan terserang banyak penyakit. Jadi yang membuat sakit bukan HIV (yang sebetulnya tidak terbukti), namun karena stress dan depresi yang menimbulkan gangguan psikosomatis, menekan asupan nutrisi, mengganggu metabolisme dan fisiologi, dan juga menurunkan imunitas.

Pengaruh Psikosomatis terhadap Angka CD4 dan Viral Load
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa gangguan psikosomatis dapat menganggu proses fisiologis dan penurunan imunitas. dalam jurnal Psychosomatic Medicine menyatakan bahwa ganggungan-gangguan psikosomatis seperti stress, depresi, dan trauma menyebabkan penurunan drastis pada angka CD4 dan peningkatan pada jumlah viral load. Bahkan beberapa studi menyatakan bahwa efek psikosomatis dapat menyebabkan AIDS non HIV, artinya muncul kondisi AIDS (imun yang drop dengan berbagai penyakit infeksi) padahal pengecekan anti-HIV nya non-reaktif.

Stigma dan Diskriminasi adalah Pembunuh Utama
Selain faktor internal psikologis seseorang, faktor eksternal pun dapat menyebabkan gangguan psikosomatis. Yaitu stigma dan diskriminasi yang melekat pada orang tervonis HIV.
Andai misalkan orang-orang tervonis HIV bisa menjaga nutrisi, mengelola stress dan menjaga lifestyle positif namun bila didera oleh stigma dalam lingkungan, maka akan berpengaruh pada kesehatannya.
Stigma paling lumrah yang masih melekat di masyatakat adalah pelabelan. Melabeli bahwa orang-orang yang tervonis HIV adalah orang bejat dan tidak memiliki kualitas apapun, stigma dalam tempat kerja misalnya bahwa karyawan yang divonis HIV akan turun produktivitas kerjanya dan akan memberikan dampak buruk bagi karyawan lain, stigma dalam kluarga misalnya mencap anggota keluarga tervonis sebagai aib keluarga yang harus disembunyikan. Stigma, pelabelan, pengecapan seperti itu akan menimbulkan efek psikologis, tekakan, depresi sehingga menimbukan gangguan psikosomatis yang memperparah kesehatan.
Diskriminasi biasanya adalah efek dari stigma, diskriminasi pada orang tervonis HIV pun masih sangat kental dalam masyarakat, misalnya perlakuan diskriminatif di rumah sakit (menuliskan HIV pada tempat tidur, menempatkan pada kamar isolasi, dll), di tempat kerja (menjauhkan meja kerja dari karyawan lain, memotong upah kerja dengan alasan ini itu), di rumah (memisahkan dan mengkhususkan alat makan, alat mandi, dan pencucian pakaian) juga akan memperburuk kualitas kesehatan tervonis akibat gangguan psikosomatis.

ARV Memperparah Efek Psikosomatis
ARV terutama golongan NNRTI seperti efavirenz dan nevirapine terbukti secara klinis menyebabkan efek samping psikologis seperti depresi, tekanan stress (mimpi buruk setiap malam dan halusinasi yang menimbulkan traumatis), hingga bipolar (dengan kecendrungan bunuh diri) dan bahkan mengakibatkan neuropati dan kerusakan sistem syaraf pusat (CNS - central nervous system).
Efek samping lain dari ARV secara umum seperti munculnya payudara pada pria, kehilangan lemak pada pipi, kulit yang menghitam bahkan melepuh justru meningkatkan resiko stigma dalam masyarakat. Pelabelan bahwa tervonis HIV merusak bentuk dan penampilan menjadi aneh sehingga mengakibatkan pengasingan dan menurunkan kepercayaan diri, depresi, stress dan gangguan psikosomatis.

Kesimpulan
Melihat Kecendrungan-kecendrungan diatas, dapat disimpulkan bahwa pembunuh para tervonis HIV adalah efek psikosomatis (stress, depresi, trauma) yang mengakibatkan gangguan metabolisme, fisiologis, bahkan penurunan imunitas, dan diperparah dengan efek samping ARV juga stigma dan diskriminasi di masyarakat.
Maka dari itu, MAHA STAR akan terus berjuang meningkatkan kualitas tervonis HIV dengan meruntuhkan stigma, diskriminasi, menolak ARV sehingga dapat meminimalisir gangguan psikosomatis.


Gue enggak kudet
bangkit bersama MAHA STAR!

Sumber:
Disarikan dari web Alodokter: Gangguan Psikosomatis, Ketika Pikiran Menyebabkan Penyakit Fisik
Journal Psychosomatic Medicine: Role of Depression, Stress, and Trauma in HIV Disease Progression
Journal Immunology Oxford: Non-HIV AIDS: nature and strategies for its management
Journal Annals of Internal Medicine: Impact of Efavirenz on Neuropsychological Performance and
Symptoms in HIV-Infected Individuals
Journal Neurology Informa: Neuropsychiatric side effects of efavirenz therapy
Journal AIDS: Depressive Symptoms Predict Increased Incidence of Neuropsychiatric Side Effects in Patients Treated With Efavirenz

Rabu, 30 Agustus 2017

Divonis Saat Tes Pranikah, Drop Karena ARV, dan Bangkit Karena MAHA STAR

Testimoni berikut adalah pengakuan dari member baru di grup diskusi MAHA STAR,
dia bercerita tentang saat pertama divonis mengidap HIV melalui tes medical check up sebelum menikah atau pre marital check up, (FYI, beberapa daerah di Indonesia memberlakukan perda surat keterangan bebas HIV sebagai syarat menikah di KUA), lalu ARV dan drop, kemudian setelah bergabung di MAHA STAR, dia bisa bangkit kembali.
simak testimoni berikut yang dicopas langsung dari grup:

"TESTIMONI ARV
kenalkan nama saya v***y, saya HIV Reaktif sejak 2012 (jgn ditanya itu dpetnya dr mana, gak penting..!!) saya test karna waktu itu mau cek kesehatan lengkap pra nikah. Tapi ternyata positif. Kaget sih tdk percaya juga. Saya test lagi di RS luar kota dan hasilnya jg reaktif. Yahh. Mau gmn lagi.. Pernikaha. Sdh di depan mata. Tambah bingung kan. Tp aku yakin semua ada jalan keluarnya.
Orang pertama yg saya kasih tau adlh calon istri, karna dia lah yg akan hidup bersama merawatku sampai akhir hayat. Kaget dan yahh.. Bisa di bayangkan lah.. Sama2 nangis.. Simalakama. Mau di gagalin kabar pernikaha udah kesebar semua. Jd kita sama2 yakin. Hidup dan mati itu tuhan yg atur. HIV hanya virus. Yg penting kita tetep sehat.
2014 saya jadi Resepsi pernikahan tanpa memikirkan status apapun. Dan alhamdullah 2015 sdh punya anak. Sampe sekarang anakku sdh usia 2 tahun. Dan sehat bahkan sangat aktif. Intinya ga perlu dipikirin.
Oh iya. Tentang ARV. 2012 s-d 2015 saya tdk terapi apa2, hanya cukup jaga kesehatan saja. 2015 saya d suruh mulai arv karna CD4 ku rendah. 115. Tp aku sehat2 aja waktu itu cm ya kecapean karna capek ngurus kelahiran si kecil. Karna waktu itu semua rumah sakit menolak kelahiran anakku. Karna bapak nya seorang odha. Tp ya sdh lah.. Akhirnya aku mulai arv agt 2015. Seminggu arv badan lsg drop. Gatal2 seluruh tubuh. Panas dingin mual2. Akhirnya aku opname di rs. Anakku yg masih usia 2 bulan aku tinggal selama 20 hari aku opname. Ntah waktu itu aku semakin tdk sehat. Kerjaan jg semakin tdk baik. Aku di pindah ke bagian lain karna ak sering sakit2an.
Alhamdulillah. Aku diseret ke group ini. Awlnya ak sangat menentang sekali group maha star ini. Tapi aku ikutin terus postingan demi postingan. Ada testimoni ada obat ada herbal ada terapi dll. Akhirnya aku putuskan bln okt 2016 stop arv sampai sekarang. Efek arv perlahan menghilang, gatal2 jg sdh tdk sebanyak dulu. Tdk pernah sakit2an lagi. Berat badan normal lagi. Dn yg penting anak istri jg sehat.. Hidup dan mati itu sdh di atur. Tapi kalu sehat dan sakit itu kita yg sendiri yg harus lebih mengerti pola hidup sehat."



MAHA STAR akan tetap konsisten menginformasikan fakta fakta yang bermanfaat
di MAHA STAR selalu, gue enggak kudet.
Bangkit Bersama MAHA STAR!

Minggu, 27 Agustus 2017

Aloe Vera: Si Duri Hijau dengan Berbagai Khasiat

 Catatan sejarah menyatakan bahwa banyak peradaban peradaban di dunia pernah menggunakan lidah buaya atau aloe vera menjadi pangan dan obat. Dalam pengobatan ayuverda, penggunaan aloe vera disebut kathalai. Seiiring dengan perkembangan teknologi, berbagai penelitian menyebutkan bahwa ternyata aloe vera memiliki berbagai kandungan biologis dan bermanfaat bagi tubuh.


Kandungan Aloe Vera
Diantara banyaknya kandungan aloe vera, berikut adalah komponen yang bermanfaat bagi tubuh, yaitu:
Acemannan: mempercepat pemulihan luka pada kulit, memperkuat sistem imun, menghambat pertumbuhan sel tumor, dan antiviral
Alprogen: anti-alergi
C-glycosyl chromone: anti inflamasi
Bradykinase: anti inflamasi
Magnesium lactate: anti alergi
Salicylic acid: analgesik dan anti inflamasi

Disarikan dari berbagai jurnal penelitian ilmiah, aloe vera memiliki manfaat sebagai:

Penyembuh Luka Bakar
Banyak penelitian menyatakan bahwa penggunaan topikal gel dari aloe vera dapat menyembuhkan luka bakar, karena aloe vera meningkatkan kontraksi pada daerah yang luka dan meningkatkan kadar kolagen pada kulit. Peran acemannan dalam aloe vera meningkatkan aktivitas kolagen dalam sel ligamen manusia.

Immunomodulator
Bila digunakan dalam bentuk gel, maka dapat menghambat proses pembengkakan. Aloe vera juga menunjukan aktivitas farmakologi dalam mengurangi respon pembengkakan penyakit usus

Anti Diabetes
Studi klinis menunjukan bahwa aloe vera gel dapat bertindak sebagai anti hiperglikemik dan anti hiperolesterol agen yang aman bagi pasien diabetes tipe 2 tanpa ada efek signifikan pada tingkat lipid darah normal atau fungsi hati dan ginjal.
Gel ale vera juga membantu meningkatkan metabolisme karbohidrat, meningkatkan kondisi metabolis pada pasien obesitas pre-diabetes dan pasien diabetes tanpa penanganan awal dengan mengurangi bobot tubuh, masa lemak tubuh, glukosa darah puasa, dan insulin puasa pada orang yang diabetes.  

Anti Oksidan
Aloe vera mengandung beberapa substansi antioksidan meliputi tokoferol (vitamin E), karotinoid, asam askorbat (vitamin C), flavonoid, dan tanin, itu semua telah diketahui bahwa antioksidan tersebut merupakan bahan penting dari tanaman obat yang digunakan dalam penanganan berbagai penyakit 

Manfaat Hepatoprotektor
Isolasi fitosterol dalam aloe vera mampu memiliki kemampuan untuk induksi penurunan regulasi sintesis asam lemak dan condong pada penaikan regulasi dari oksidasi sintesis asam lemak dalam liver, yang mampu mengurangi lemak intra-abdominal dan meningkatkan hiperlipidemia. 
Kombinasi dari probiotik lactobasilus rhamnosus GG dan gel aloe vera memiliki potensi penyembuhan dalam menurunkan tingkat kolesterol dan resiko penyakit kardiovaskuler.

Anti Kanker
Aloin, komponen alami utama dalam aloe vera telah didokumentasikan potensinya sebagai pilihan terapi bagi kanker, dimana menunjukan efek kemoprotektif. Aloe-emodin, juga komponen alami dalam aloe vera telah diteliti memiliki aktivitas biologis yang beragam termasuk fungsi anti-kanker. Komponen tersebut memiliki efek antiproliferasi pada beberapa tipe sel kanker, seperti pada sel kanker di paru-paru, squamous pada kulit, glioma pada otak, dan sel neuroektodermal.

Anti Mikroba
Aloe vera juga merupakan agen anti bakteri. gel daun aloe vera memiliki khasiat anti jamur terhadap jamur jenis candida. Aloe vera juga memiliki anthraquinone sebagai bahan aktif, dimana merupakan analog sturktur dari tetracycline. Anthraquinone berfungsi seperti tetracycline yang menghambat sintesis protein bakteri sehingga bakteri tidak dapat tumbuh.
Penelitian terbaru juga menunjukan bahwa gel aloe vera menunjukan aktivitas antibakteri terhadap strain Helicobacter pylori resisten, dan pengaruhnya terhadap fenomena resistensi antimikroba. Dapat disimpulkan bahwa aloe vera adalah agen alami efektif bila dikombinasikan dengan antibiotik untuk penanganan infeksi lambung atau masalah pencernaan. 

Antiviral
Banyak penelitian menunjukan bahwa gel aloe vera memiliki aktivitas antiviral yang mencegah penyerapan, penempelan dan masuknya virus pada sel inang. Penelitian in vitro juga menunjukan bahwa ekstrak aloe vera memiliki khasiat antiviral terhadap virus herpes simplex tipe 2. Berbagai bahan aktif dalam aloe vera juga dapat mengahambat replikasi virus influenza. Selain itu, percobaan awal telah dilakukan terhadap aloe vera yang dikonsumsi ternyata dapat membantu orang yang tervonis HIV untuk meningkatkan sistem imunnya dan menambah jumlah CD4.

Mengolah Aloe Vera
Meski memiliki banyak manfaat luar biasa, aloe vera alami tidak dapat dikonsusmsi begitu saja, karena terdapat lendir yang akan menimbulkan rasa getir dan gatal pada lidah, lendir tersebut bersifat toksik dan dapat menyebabkan keram perut dan diare bila tertelan. Cara mengolah aloe vera alami untuk dikonsumsi adalah:

  • Hilangkan duri lidah buaya dan cuci dengan air mengalir, lalu pisahkan kulit dan daging lidah buaya
  • Cuci bersih lidah buaya hingga lendir hilang, dan potong dadu
  • Rendam potongan lidah buaya dengan air garam selama kurang lebih 20 menit, cuci kembali dengan air mengalir
  • Rebus daging lidah buaya selama 15 menit, tambahkan daun pandan agar baunya hilang
  • Angkat dan tiriskan, lidah buaya siap diolah.
Bila tidak yakin dalam mengolah lidah buaya, saat sudah banyak dipasaran yang menjual nata aloe vera atau daging lidah buaya dengan sirup manis. 

Gue enggak kudet,
Bangkit bersama MAHA STAR!

Sumber:

Senin, 14 Agustus 2017

Yogurt: Manfaat Probiotik bagi Imunitas



Siapa yang tidak tau yogurt?
Makanan dari produk susu yang mengandung probiotik (mikroorganisme yang bila dalam jumlah yang cukup dapat memberikan manfaat kesehatan bagi inangnya) ini sudah sangat familiar bagi masyarakat, terlebih bila mengalami gangguan pencernaan seperti diare, yogurt menjadi pilihan dalam pengobatan.
Selain pengobatan, ternyata yogurt juga dapat meningkatkan kesehatan dan imunitas manusia loh.
Penelitian baru-baru ini menunjukan bukti bahwa probiotik mampu mengurangi resiko sakit dalam populasi yang disebabkan oleh kondisi lingkungan, status fisik, dan penyakit riwayat keluarga Manfaat ini dapat terjadi karena hasil dari status imun yang meningkat, berkurangnya infeksi pencernaan, atau peningkatan integritas pencernaan.

Yogurt dan Pasien HIV
Sebuah penelitian di Afrika mencoba memberikan treatmen yogurt pada pasien HIV positif di Afrika, dimana sebetulnya nutrisi dan air sangat kurang. 
Seperti yang disampaikan oleh Luc Montagnier, penemu HIV, dan peraih nobel kedokteran mengungkapkan bahwa sebetulnya HIV dapat dihilangkan dengan perbaikan nutrisi, air, dan sanitasi yang layak. Bila kita melihat kondisi di Afrika, dimana epidemi HIV paling banyak, ternyata juga mengalami kondisi malnutrisi, kelaparan, kekeringan, dan lingkungan hidup yang kurang bersih dan kurang layak, tak heran kasus terdeteksi HIV/AIDS ditemukan paling banyak di sana.
Dalam penelitian di Afrika yang dilaporkan oleh jurnal NCBI, pasien yang terdeteksi HIV positif dengan kondisi buruk karena kekurangan nutrisi maupun efek samping ARV diberikan yogurt beberapa kali, dan hasilnya mayoritas memberikan hasil yang baik.
Hampir seluruh pasien menunjukan hasil pemulihan dari kondisi tubuh mereka, diantaranya kenaikan bobot tubuh, berkurangnya keluhan-keluhan pencernaan (diare) dan masalah kulit (ruam-ruam) efek dari ARV, hingga naiknya angka CD4 menjadi 500.
Beberapa pasien memilih untuk berhenti ARV karena efek yang luar biasa menyiksa dan menimbulkan penyakit dalam tubuh, lalu beralih dengan konsumsi yogurt. salah satu testimoni dari pasien tersebut adalah:

"… I noticed myself, from taking the yogurt, that I felt really good. I now have energy I did not have before…. I feel strong now. So, I know that this probiotic medicine is something that is good for my health. This is why I stopped taking ARVs. The yogurt is helping me so much that I do not even have to take ARVs. This is good because they [ARVs] made me feel very sick before, and now I have energy. I also like the taste of the yogurt. It is a good meal for me." (Anisia, female, HIV+ve).

terjemahan: Saya merasakan sendiri, sejak saya minum yogurt, saya merasa sehat/.Sekarang saya memiliki energi yang tidak saya miliki sebelumnya... saya merasa kuat sekarang. Saya sekarang tau bahwa obat probiotik ini adalah sesuatu yang baik bagi kesehatan saya. inilah kenapa saya berhenti minum ARV. Yogurt sangat membantu saya hingga saya tidak lagi perlu minum ARV. ini bagus karena sebelumnya, ARV membuat saya sangat sakit, dan sekarang saya berenergi, dan saya juga suka dengan rasa dari yogurt ini, ini makanan yang baik untuk saya.: (Anisia, Perempuan, HIV+)


Testimoni lain yang menyatakan untuk berhenti ARV dan beralih ke yogurt lalu mengalami kenaikan CD4:
"Probiotic yogurt is a powerful medicine … it just makes me feel healthy. I take yogurt instead of ARVs to help me feel better from the HIV. The ARVs used to make me feel very sick, and I do not like them. Also, since I have been taking the yogurt, my CD4 counts have gone up, and this is why I know that it helps my immune system. My CD4 count has gone from 235 to 315. Since this is helping me so much, I stopped taking my ARVs.… It is simple, the ARVs make me feel sick but the yogurt does not, and it tastes good." (Durhame, female, HIV+ve).

Terjemahan: "Yogurt probiotik adalah obat yang luar biasa... itu membuat saya merasa sehat. saya minum yogurt daripada ARV untuk membuat saya lebih baik dari HIV. ARV membuat saya merasa sangat sakit, dan saya tidak suka itu. juga, sejak saya minum yogurt, angka CD4 saya naik, dan inilah kenapa saya tau bahwa ini membantu sistem imun saya. CD4 saya naik dari 235 menjadi 315. Sejak ini banyak membantu saya, saya berhenti minum ARV... ini sederhana, ARV membuat saya sakit tapi yogurt tidak, dan rasanya enak." (Durhame, Perempuan, HIV+)


Testimoni-testimoni lain dapat dibaca di sumber nomor 1.

ARV dan Pencernaan
Dari banyaknya testimoni di jurnal tersebut, pasien di Afrika mengeluhkan masalah kesehatan dan pencernaan ketika mengonsumsi ARV, lalu membaik setelah mengonsumsi yogurt, bahkan beberapa memutuskan untuk berhenti ARV dan menyatakan adanya peningkatan CD4.
Dapat disimpulkan bahwa, selain memberikan racun/toxic, ARV juga menyebabkan ketidakseimbangan bakteri pencernaan dengan membunuh bakteri-bakteri menguntungkan dalam pencernaan, bahkan menimbulkan pertumbuhan bakteri merugikan yang menyebabkan diare. Itu lah mengapa pasien di Afrika mengeluhkan masalah pencernaan ketika ARV dan malah membaik setelah konsumsi yogurt.
Dengan perbaikan nutrisi, maka imunitas akan pulih dan meningkat, menyembuhkan keluhan-keluhan yang ada. Lalu, kenapa masih menenggak toxic berbahaya seumur hidup dan menggadaikan hidup bahagia dan produktif demi "janji palsu" panjang umur?


Gue enggak kudet,
bangkit bersama MAHA STAR! 

Sumber:



Sabtu, 12 Agustus 2017

Beberapa Tips Menjaga & Menguatkan Imunitas

Sistem imun tubuh adalah sel, jaringan, dan organ yang bekerja sama untuk melindungi tubuh dari infeksi. Mikroba (kuman) penyebab infeksi seperti bakteri, virus, parasit, dan jamur. Mikroba senang untuk melekat pada tubuh manusia, karena merupakan lingkungan yang ideal bagi mereka. Inilah tugas sistem imun tubuh untuk menjaga tubuh manusia dan menangkap serta menghancurkan mikroba. Jutaan sel berkumpul menjadi tiap set dan subset, kemudian saling mengantarkan informasi. Ketika sel imun tersebut mendapat peringatan, mereka mengalami perubahan taktis dan memproduksi bahan kimia yang kuat. Substansi kimia itu yang akan mengatur perkembangan sel imun, menarik sel-sel lain dan mengarahkannya ke pusat masalah.

Namun ada kalanya, pertahanan imun menurun sehingga tubuh pun jatuh sakit. Sering terserang flu dan sakit tenggorokan bisa jadi tanda kekebalan tubuhmu sedang melemah. Selain itu, luka yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh juga menandakan lemahnya sistem imun. Kebiasaan makan dan status gizi seseorang bisa mempengaruhi tingkat kekebalan tubuhnya. Terlalu banyak mengonsumsi gula bisa menurunkan tingkat kekebalan tubuh. Gula dapat menekan sistem kekebalan tubuh dan merusak pertahanan tubuh melawan infeksi penyakit.

Selain itu, proses penuaan juga bisa mengarah pada penurunan kemampuan respon imun. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun dperkirakan ada hubungannya dengan status gizi. Orang tua cenderung makan lebih sedikit dan sering kurang variasi dalam makanan sehari-hari mereka.



Cara Meningkatkan Sistem Imun Tubuh
Untuk meningkatkan sistem imun tubuh dapat dilakukan melalui berbagai cara yaitu :

Mempertahankan Kesehatan Pencernaan
Saluran pencernaan harus selalu siap menangkal patogen yang masuk dan membiarkan nutrisi dari makanan masuk ke tubuh kita. Kerjanya yang cukup rumit membuat kita harus terus menjaga saluran pencernaan, tentu melalui apa yang kita makan. Makanan yang tinggi kolin seperti daging, seafood, susu, telur, kedelai, dan brokoli baik untuk saluran pencernaan. Hal ini dikarenakan fosfatidilkolin merupakan komponen mukosa pelindung yang melapisi saluran pencernaan. Vitamin A juga mendukung kesehatan saluran pencernaan serta meningkatkan mukosa pelindung dalam saluran pencernaan. Selain itu, jangan lupa juga untuk mengonsumsi pangan kaya akan serat. Serat akan difermentasi oleh bakteri baik dalam usus untuk membantu memecah rantai asam lemak yang nantinya akan digunakan sebagai bahan bakar sel saluran pencernaan. Serat juga membantu menghilangkan racun serta meningkatkan pertahanan sel saluran pencernaan

Konsumsi Nutrisi Seperti Protein, Antioksidan, Asam Lemak Esensial, Dan Vitamin
Telur, ikan, kerang, serta banyak dari sayuran dan biji-bijian yang kaya akan protein dan asam amino untuk kekebalan tubuhmu. Nutrisi lain seperti vitamin C juga dikenal dapat meingkatkan kekebalan tubuh. Vitamin C muncul sebagai nutrisi yang mempu mengurangi keparahan gejala infeksi saluran pernapasan atas. Vitamin C juga mendukung fungi sel T, serta produkasi antioksidan yang mendukung kesembuhan pada lokasi inflamasi. Vitamin B juga ternyata penting dalam mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat. Misalnya vitamin B5 (asam pantotenat) yang meingkatkan produki sel B. Selain itu, kekurangan vitamin B6 terus-menerus juga dapat merusak fungsi sel T. Selain vitamin B5 dan B6, kekurangan vitamin B1 dan B2 juga dapat mengganggu respon antibodi yang normal. Bayam dan kembang kol merupakan sayur yang kaya akan vitamin B6, C, dan asam folat. Sedangkan sumber vitamin B2 yang baik adalah jamur kancing. Vitamin lainnya seperti vitamin A, E, dan K juga penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Kekurangan vitamin A bisa merusak fungsi antibodi dan aktivitas T-sel. Karena itu, rajinlah konsumsi seperti wortel, ubi jalar dan sayuran hijau. Vitamin E seperti lobak hijau dan sawi adalah antioksidan penting dan mendukung respon inflamasi yang sehat. Vitamin K mendukung pembekuan darah dan ini diperlukan untuk melindungi daerah infeksi dan cedera dalam proses penyembuhan

Cara ketiga adalah dengan memulai gaya hidup sehat seperti tidak merokok, tidur cukup dan olahraga teratur.

Sumber :
The World’s Healthiest Foods”. Whfoods.com. N.p., 2016. Web. 28 Aug. 2016.
Publications, Harvard. “Health Information And Medical Information – Harvard Health”. Harvard Health. N.p., 2016. Web. 28 Aug. 2016.

Jumat, 11 Agustus 2017

Manfaat Air Putih Bagi Tubuh

Hasil penelitian yang dimuat dalam sebuah jurnal kesehatan Amerika Serikat, Frontiers in Human Neuroscience memaparkan manfaat yang akan diperoleh tubuh ketika seseorang meminum delapan gelas air putih selama 30 hari. Menurut Luc Montagnier, peraih nobel bidang kedokteran, menyatakan bahwa air yang bersih dan baik dapat menanggulangi infeksi HIV.

Nah, yuk simak, apa sajakah manfaat dari minum air? 
Berikut manfaat yang diperoleh tubuh ketika seseorang mengonsumsi air putih delapan gelas sehari selama 30 hari:


Kinerja otak meningkat
Meminum air putih yang cukup selama 30 hari mampu meningkatkan kinerja otak. Otak membutuhkan banyak oksigen agar mampu bekerja secara optimal. Sebagian besar oksigen yang diperlukan otak terkandung dalam air mineral. Oleh sebab itu, selama ini banyak ahli menyarankan seseorang meminum air putih setidaknya delapan gelas perhari guna meningkatkan 30 persen kemampuan otak.

Memperkuat sistem kekebalan tubuh 
Masyarakat Ceko meyakini air putih merupakan obat alami yang dapat dipakai menyembuhkan segala macam penyakit. Sebab, air mineral berfungsi menetralisir racun dalam tubuh. Mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup juga akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Minum ar putih juga bisa mengatasi pegal-pegal dan mengurangi zat racun dan zat garam dari dalam tubuh.

Menjaga kesehatan hati dan ginjal 
Minum air putih dapat menjaga kesehatan ginjal dan mengurangi risiko batu ginjal. Bukan hanya itu, penelitian yang dilakukan tehadap sekelompok orang yang minum air putih yang cukup selama 30 hari terbukti memiliki organ ginjal, jantung, dan hati lebih sehat dibandingkan dengan orang yang tidak minum air putih.

Membuat awet muda 
Air membuat Anda terlihat awet muda. Air putih sangat dibutuhkan untuk menjaga elastisitas kulit dan mencegah timbulnya keriput. Penelitian yang dilakukan kepada seorang wanita berusia 40 tahun membuktikan khasiat air putih. Wanita itu telah membuktikan jika minum air putih selama 30 hari, wajahnya tampak lebih muda dibandingkan dengan teman-teman seusianya.

Menurunkan bobot tubuh 
Andrea Giancoli, seorang peneliti dari The Academy of Nutrition and Dietetics, Amerika Serikat memaparkan meminum air putih yang cukup selama 30 hari mampu melunturkan racun dan lemak di tubuh seseorang. Andrea menyarankan kepada para pelaku diet untuk melakukan terapi tersebut guna menurunkan bobot tubuh mereka. 

Sumber
Journal Frontiers in Human Neuroscience

Kamis, 10 Agustus 2017

Rusak Syaraf Tubuh Sebelah Kiri Setelah Minum ARV

Berikut adalah pengakuan dari salah satu MS Lover yang mengalami efek samping ARV, selain itu, dokter juga melakukan cek HIV dalam darahnya tanpa consent/persetujuan pemilik darah, hal ini jelas melanggar peraturan menteri kesehatan, dimana meskipun dokter mencurigai HIV karena pasien mengalami gangguan pernapasan (spt. TB), tetap harus ada persetujuan dari pasien untuk diambil darah dan dicek HIVnya. bila pasien menolak, maka pasien harus menandatangani surat pernyataan penolakan. lebih lenggap soal peraturan menteri terkait pengecekan HIV berdasarkan consent dapat dilihat di sini.

berikut adalah transkrip dari testimoni MS lover di grup diskusi MAHA STAR:

"Selamat malam Kawan M S aku mau cerita sedikit tolong kau opini ya...
Sebelum bulan puasa aku pulang dr rantau krn sakit dan sakit ini bisa dibilang parah krn aku kesulitan bernafas,bnr2 tersiksa tidak bisa nafas 
Sesampainya di kampung halamana aku langsung masuk ugd stlh di periksa dokter aku hrs rawat inap,
Dg anehnya aku dimasukan keruang isolasi dan aku dibantu oksigen..
Tiap pagi dokter chek aku bahkan ambil darahku juga,
Selama smggu ku dirawat...pas hari terakhir mau pulang dokter mengajak q bwt bicara 4 mata
Stlh kita berdua diruangan khusus baru dokter itu memberi tahu klo aq di vonis hiv alangkah trkejutnya aq (catatan: dia diambil darah dan dicek HIV tanpa consent/persetujuan)

APakah dg sakit q yg awalnya sulit bernafas kenapa larinya jd hiv/aids
Tanpa memberi tahu cd4 nya brp lsg di vonis hiv
Smggu kemudian aq disuruh kontrol dan lsg disuruh minum arv...awal mula rasanya ngefly efek dr arv cukup lama efek obat itu .sudah hbs sebtol aq minum arv...tp sama2,jd parno minum obt itu karna skrg kaki kiri tangan kiri kayak mati rasa
Skrg jlnku gk normal sdkt pincang
Di buat berdiri udah gk kuat kayak mau ambruk
Dah 4 hr apa stop arv menurut kalian gmn? Lanjut apa stop slmanya
Mksh sblmnya
Salam sehat sllu"

dan berikut adalah screenshoot dari testimoni asli:


Jangan sampai ini terjadi lagi gara-gara kudet!

Gue enggak kudet,
bangkit bersama MAHA STAR!

Rabu, 09 Agustus 2017

Minum Teh Hijau dapat Menghambat Replikasi HIV


Siapa sih yang ga tau teh hijau atau green tea?
Teh hijau berasal dari daun tanaman teh (Camellia Sinensis). Bedanya dengan teh hitam atau teh oolong, teh hijau tidak melalui proses fermentasi, oksidasi dan pengeringan yang berlebihan, sehingga meskipun kandungannya sama dengan jenis minuman teh lain, namun konsentrasi dalam teh hijau lebih tinggi. Tanaman teh berasal dari Tiongkok namun saat ini sudah luas dibudidayakan diberbagai negara seperti Jepang, Korea, Vietnam dan Indonesia. 

Kandungan Teh Hijau
Kandungan dalam teh hijau sangat banyak, kompleks, dan belum seluruhnya dipahami. Komponen yang paling banyak dalam teh hijau adalah polifenol. Lebih spesifik yaitu flavonoid seperti catechin, catechin gallate, dan pro-antosianidin. daun segar mengadung kafein, theobromin, theofilin dan metilxantin, lignin, asam organik, klorofil, dan asam amino bebas. Kesemua itu dimanfaatkan oleh manusia dan didapatkan dengan cara ekstraksi menggunakan air panas atau diseduh (brewed). 

Manfaat Biologis Teh Hijau
Polifenol dan flavonoid memegang peranan penting dalam memberi manfaat pada aspek biologis. Menurut penelitian ilmiah, teh hijau bermanfaat mengantasi berbagai masalah patologis, termasuk penyakit kardiovaskuler, stroke, obesitas, dan kanker. Teh hijau juga berperan sebagai antioksidan dalam menanggulangi radikal bebas yang memberikan efek negatif bagi kesehatan.
Berperan seperti antibiotik, teh hijau mampu menanggulangi masalah yang disebabkan mikroba diantaranya bakteri pencernaan yang menyebabkan diare, gastritis, dan infeksi lambung. Mikroba jamur dan virus juga dapat ditanggulangi dengan teh hijau misalnya potensi dalam memblok replikasi virus HIV, hepatitis, influenza, enterovirus, mengusir parasit, jamur filamen, mengatasi chlamydia dan mycoplasma.


Pelindung Imunitas dan Penghambat HIV
Selain berbagai manfaat dalam mengatasi keluhan penyakit patologis, melawan mikroorganisme merugikan, antioksidan dan anti-kanker, teh hijau juga disebut-sebut sebagai bahan potensial sebagai terapi alternatif infeksi HIV. 
Dari berbagai penelitian menyebutkan bahwa bahan aktif polifenolik catechin dalam teh hijau mampu menginhibisi replikasi HIV transkriptase balik dan dengan mencegah penempelan virion HIV ke molekul T-sel helper (sel CD4). Dengan kata lain, catechin dalam teh hijau berperan dalam mencegah langkah awal dalam proses infeksi HIV ke T-sel dalam darah.

Konsumsi dan Dosis
Tidak ada penelitian bahwa teh hijau memiliki potensi mortalitas. Namun disarankan, konsumsi teh hijau per hari adalah maksimum 3 cangkir. Penggunaan teh hijau sebagai konsumsi moderat, reguler atau kebiasaan tergolong aman. Namun, jangan pula melebihi dosis maksimum konsumsi teh hijau karena berpotensi memperberat kerja liver, dan menjadi pro-oksidan berlebih yang merusak DNA (Johnson & G. Williamson, Phytochemical functional foods, 2003)

Manfaat luar biasa seperti ini, minim efek samping, koq masih pilih yang menyiksa?

Gue enggak kudet,
bangkit bersama MAHA STAR!

Sumber:

Selasa, 08 Agustus 2017

Beda Tempat Tes, Hasil Tes HIV Berubah-ubah

Satu lagi testimoni dari MS lovers yang mengalami perbedaan hasil saat VCT/ tes HIV di tempat berbeda. Sudah sering dibahas bahwa tes kit yang digunakan saat VCT ternyata tidak ada standar baku, dan tidak valid karena selain hasil reaktif dan non-reaktif, tes kit juga bisa mengeluarkan hasil positif palsu, negatif palsu, dan indeterminate (tidak jelas), baca lebih banyak tentang Kit VCT yang tidak baku.
Sebelumnya, testimoni MS lovers yang lainnya juga mengalami hal mirip terkait perbedaan hasil tes VCT. Hasil reaktif atau non reaktif pada VCT ternyata dipengaruhi pula toleh jawaban saat kita counseling. cek testimoni-testimoni soal jawaban VCT terdahulu:
Tes VCT Lebih Dipengaruhi Hasil Wawancara/Conseling
Hasil Tes berbeda, hanya karena perbedaan jawaban counseling/wawancara

Berikut adalah testimoni terbaru tentang inkonsistensi tes VCT dari MS lovers:

"Tahun 2014 saya terinfeksi TB dokter menyarankan saya untk cek up setiap 2minggu sekali dan setiap hari saya harus minum obat TB yg besar besar itu sehari 2 tablet. Begitu tersiksa nya saya setiap hari harus minum obat TB itu efek samping nya begitu parah saya jadi suka mual mual dan menjadi ga nafsu makan, hasilnya berat badan saya menurun. Seminggu saya minum obat itu akhirnya saya jatuh sakit karna badan saya ngedrop, dokter rmh sakit yg menangani saya nelpn karna saya absen buat pengambilan obat. Saya cerita semuanya dan saya pun menyuruh dokternya untk ke rumah saya tapi dia mempunyai alasan sibuk. Akhirnya saya berhenti untk meminum obat itu dan melanjut kan mengkomsumsi obat herbal seperti rebusan kulit manggis sama daun sirsak. Dan saya juga coba konsumsi obat herbal kuning besar yg dijual di toko toko obat herbal. Alhamdulilah setelah komsumsi obat herbal kondisi saya mulai membaik dan saya coba untk ke rmh sakit paru lagi dan mengeluh akan obat itu, saya pun di periksa lagi dan di nyata kan membaik. Akhirnya dokter cuman ngasih dosis obat 2hari sekali katanya untk antispasi, tapi saya tdk meminum nya karna udah trauma kejadian wktu itu. Dan saya di suruh untk cek darah 2x di hari itu juga yg pertama cek darah meyakinkan saya bahwa saya tdk mempunyai lagi penyakit selain TB yg kedua tes HIV/AIDS hasilnya alhamdulilah negatif.
3bulan berlalu saya cek lagi ke puskesmas karna tmn saya seorang konselor VCT. akhirnya saya coba tes lagi dan hasilnya pun negatif. 
3bulan berlalu saya tes beda konselor dan beda puskesmas juga karna wktu itu tmn sy lagi ga bisa dampingin saya, ternyata hasilnya positiv padahal saya tdk melakukan apapa selama 3bulan belakangan itu. 
Begitu aneh yg saya rasakan nunggu hasilnya lama beda sama rmh sakit dan puskesmas yg biasa tmn sy itu. Akhirnya saya di suruh melakukan pengobatan ARV tapi saya menjawab maaf saya mau pikir pikir dulu aja. 
Akhirnya saya ceritain ke tmn saya itu dan tmn sy menganjurkan untk tes lagi 3bulan mendatang, akhirnya saya tes lagi sama tmn saya itu dan hasilnya beda sama puskesmas yg itu. Negatif. Bener bener ga bisa saya mengerti akan hasil perbedaan itu."

berikut adalah screenshoot dari postingan asli di grup MAHA STAR:


Gue enggak kudet,
bangkit Bersama MAHA STAR!

Minggu, 06 Agustus 2017

Kunyit, Bumbu Dapur Super yang Serba Bisa


Kunyit (Curcuma longa) atau kunir, adalah rempah-rempah yang sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia karena selain mudah didapat, juga penggunaannya yang luas dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Penggunaan kunyit terutama untuk bumbu dapur sudah tidak asing lagi, terlebih kuliner khas di Indonesia sangat lumrah menggunakan kunyit sebagai pewarna makanan atau penambah cita rasa.

Selain bumbu dapur, dalam beberapa tradisi, kunyit juga digunakan sebagai obat-obatan terutama masyarakat di India dan Asia Tenggara. Di India, penggunaan kunyit dalam pengobatan adalah salah satu dari cara pengobatan ayuverda, yaitu pengobatan holistik menggunakan bahan alami dan rempah. Seiiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penelitian terhadap kunyit mulai dilakukan, dan ternyata penelitian membuktikan bahwa kunyit memiliki komponen aktif bernama curcuminoid yang berkhasiat bagi biologis dan medis.

Sebagai Antioksidan
Senyawa curcuminoid dalam kunyit mampu menginhibisi peroksidasi lipid, dimana peroksidasi lipid dalam tubuh memiliki peran dalam inflamasi (pembengkakan), penyakit liver, dan pertumbuhan kanker. Kunyit juga efektif sebagai antioksidan terhadap efek radiasi yang merusak protein, memperkaya beta-carotin, dan mengurangi radikal bebas juga metal penyebab neurotoksisitas dan kerusakan otak.

Sebagai Antimikroba
Beberapa mikroba merugikan, terutama bakteri pencernaan yang mengakibatkan diare dapat ditanggulangi oleh kunyit. mikroba seperti jamur juga efektif terhadap kunyit.

Sebagai Anti-venom
Senyawa ar-turmerone ternyata dapat menetralisir racun gigitan ular yang mengenai darah. Jadi, kunyit bisa dijadikan pertolongan pertama untuk korban gigitan ular berbisa, sebelum datang pertolongan dan pengobatan utama.

Sebagai Anti-HIV
Sudah banyak penelitian menunjukan bahwa zat curcumin dapat menahan replikasi virus HIV dengan menginhibisi (mengganggu) proses protase dan integrase HIV dalam darah. Bahkan, zat curcumin sedang dikembangkan menjadi obat AIDS!

Sebagai Anti-Tumor
Komponen dalam curcuminoid, yaitu curcumin, chlorogenic acid, cafeic acid dan ferulic acid diteliti efektif terhadap tumor. zat-zat komponen curcuminoid tersebut menginhibisi karsinogen penyebab pertumbuhan tumor. Bahkan, curcumin juga berpotensi sebagai pencegah kanker karena berperan sebagai agen chemoprevention   

Sebagai Anti-Diabetic
Curcumin juga dapat menurunkan level gula darah dan menurunkan resiko terhadap diabetes melitus.

Mengolah Kunyit sebagai Herbal
Seperti yang sudah kita baca diatas, ternyata zat efektif dari kunyit adalah komponen kompleks dari curcuminoid. Curcuminoid terdiri dari banyak zat biokimia yang bermanfaat bagi tubuh. Cara mudah mengekstraksi zat curcuminoid adalah dengan direbus dan dibuat menjadi minuman yang menyegarkan. Beberapa ruas kunyit dibersihkan dari tanah dan kotoran lalu dimemarkan (digeprek) dan direbus. Untuk menambah cita rasa dan manfaat ganda sekaligus, rebusan dapat dikombinasikan dengan geprekan jahe, serai, kencur atau cengkeh, untuk menambah rasa manis bisa gunakan madu atau kayu manis. 

Ekstrak kunyit atau minyak kunyit dengan kandungan curcumin dalam bentuk kapsul yang lebih praktis juga dapat dikonsumsi meski harganya lebih tinggi dibanding mengolah alami. 
Bagaimana dengan jus kunyit. Efektivitas kunyit tidak akan terlalu maksimal karena zat curcuminoid tidak optimal terekstraksi. Jus kunyit lebih memberikan kita zat fiber (serat) dan beta-carotin. Terlalu sering mengonsumsi jus kunyit juga dikhawatirkan memperberat kerja ginjal sebagai filter urine, karena warna yang terlalu pekat dari curcumin itu sendiri. Jus kunyit bisa digunakan bila kita ingin menambah warna alami dalam makanan agar lebih menggugah selera.


Kesimpulan
Bila kita melihat sekitar dan sekeliling kita, ternyata Tuhan yang maha pemurah sudah menyediakan kita sumber-sumber pengobatan alami dan minim efek samping. Jadi, kenapa kita masih angkuh dengan mengatakan bahwa ada penyakit yang tidak ada obatnya?

Selalu, gue enggak kudet
Bangkit Bersama MAHA STAR!


Sumber:



Jumat, 04 Agustus 2017

Tentang Infeksi Menular Seksual (IMS)

[PERINGATAN: Postingan ini berisi gambar-gambar vulgar seperti kelamin dan kondisi masalah medis yang mungkin dapat membuat tidak nyaman]

Stigma HIV/AIDS yang masih sangat kuat di masyarakat membuat orang lupa, bahwa mikroorganisme yang menjangkit melalui hubungan seksual cukup banyak, lebih berbahaya karena lebih cepat berkembang bila dibandingkan HIV. Selain dapat merusak organ intim dan organ dalam lain, beberapa penyakit IMS juga menimbulkan gejala yang terlihat oleh mata, dan membuat penderita tidak nyaman dan tidak percaya diri. 

Bakteri, virus, parasit, jamur dan patogen lain dapat menular melaui darah dan cairan kelamin terlebih pada hubungan seksual aktif dan beresiko. Terkadang IMS ini dapat menyebabkan hasil tes antibodi HIV menjadi positif. 

Apa yang harus dilakukan bila terkena IMS? Segera ke dokter atau klinik untuk mendapatkan diagnosa dan obat. Banyak orang yang malu pergi ke dokter bila ada keluhan di kelaminnya, karena khawatir mendapat cap buruk dari pihak medis, padahal bila dosisnya tepat, IMS bisa disembuhkan.
Berbeda dengan HIV, pengobatan IMS tergolong ringan dan tidak perlu dilakukan seumur hidup. IMS yang disebabkan oleh bakteri, parasit dan jamur dapat disembuhkan dengan tuntas, dan IMS karena virus dapat ditekan sehingga tidak muncul kembali.

IMS yang Disebabkan Bakteri
Tipikal IMS yang disebabkan oleh bakteri biasanya cepat berkembang, namun bisa disembuhkan secara tuntas dengan dosis antibiotik yang tepat sesuai resep.

1. Sipilis
Penyebab: bakteri Treponema pallidum
Gejala:
Sipilis Primer: munculnya lesi atau luka pada alat kelamin atau pada mulut. Luka ini tidak terasa sakit, tapi sangat mudah untuk menularkan infeksi. Luka atau lesi ini akan bertahan selama 2 minggu hingga 1,5 bulan setelah terinfeksi dan kemudian menghilang dengan sendirinya. 
Sipilis Sekunder: Setelah gejala sipilis primer hilang, muncul ruam melingkar berwarna merah kehitaman di tubuh, umumnya ditelapak tangan dan kaki. Ruam tidak berasa gatal atau sakit, dan hilang dalam 2 - 10 minggu. Tahap sekunder juga terkadang muncul gejala yang mirip dengan flu seperti demam, nyeri pada persendian, sakit kepala, bahkan kerontokan rambut.
Sipilis Laten:  Jika sifilis tidak ditangani, infeksi ini akan berlanjut ke tahap yang berikutnya dalam 4-10 minggu setelah ruam hilang. Pada tahap berikutnya, seluruh gejala akan hilang dan penderita tidak akan merasa apapun seperti orang sehat lain. Kondisi tanpa gejala dapat bertahan dalam 3 - 10 tahun. Namun, bakteri dalam tubuh berkembang perlahan, menyebar ke seluruh tubuh dan merusak organ tubuh.
Sipilis Tersier: Bila tidak diobati sama sekali, akan muncul gejala kerusan organ dan menyebabkan kondisi serius berupa kelumpuhan, kebutaan, demensia, meningitis, gangguan jantung, dan masalah koordinasi.
Diagnosis: untuk memastikan diagnosis sifilis diperlukan tes darah VDRL dan TPHA untuk melihat titer dan menentukan dosis pengobatan. 
Pengobatan: Suntikan antibiotik benzatin penisilin dengan dosis bergantung pada fase dan titer. 
Herbal Ajuvan: bawang putih, kayu secang, sambiloto.

2. Gonore (Kencing Nanah)
Penyebab: bakteri Neisseria gonorrhoeae
gejala:
Pada Pria: Pada ujung penis keluar cairan berwarna putih, kuning, atau hijau, rasa sakit atau perih saat buang air kecil, peradangan pada ujung penis, terkadang ditemukan rasa sakit di sekitar buah zakar.
Pada Wanita: Cairan vagina yang encer dan berwarna kuning atau hijau, sering buang air kecil, perih atau rasa sakit saat buang air kecil, rasa sakit pada perut bagian bawah pada saat berhubungan seks atau setelahnya, perdarahan pada saat berhubungan seks atau setelahnya, atau perdarahan berlebihan ketika mengalami menstruasi, Gatal di sekitar kelamin.
Diagnosis: tes urine pada pria dan pemeriksaan cairan vagina pada wanita. Selain itu, pengambilan sampel nanah dari bagian yang terinfeksi juga bisa dilakukan.
Pengobatan: Antibiotik sesuai dosis dan resep dokter
Herbal Ajuvan: bawang putih, kunyit

3. Chlamydia
Penyebab: bakteri Chlamydia trachomatis
Gejala: 
Pada Pria: Pada ujung penis keluar cairan berwarna jernih atau putih, sakit pada saat buang air kecil, rasa gatal atau panas sekitar lubang penis, rasa sakit dan pembengkakan di sekitar buah zakar
Pada Wanita: Cairan vagina tidak seperti biasanya, perih atau rasa sakit saat buang air kecil, menstruasi yang banyak, perdarahan diluar siklus haid, sakit saat melakukan hubungan seksual, nyeri di perut bagian bawah
Diagnosis: tes urine atau pengambilan sampel cairan dari area yang terinfeksi.
Pengobatan: Antibiotik sesuai dosis dan resep dokter
Herbal Ajuvan: bawang putih, bunga echinacea, kunyit

4. Chancroid (Ulkus Mole)
Penyebab: bakteri Haemophilus ducreyl
Gejala: Bisul kecil di alat kelamin(muncul setelah 1-14 hari terinfeksi). Sehari setelahnya, benjolan akan berubah menjadi luka. sebagian orangakan mengalami pembengkakan KGB di bagian selangkangan. Pada sebagian orang, pembengkakan ini bisa berkembang menjadi abses.
Diagnosis: Memeriksa luka
Pengobatan: antibiotik sesuai dosis dan resep dokter
Herbal Ajuvan: bawang putih

IMS yang Disebabkan Virus
Penyakit IMS yang disebabkan virus akan menetap dalam tubuh, namun bisa ditekan sehingga tidak kambuh dengan penguatan imunitas.

1. Herpes Genitalis
Virus ini dapat bersifat dorman atau tidak aktif dan bersembunyi di dalam tubuh tanpa menyebabkan gejala. Tapi virus ini bisa kembali aktif dan luka akan muncul kembali. 
Penyebab: Herpes Simplex virus (HSV)
Gejala: Luka melepuh berwarna kemerahan serta rasa sakit pada wilayah genital, gatal atau sakit saat membuang air kecil
Diagnosis: pengambilan sampel cairan dari luka yang muncul atau dengan melakukan tes darah.
Pengobatan: Ditekan dengan antiviral topikal atau oral dan imunitas yang kuat
Herbal Ajuvan: teh hijau, kunyit, minyak habbats

2. Kutil Kelamin
Penyebab: Human Papilloma Virus (HPV)
Gejala: kutil muncul di sekitar alat kelamin atau di area dubur. Kutil ini mungkin tidak menimbulkan rasa sakit, tapi biasanya akan muncul rasa gatal-gatal, memerah dan terkadang bisa berdarah. Pada beberapa penderita, kutil bisa tumbuh bergerombol dan kemudian terlihat seperti kembang kol.
Diagnosis: Pemeriksaan fisik pada vagina, penis, dan anus
Pengobatan: Setelah terinfeksi, HPV belum bisa dilenyapkan dari tubuh, untuk penanganan kutil dapat dilakukan prosedur pembekuan, terapi laser, atau memakai krim. Operasi juga bisa dilakukan untuk mengangkat kutil yang besar.
Herbal Ajuvan: sebagai peringan gejala (tidak bisa menuntaskan) dapat menggunakan bawang putih, cuka apel, baking soda (topikal), aloe vera, dll

IMS yang Disebabkan Parasit
Parasit penyebab IMS biasanya berupa kutu atau tungau.

1. Scabies (Kudis)
Tungau penyebab scabies dapat menyebar dari kontak langsung dengan kulit, rambut atau dari pakaian, handuk, atau selimut.
Penyebab: tungau Sarcoptes scabiei
Gejala: rasa gatal yang hebat terutama pada malam hari. Rasa gatal ini sering kali muncul di bagian jari, pergelangan tangan dan kaki, ketiak, atau bisa juga di area kelamin. Terkadang, kudis juga bisa mengakibatkan munculnya ruam dan bintik kecil.
Pengobatan: krim atau sampo khusus

IMS yang Disebabkan Jamur
Infeksi jamur disebarkan dari spora yang menempel pada kulit, dan lumrah terjadi

1. Tinea Cruris
Penyebab: jamur tinea
Gejala: munculnya ruam kemerahan berbentuk lingkaran yang terasa gatal pada bagian kulit di daerah sekitar alat kelamin, paha bagian dalam, serta bokong.
Pengobatan: Salep anti jamur

Kamis, 03 Agustus 2017

Chrysanthemum, Si Cantik Pembasmi Patogen


Chrysanthemum atau biasa disebut bunga krisan atau seruni adalah bunga yang berasal dari Asia Timur dan Eropa Utara. Saat ini sudah banyak tersebar terutama di Indonesia. Di berbagai negara di Asia Timur seperti Jepang dan Tiongkok, bunga krisan sudah lama menjadi tradisi dan kesenian yang memiliki nilai ekonomis, misalnya dijadikan kesenian merangkai bunga yang bisa dijual sebagai karya seni dan dekorasi. Bunga krisan juga sudah lama dijadikan salah satu bahan baku dalam pembuatan pestisida alami, atau mengurangi polusi dalam ruangan.

Tapi tahukah MS lovers kalau bunga krisan juga memiliki khasiat anti bakteri dan anti virus terutama anti HIV?
Bunga krisan biasa dijadikan bahan baku minuman dan pengobatan tradisional. Bahkan di Tiongkok, bunga krisan memiliki "kasta" terhormat sebagai bahan pengobatan. Bunga krisan biasa dibuat teh dan dicampur dengan madu atau lo han guo (monk fruit/ Siraitia grosvenorii) sebagai penambah cita rasa manis.

Chrysanthemum sebetulnya memiliki kekerabatan dekat dengan bunga Echinacea. Bedanya, bunga krisan rata-rata berwarna kuning Karena tinggi betacaroten dan vitamin C sedangkan Echinacea berwarna ungu (dipasaran biasanya dijual dengan nama "imboost").

Kandungan aktif bunga krisan adalah Flavonoid glucuronida yang punya manfaat luar biasa karena memiliki aktivitas antibakteri, antiviral, dan antioksidan. Kandungan aktif ini bisa didapat dengan eksktraksi air, seperti mengekstraksi flavonoid dalam teh hijau, bunga krisan cukup diseduh dengan air panas dan dijadikan minuman herbal. Teh bunga krisan yang terbaik biasanya adalah seduhan dari bunga krisan yang dikeringkan, lalu diseduh dan diminum pagi dan malam.


Teh bunga krisan yang mengandung glucuronida ini bisa dijadikan ajuvan dalam pengobatan infeksi paru-paru seperti TB, pneumonia, influenza, ISPA, asma, batuk, dan keluhan lain seperti penyakit lambung, kolestrol, diabetes, typhus, diare, dan membersihkan liver dari racun/toxic. Hasil penelitian juga menyatakan bahwa glucuronida ini memiliki khasiat sebagai integrase inhibitor virus seperti herpes dan HIV loh.  

Selain Flavonoid glucuronida, kandungan lain dari bunga krisan yang bermanfaat sebagai antioksidan adalah:
  • Beta-karoten yang dikonversikan menjadi vitamin A, membantu memperbaiki sistem imun dan meringankan masalah kulit
  • potasium, kalsium dan mineral seperti zat besi, magnesium, dan fosfor
  • Vitamin B seperti kolin, asam folat, niasin dan riboflavin
  • Vitamin C yang membantu menyembuhkan sinusitis, dan gejala flu.
Sumber: