Ayo Bergabung!

Sabtu, 07 Oktober 2017

Kelenjar Getah Bening: Pembengkakan, Imunitas dan Infeksi


Banyak orang, terutama MS Lovers di grup yang khawatir dan menanyakan ketika menyadari adanya kelenjar getah bening (KGB) yang bengkak ditubuhnya, dan menjadi panik. Beberapa menanyakan obat atau herbal apa yang bisa mengecilkan bengkak KGB. Namun, taukah apa itu KGB?

Sebenarnya KGB merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh manusia yang bisa membantu melawan infeksi, baik disebabkan oleh bakteri, virus, atau lainnya. Biasanya ketika terjadi infeksi, kelenjar getah bening akan membengkak untuk memberikan tanda. Setelah infeksi mereda, kelenjar getah bening akan mengempis dengan sendirinya. Hal ini lumrah terjadi pada semua orang segala usia dan jenis kelamin, terutama sering terjadi pada anak-anak. KGB yang membengkak (lymphadenopathy) adalah kondisi ketika kelenjar getah bening atau gumpalan jaringan sebesar kacang yang berisi sel darah putih mengalami pembesaran. Pada dasarnya, kelenjar getah bening terdapat di seluruh tubuh kita, namun kondisi pembengkakan biasanya hanya terjadi di area ketiak, leher, di bawah dagu, dan di pangkal paha.

Lymphadenopathy
Meskipun biasanya tidak berbahaya, namun pembengkakan KGB/ Lymphadenopathy tetap harus diwaspadai karena lymphadenopathy juga bisa disebabkan oleh kondisi yang tergolong serius. Periksalah ke dokter bila:

  • KGB terasa keras saat ditekan.
  • KGB membengkak tanpa sebab yang jelas disertai badan yang terasa lemah.
  • KGB telah membengkak lebih dari dua minggu dan/atau disertai dengan ukuran yang membesar.
  • Mengalami demam yang tidak kunjung mereda.
  • Selalu berkeringat di malam hari.
  • Mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Mengalami sakit tenggorokan yang menyebabkan sulit menelan atau bernapas.

Infeksi bakteri atau virus yang tergolong ringan merupakan faktor yang paling sering menyebabkan pembengkakan KGB. Beberapa contoh infeksi ringan tersebut adalah demam kelenjar, pilek, infeksi tenggorokan, radang amandel, infeksi gigi, infeksi telinga, dan infeksi kulit (selulitis). KGB yang bengkak akibat infeksi-infeksi tersebut biasanya disertai rasa sakit. Selain itu, terkadang penderita juga mengalami demam, batuk, dan nyeri tenggorokan.

Pada kasus yang jarang terjadi, pembengkakan kelenjar getah bening juga bisa disebabkan oleh:

  • Rheumatoid arthritis (penyakit autoimun yang menyerang jaringan pelapis sendi)
  • Penyakit lupus (penyakit autoimun yang menyerang sel darah, sendi, kulit, dan organ tubuh)
  • Campak (infeksi virus yang ditandai dengan gejala bintik-bintik merah pada kulit)
  • Sarcoidosis (penyakit dengan gejala munculnya gumpalan jaringan yang membengkak dan merah atau granuloma di dalam organ tubuh)
  • Tuberkulosis (infeksi bakteri yang ditandai dengan gejala batuk-batuk yang menetap)
  • Rubella (infeksi virus dengan gejala ruam kulit yang terdiri dari bintik-bintik kecil berwarna kemerahan)
  • Sifilis (infeksi bakteri yang ditularkan lewat hubungan seksual)
  • Cytomegalovirus (infeksi virus yang umumnya ditularkan melalui air liur atau urine)

Untuk bisa memastikan penyebab pembengkakan KGB, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti:

  • Pemeriksaan darah lengkap. Metode ini dapat membantu dokter dalam mengevaluasi kesehatan pasien secara menyeluruh. Sejumlah kondisi (termasuk infeksi dan leukemia) bisa terdeteksi melalui pemeriksaan darah lengkap.
  • CT Scan dan pemeriksaan X-ray. Melalui kedua metode pemindaian ini, lokasi infeksi atau tumor yang menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening bisa terdeteksi.
  • Biopsi. Metode ini biasanya dilakukan jika dokter mencurigai kanker sebagai penyebab pembengkakan kelenjar getah bening. Dokter akan mengambil sampel kelenjar dan menelitinya di laboratorium.
Lymphoma (Tumor/Kanker pada KGB)

Pada kasus pembengkakan KGB yang disebabkan oleh kanker, biasanya pembengkakan tersebut tidak mengempis hingga beberapa minggu, dan mungkin bahkan membesar secara perlahan-lahan. Selain itu, kelenjar terasa keras saat disentuh, namun tidak sakit. Penderita kondisi ini juga biasanya akan mengalami penurunan berat badan dan sering berkeringat di malam hari.

Contoh jenis kanker yang bisa menyebabkan pembengkakan KGB adalah leukemia limfositik kronis dan limfoma non-Hodgkin. Kedua jenis kanker ini menyerang sel darah putih. Pembengkakan kelenjar getah bening juga bisa terjadi akibat jenis kanker lainnya yang tumbuh di organ tubuh mana pun, tapi kemudian menyebar ke kelenjar getah bening tersebut.

Komplikasi dapat terjadi jika infeksi penyebab pembengkakan kelenjar tidak segera diobati. Komplikasi tersebut antara lain:
  • Pembentukan abses. Abses merupakan kumpulan nanah akibat infeksi. Nanah itu sendiri terdiri dari sel darah putih, jaringan mati, bakteri dan cairan. Jika ini terjadi, maka perlu diberikan antibiotik dan dilakukan pengeluaran untuk membebaskan cairan abses yang terjebak tadi. Abses yang terjebak di dekat organ vital dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan.
  • Bakteremia (infeksi dalam aliran darah). Infeksi yang tidak diobati akan meningkatkan risiko penyebaraan bakteri ke dalam aliran darah dan menyebabkan sepsis. Hal ini sangat berbahaya karena dapat berujung pada gagal organ dan kematian. Penderita yang mengalami sepsis perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan terapi antibiotik melalui pembuluh darah.
Pengobatan
Sebenarnya pembengkakan KGB bisa sembuh dengan sendirinya apabila penyebabnya masih tergolong ringan (misalnya pilek atau demam kelenjar). Hanya perlu istirahat dan minum banyak cairan. Untuk meredakan gejala nyeri, Anda dapat mengonsumsi obat-obatan pereda rasa sakit yang bisa dibeli secara bebas di apotek, misalnya paracetamol.

Jika memang perlu memeriksakan ke dokter, pengobatan pembengkakan KGB akan disesuaikan dokter dengan kondisi yang mendasarinya. Sebagai contoh, jika pembengkakan disebabkan oleh infeksi bakteri, maka dokter akan meresepkan antibiotik. Begitu pula jika pembengkakan disebabkan oleh penyakit autoimun, misalnya rheumatoid arthritis atau lupus, maka terapi akan difokuskan untuk mengobati penyakit yang mendasarinya. Contoh lainnya adalah penerapan prosedur bedah, kemoterapi, atau radiasi pada kasus pembengkakan kelenjar getah bening yang disebabkan oleh kanker.

Herbal Adjuvant
Adjuvant artinya suplementasi untuk mendukung terapi utama. Meski bengkak KGB akan hilang dengan sendirinya seiiring penguatan imun tubuh dan hilangnya patogen, terapi adjuvant dapat dilakukan untuk mengurangi gejala atau membantu sistem imun menghilangkan patogen. Setelah mengetahui jenis infeksi penyebabnya, maka adjuvant bisa dilakukan secara tepat. Misalnya bila KGB disebabkan infeksi bakteri, pemilihan herbal yang memiliki metabolit sebagai antibiotik alami seperti bawang putih bisa dikonsumsi, madu, kayu secang, dan miyak jintan hitam juga bermafaat dalam melawan infeksi bakteri. Bila muncul akibat virus, herbal antiviral seperti kunyit, teh hijau atau sambiloto bisa dipertimbangkan. Buah-buahan seperti nanas atau manggis, juga dedaunan seperti daun sirsak juga bermanfaat sebagai adjuvant dalam pengobatan KGB.

Bangkit bersama MAHA STAR!
GUE ENGGAK KUDET

Sumber:

Minggu, 24 September 2017

Seorang Ibu Mengungkap Ketidakakuratan VCT dan Penyalahgunaan ARV

Salah satu testimoni dari MS lover di grup MAHA STAR, yang secara tidak sengaja mengungkap fakta tentang tes VCT yang tidak valid dan berubah-ubah, juga efek samping dan penyalahgunaan ARV di masyarakat.
Berikut copy-paste dari grup (dengan perbaikan penulisan):

____________________________________________________
"Salam maha star ..
Tman2 smua saya di sini bukan bermaksud pro/kontra dengan arv, tpi saya di sini akan mnjlaskan sesuai dgn kenyataan pengalaman saya sendiri:

Saat hamil saya divonis positif HIV, dan saya dirujuk di pengobatan HIV, saya periksa ulang namun negatif, dan sya bersikukuh melawan, tapi pihak PKM memaksa saya melahirkan d RSU, setelah di RSU saya dimintai tanda tangan persetujuan tes HIV setelah OPERASI sya berusaha cepat sembuh agar anak saya tidak mendapat obat keras itu terlalu lama, saya di RS hanya 2 hari.
Saat saya pulang, saya meminta hasil tes HIV saya tapi semuanya tidak ada yg memberi jawaban pasti hingga saya pulang saja.

Kmudian saat kontrol tumbuh kembang anak, saya disuruh ambil obat ARV utk anak dan saya mengiyakan.
Setibanya saya di pengobatan khusus HIV, banyak org yg mengantri mengambil obat dan saya juga menunggu dan di sinilah saya menemukan fakta yg sangat mencengangkan. Rahasia besar tentang penyakit HIV langsung dr konselor dan pengguna ARV.

FAKTA 1
Karna saya sebelumnya bersikukuh saya tdk sakit, maka mereka hafal dg saya, dan saya saat itu berbincang dengan konselor X, 
saya: kok bisa hasil berbeda sedangkan jika positif mka akan positif
X: bisa jadi karena masa jndela, dan lab yg nakal.
Saya: lab yg nakal mksdnya gmna?
X: tes reagen yg bwat HIV bisa jdi sudah expired tpi tetep d pakai jd hasilnya tdk akurat
Saya: loh berarti alat pendeteksi HIV itu bsa expired, lab swasta yg mahal bayar sndri saja bs kamu katakan sperti itu apalagi alat yg di PKM yg gratisan dr pemerintah, ibarat lab yg sbg obt paten bsa dikatakan expired apalagi PKM yg diibaratkan hanya generik ??
X: (diam dan hanya tersenyum)

Kemudian sya bertanya lagi, 
Saya: maaf mas bukannya saya tdk percaya, namun saya pernah terkena salah vonis dr dokter mkanya dr pengalaman itu saya berhati2, jika memang saya sakit saya pasti akan minum obt agar smbuh, sperti anak saya, saya ambilkan obt utk pncegahan, lalu bagaimana CARA KITA MEMASTIKAN KITA TERJANGKIT VIRUS HIV/TIDAK?
X: jika kita sudah tervonis, maka yg paling baik kita tes PCR/VL jika tidak terdeteksi maka kita negatif, dan hasil bsa dibawa kesini jadi tidak perlu minum obat karena kita negatif 
(Dan dalam hati saya, ini yg menjebak, tes PCR itu hrganya 1'8 juta bukan harga yg murah bagi yg tidak punya, sedangkan mreka mengatakan klo tdak segera mnum maka tidak akan tertolong, maka dr sni banyak orang yg tertipu utk mengkonsumsi obat itu krna takut).

X: jika sudah VL, 6 bulan periksa lg, jika NR tunggu 6 bln berikutnya dan seterusnya krna jika pernah positif namun periksa lg negatif suatu saat psti positif krna virusnya bereplika/tdak trgntung antibodi kita.
Saya: berarti hsilnya ganti2 donk positif-negatif-positif-negatif kok seperti main-main, gak akurat
X: (hanya senyum)
Saya: kenapa dokter yg menangani di sini dokter penyakit dalam, bukan dokter HIV?
X: karena obat yg dikasih obat keras yg berhubungan dgn terganggunya organ dalam, maka itu diberikan dokter tersebut yg terbiasa menangani organ dalam, 
Saya: (dlam hati) berarti bukan menyembuhkan mlah merusak organ dalam donk, buktinya dokter yg menangani karena efek obt trsebut.

FAKTA 2
Bapak dgn pengguna ARV.

Saya: bpak positif?
Bapak: iya 
Saya: terkena dr apa, dan gejalanya apa?
Bapak: saya ml dgn PSK, pengguna narkotika dan gejalanya diare tanpa henti juga TBC
Mbaknya kena??
Saya: (kemudian sya crtakan)

Dan betapa terkejutnya saya mendengar jawaban selanjutnya 
Bapak: Konselor di sini itu juga positif mbak, saya sudah lama di sini, klo mbaknya gak sakit gak ada gejala berarti mbak gak sakit, alatnya yg salah, banyak kok yg begitu.
Katanya klo gak patuh minum obat, nanti resisten, gak fungsi, tapi ternyata aku minum gak sesuai aturan mbak selama ini, tapi gpp tuh.
Saya: terus bapak tau klo obtnya keras?
Bapak: tau
Saya: terus kenapa diambil dan dimnum?
Bapak: karena saya kecanduan, daripada saya beli shabu2 mahal saya ambil aja di sni, gratis, org saya minum obat ini sama kayak saya make, jadi kan enak.

Kemudian saya dipanggil untuk ambil obat, kemudian pulang, saya bersumpah ini tanpa rekayasa dan tanpa tambahan kata2 apapun.
Saya mengikuti aturan mereka mengiyakan dan kemudian bertanya sehingga mereka membeberkan seperti itu."
____________________________________________________________

berikut adalah bukti screenshoot dari testimoni dalam grup:

Dapat kita simpulkan,
Makin banyak bukti lapangan yang mengungkapkan bahwa tes VCT di PKM tidak akurat dengan menunjukan hasil positif-negatif tidak konsisten. 
Selain itu, ARV yang selama ini disubsidi pemerintah dan diberikan gratis pada ODHA masih disalahgunakan, bukannya merehabilitasi, tapi malah memfasilitasi pengguna narkotik untuk sakaw gratis.
Menurut penelitian, ARV golongan NNRTI mengandung benzodiazepin, zat narkotik yang memberikan efek sedatif atau penenang. 

Gue enggak kudet,
Bangkit bersama MAHA STAR

Kamis, 21 September 2017

ARV Effect #3: Peripheral Neuropathy


Neuropati adalah istilah umum yang digunakan untuk kondisi-kondisi yang terkait dengan kelainan pada fungsi saraf. Kata neuropati itu sendiri berarti gangguan saraf. Saraf-saraf yang ada di seluruh tubuh dapat mengalami gangguan akibat penyakit tertentu maupun cedera.
Peripehral Neuropathy atau dalam bahasa Indonesia, neuropati perifer adalah kondisi di mana terjadi gangguan atau kelainan saraf memengaruhi saraf di luar otak dan saraf tulang belakang. Dengan kata lain, neuropati perifer memengaruhi saraf-saraf pada anggota gerak, seperti lengan, tungkai, tangan, kaki, dan jari. Saraf-saraf ini adalah bagian dari sistem saraf perifer yang berfungsi menghantarkan sinyal dari dan ke otak. Jika saraf di bagian bahu, pinggul, paha, atau bokong yang mengalami gangguan, maka kondisi tersebut dikenal dengan istilah neuropati proksimal.

Gejala neuropati perifer yang berdampak pada fungsi motorik:

  • Kram otot dan kedutan.
  • Kelemahan atau kelumpuhan pada salah satu atau beberapa otot.
  • Sulit mengangkat kaki, sehingga mengalami kesukaran dalam berjalan.
  • Otot mengecil.


Gejala neuropati perifer yang berdampak pada fungsi sensorik:

  • Parestesia, yaitu sensasi kesemutan atau rasa seperti tertusuk-tusuk pada bagian yang mengalami gangguan.
  • Rasa perih dan menyengat, biasanya pada bagian kaki dan tungkai.
  • Baal dan menurunnya kemampuan untuk merasakan rasa sakit.
  • Pembengkakan kaki yang tidak dirasakan.
  • Perubahan suhu tubuh, terutama di bagian kaki.
  • Kehilangan keseimbangan atau koordinasi.
  • Merasakan sakit dari stimulasi yang seharusnya tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali.


Penyebab dan Diagnosis Neuropati
Terdapat banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami neuropati. Berikut ini adalah beberapa kondisi, cedera, dan infeksi yang bisa berakibat pada munculnya neuropati:
Trauma atau cedera, diabetes, Penyakit autoimun, infeksi patogen, tumor, obat-obatan, alkohol, dan racun.
Pada awal pemeriksaan, dokter akan menanyakan tentang gejala yang dirasakan dan riwayat kesehatan, serta melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tahu penyebab dan tingkat keparahannya.
Selain itu, pemeriksaan tambahan dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis dan penyebabnya. Salah satu pemeriksaan yang biasanya dilakukan adalah pemeriksaan darah, untuk mengetahui apakah ada kondisi medis tertentu yang menyebabkan terjadinya kerusakan saraf.
Untuk mengetahui apakah terdapat penekanan atau kerusakan pada saraf, dapat dilakukan pencitraan seperti foto Rontgen, CT scan, dan MRI.


Neuropati Akibat Antiretroviral (ARV)
Peripheral Neuropati (PN) dapat terjadi akibat efek samping jangka panjang dari penggunaan ARV terutama untuk ARV golongan NRTI seperti Zidovudine (AZT), didanosine (ddI), lamuvidine (3TC), dan stavudine (d4T) dimana efek neuropati, myupati dan asidosis laktat sering terjadi. Hal ini terjadi karena ARV golongan NRTI memberikan efek toksisitas pada jaringan. 
Dalam penelitian International AIDS Journal, ARV kelas NRTI menyebabkan kerusakan dan toksikasi mitokondria dalam sel sehingga gagal melakukan sintesis mtDNA, juga menyebabkan tubuh defisiensi asam amino acetyl-carnitin, dimana asam amino tersebut memegang peranan penting bagi metabolisme ada proses fisiologis syaraf perifer. Terjadinya toksikasi, disfungsi, dan defisiensi tersebut membuat ODHA terkena efek samping neuropati perifer.

Terapi Peripheral Neuropathy
Selain asupan nutrisi dan treatmen suplementasi, terapi fisik perlu dilakukan karena gangguan neuropati terjadi pada sistem syaraf dan gerak tubuh. Artinya anatomi tubuh yang terganggu harus terus dilatih. 
Suplementasi yang harus diperhatikan adalah asupan tambahan gizi pada bahan-bahan tertentu, seperti:
L-Carnitine: suplementasi L-carnitine terutama bagi mereka yang mengalami defisiensi karnitin akibat ARV golongan NRTI. karnitin bisa didapat dari produk daging, kacang-kacangan, atau produk susu.
Vitamin dan Mineral: Asupan vitamin, terutama vitamin B1, B12, dan vitamin E bermanfaat meringankan gejala nyeri pada neuropati perifer.
Terapi fisik: disarankan terapi fisik dan syaraf, anda bisa melakukan bekam dan olah raga ringan.

Lihat juga efek ARV lainnya:

Sumber:

Minggu, 10 September 2017

Zat Toksin dalam Daun Gamal

Ketika berbicara terapi herbal, maka yang muncul dalam pikiran adalah mengonsumsi hal-hal yang bersifat alami, dan kebanyakan akan tertuju pada dedaunan yang dimakan begitu saja.
Perlu diketahui, tidak semua tanaman yang dimakan alami atau mentah akan memberikan manfaat. Beberapa tanaman terdiri dari banyak senyawa organik aktif, ada yang bermanfaat, ada yang merugikan. 

Salah satu sebab suatu bahan alami menjadi merugikan karena adanya zat toksin yang diproduksi tumbuhan. Tumbuhan memproduksi zat toksin diantaranya sebagai perlindungan tumbuhan terhadap patogen (misalnya eksudat akar untuk mencegah infeksi nematoda dan jamur tanah), racun untuk herbovira seperti larva atau serangga dalam bentuk resin, enzim, getah, duri, dan lain-lain. bila termakan manusia, at toksin tanaman mengakibatkan berbagai efek pada manusia, seperti diare dan masalah pencernaan, penurunan tekanan darah, pusing, nyeri sendi, mati rasa, gatal-gatal pada kulit, ruam kulit, hingga efek fatal seperti colaps. berikut adalah daftar tanaman yang memproduksi toksin bagi manusia.

Biotoksin Tumbuhan Gamal
Gamal (Gliricidia sepium), biasa digunakan sebagai tanaman pagar, tanaman peneduh terutama bagi kopi, bahan pupuk kandang,  dan paling umum di Indonesia digunakan sebagai pakan hewan ternak seperti kambing karena cepat tumbuh setelah dipotong, sehingga dapat diandalkan sebagai pakan hewan saat musim kemarau.
Selain pakan hewan, gamal digunakan pula sebagai pestisida alami. Di Amerika Latin, gamal diblender dan dicairkan lalu diaplikasikan untuk mencegah serangan hama, dijadikan bahan bilas mandi ternak untuk mencegak kutu dan kumbang, dicampur dengan gabah untuk dibuat racun tikus, dan di Filipina dijadikan pembasmi hama tanah, spora jamur dan nematoda yang menyerang tanaman umbi.

Kata Gliricidia dalam nama ilmiah gamal diambil dari penyebutan daerah di Amerika tengah dimana tanaman ini berasal, dimana Gliricidia artinya "racun tikus", hal ini karena kandungan ekstrak gamal yang banyak digunakan sebagai toksin/racun di daerah asalnya. Pemanfaatan toksin atau racun gamal diambil dari daun dan bunga.

Bagaimana dengan hewan ternak yang makan daun ini? hewan ternak seperti kambing adalah hewan ruminansia, atau hewan yang memamah biak, yang menyerap nutrisi dari tanaman dengan melalui fermentasi yang dibantu oleh bakteri. Toksin dari gamal akan hilang dalam proses ruminasi karena terdapat protein pengikat toksin tanaman dalam saliva hewan ruminansia, sehingga tidak berefek apapun bagi ternak.

Bagaimana efeknya bila ditelan manusia? seperti beberapa biotoksin yang dihasilkan tumbuhan, toksin gamal akan menyebabkan beberapa gangguan pada metabolisme tubuh. Dalam dosis ringan, biotoksin dalam gamal akan menyembabkan gangguan pencernaan seperti diare, bahkan konstipasi (terjadi bila dimakan babi atau kuda), pusing, mual, nyeri sendi, ruam kulit, dan meningkatkan beban fungsi liver.

Detoksifikasi vs Efek Samping
Beberapa klaim salah kaprah sering muncul dalam istilah detoks atau detoksifikasi. detoks sendiri adalah proses mengeluarkan racun dalam tubuh. Tubuh lengkap dengan organ-organ sebetulnya sudah diciptakan dengan sempurna oleh Tuhan termasuk dalam pembuangan racun, racun yang masuk ke tubuh dari makanan atau polusi akan dikeluarkan melalui proses fisiologis tubuh melalui organ liver, ginjal, dan gastrointestinal. zat-zat racun dikeluarkan melalui urine, feses, dan keringat setiap hari. Proses detoks adalah proses alami sehari-hari dan tidak menimbulkan efek kesakitan apapun.
Bila anda merasakan keluhan-keluhan setelah menelan sesuatu (misalnya menjadi pusing, diare, bisulan, mual, nyari sendi, ruam kulit, gatal-gatal dll) bertindaklah karena itu bukan detoksifikasi, malah mungkin justu toksikasi (masuknya toksin dalam tubuh, sehingga tubuh memberi sinyal dengan rasa sakit). Seperti halnya demam atau nyeri otot akibat infeksi virus, tubuh berusaha "mengusir" virus tersebut dengan menaikan suhu tubuh atau mengontraksikan otot), seperti halnya anda menelan ARV (antiretorviral) yang menjadi pusing, mual, atau ruam kulit, itu adalah efek samping dari toksisitas racun dalam tubuh, bukan detoksifikasi.
Bila rasa sakit disebut detoks? bagaimana membedakan rasa sakit akibat efek samping?

Memilih Herbal
Meski terdengar baik, mengonsumsi tumbuhan tanpa meneliti ilmunya justru akan mencelakakan. Lidah buaya memang baik, tapi beranikah anda menggerogotinya mentah-mentah? tentu tidak karena lendir aloe vera adalah bitoksin, harus melalui proses pembuangan toksin sebelum bisa dikonsumsi.

Sebetulnya, pilihan herbal aman dan bermanfaat banyak tersebat di muka bumi. Zat antioksidan tidak hanya dimiliki kulit manggis (siapkah menggerogoti kulit manggis hanya untuk mengambil manfaat antioksidan?) anda bisa gunakan teh hijau, bunga krisan, bawang putih, dll. 

Selalu bangkit dan cerdas bersama MAHA STAR,
Gue Enggak Kudet.

Sumber:

Minggu, 03 September 2017

Efek Psikosomatis adalah Pembunuh Tervonis HIV

Psikosomatis terdiri dari dua kata, pikiran (psyche) dan tubuh (soma). Gangguan psikosomatis adalah penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh, di mana pikiran memengaruhi tubuh hingga penyakit muncul atau diperparah. Dengan kata lain, istilah gangguan psikosomatis digunakan untuk menyatakan penyakit fisik yang diduga disebabkan atau diperparah oleh faktor mental, seperti stres dan rasa cemas.

Seperti diketahui, pikiran dapat menyebabkan munculnya gejala fisik. Contohnya, ketika merasa takut atau cemas bisa muncul tanda-tanda seperti denyut jantung menjadi cepat, jantung berdebar-debar (palpitasi), mual atau ingin muntah, gemetaran (tremor), berkeringat, mulut kering, sakit dada, sakit kepala, sakit perut, napas menjadi cepat, nyeri otot, atau nyeri punggung. Gejala fisik tersebut disebabkan oleh meningkatnya aktivitas impuls saraf dari otak ke berbagai bagian tubuh. Selain itu, pelepasan adrenalin (epinefrin) ke dalam aliran darah juga bisa menyebabkan gejala fisik di atas.

Pada penderita gangguan psikosomatis, setiap penyakit fisik pasti ada pengaruh dari sisi mental. Ini karena cara orang bereaksi dan mengatasi suatu penyakit sangat bervariasi. Sebagai contoh, beberapa orang mungkin tidak merasa terganggu ketika mengalami ruam psoriasis (kondisi kulit kronis yang menyebabkan sel-sel kulit tumbuh terlalu cepat). Namun penyakit ini bisa membuat beberapa orang lain merasa tertekan dan penyakitnya pun terasa lebih sakit.

Penyakit mental bisa jadi juga akan berpengaruh pada fisik seseorang. Ketika menderita penyakit mental, Anda mungkin jadi tidak bernafsu makan, malas beraktivitas, atau enggan mengurus diri sendiri. Akibatnya, masalah atau penyakit fisik pun jadi bermunculan.

Beberapa penyakit fisik (seperti eksim, hipertensi atau tekanan darah tinggi, radang perut, penyakit jantung, psoriasis, sakit pinggang bagian bawah) dianggap sangat rentan ditimbulkan atau diperparah oleh faktor mental seperti stres dan rasa cemas. 

Stress dan Depresi pada Tervonis HIV
Orang-orang yang baru tervonis HIV biasanya mulai merasakan penyakit-penyakit dadakan yang sebelumnya tidak pernah atau jarang terasa. Beberapa mengeluh diare pada minggu ke dua setelah ia divonis mengidap HIV.
Banyak jurnal penelitian menyebutkan bahwa efek-efek tersebut adalah akibat dari gangguan psikosomatis yang mengganggu proses metabolisme dan fisiologi tubuh, bahkan tidak jarang gangguan psikosomatis akibat stress berlebih, rasa cemas, khawatir, depresi, dan trauma menurunkan imunitas tubuh dan menekan nafsu makan sehingga tubuh tanpa pertahanan nutrisi tersebut mudah terserang berbagai penyakit.
Bila ingin mengecek efek dari gangguan psikosomatis pada kesehatan, anda bisa lakukan pada orang sehat, anggaplah ada seorang istri yang suaminya meninggal karena sakit, lalu kabarkan pada istrinya bahwa suami ibu tersebut meninggal karena AIDS, dan ibu tesebut kemungkinan juga mengidap HIV, dengan memberikan keyakinan pada si ibu bahwa dirinya memang mengidap HIV (tes darah, tes VCT, tes ini itu) padahal sebetulnya ibu itu sehat, maka dalam hitungan hari tubuh si ibu akan lemah, dan terserang banyak penyakit. Jadi yang membuat sakit bukan HIV (yang sebetulnya tidak terbukti), namun karena stress dan depresi yang menimbulkan gangguan psikosomatis, menekan asupan nutrisi, mengganggu metabolisme dan fisiologi, dan juga menurunkan imunitas.

Pengaruh Psikosomatis terhadap Angka CD4 dan Viral Load
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa gangguan psikosomatis dapat menganggu proses fisiologis dan penurunan imunitas. dalam jurnal Psychosomatic Medicine menyatakan bahwa ganggungan-gangguan psikosomatis seperti stress, depresi, dan trauma menyebabkan penurunan drastis pada angka CD4 dan peningkatan pada jumlah viral load. Bahkan beberapa studi menyatakan bahwa efek psikosomatis dapat menyebabkan AIDS non HIV, artinya muncul kondisi AIDS (imun yang drop dengan berbagai penyakit infeksi) padahal pengecekan anti-HIV nya non-reaktif.

Stigma dan Diskriminasi adalah Pembunuh Utama
Selain faktor internal psikologis seseorang, faktor eksternal pun dapat menyebabkan gangguan psikosomatis. Yaitu stigma dan diskriminasi yang melekat pada orang tervonis HIV.
Andai misalkan orang-orang tervonis HIV bisa menjaga nutrisi, mengelola stress dan menjaga lifestyle positif namun bila didera oleh stigma dalam lingkungan, maka akan berpengaruh pada kesehatannya.
Stigma paling lumrah yang masih melekat di masyatakat adalah pelabelan. Melabeli bahwa orang-orang yang tervonis HIV adalah orang bejat dan tidak memiliki kualitas apapun, stigma dalam tempat kerja misalnya bahwa karyawan yang divonis HIV akan turun produktivitas kerjanya dan akan memberikan dampak buruk bagi karyawan lain, stigma dalam kluarga misalnya mencap anggota keluarga tervonis sebagai aib keluarga yang harus disembunyikan. Stigma, pelabelan, pengecapan seperti itu akan menimbulkan efek psikologis, tekakan, depresi sehingga menimbukan gangguan psikosomatis yang memperparah kesehatan.
Diskriminasi biasanya adalah efek dari stigma, diskriminasi pada orang tervonis HIV pun masih sangat kental dalam masyarakat, misalnya perlakuan diskriminatif di rumah sakit (menuliskan HIV pada tempat tidur, menempatkan pada kamar isolasi, dll), di tempat kerja (menjauhkan meja kerja dari karyawan lain, memotong upah kerja dengan alasan ini itu), di rumah (memisahkan dan mengkhususkan alat makan, alat mandi, dan pencucian pakaian) juga akan memperburuk kualitas kesehatan tervonis akibat gangguan psikosomatis.

ARV Memperparah Efek Psikosomatis
ARV terutama golongan NNRTI seperti efavirenz dan nevirapine terbukti secara klinis menyebabkan efek samping psikologis seperti depresi, tekanan stress (mimpi buruk setiap malam dan halusinasi yang menimbulkan traumatis), hingga bipolar (dengan kecendrungan bunuh diri) dan bahkan mengakibatkan neuropati dan kerusakan sistem syaraf pusat (CNS - central nervous system).
Efek samping lain dari ARV secara umum seperti munculnya payudara pada pria, kehilangan lemak pada pipi, kulit yang menghitam bahkan melepuh justru meningkatkan resiko stigma dalam masyarakat. Pelabelan bahwa tervonis HIV merusak bentuk dan penampilan menjadi aneh sehingga mengakibatkan pengasingan dan menurunkan kepercayaan diri, depresi, stress dan gangguan psikosomatis.

Kesimpulan
Melihat Kecendrungan-kecendrungan diatas, dapat disimpulkan bahwa pembunuh para tervonis HIV adalah efek psikosomatis (stress, depresi, trauma) yang mengakibatkan gangguan metabolisme, fisiologis, bahkan penurunan imunitas, dan diperparah dengan efek samping ARV juga stigma dan diskriminasi di masyarakat.
Maka dari itu, MAHA STAR akan terus berjuang meningkatkan kualitas tervonis HIV dengan meruntuhkan stigma, diskriminasi, menolak ARV sehingga dapat meminimalisir gangguan psikosomatis.


Gue enggak kudet
bangkit bersama MAHA STAR!

Sumber:
Disarikan dari web Alodokter: Gangguan Psikosomatis, Ketika Pikiran Menyebabkan Penyakit Fisik
Journal Psychosomatic Medicine: Role of Depression, Stress, and Trauma in HIV Disease Progression
Journal Immunology Oxford: Non-HIV AIDS: nature and strategies for its management
Journal Annals of Internal Medicine: Impact of Efavirenz on Neuropsychological Performance and
Symptoms in HIV-Infected Individuals
Journal Neurology Informa: Neuropsychiatric side effects of efavirenz therapy
Journal AIDS: Depressive Symptoms Predict Increased Incidence of Neuropsychiatric Side Effects in Patients Treated With Efavirenz

Rabu, 30 Agustus 2017

Divonis Saat Tes Pranikah, Drop Karena ARV, dan Bangkit Karena MAHA STAR

Testimoni berikut adalah pengakuan dari member baru di grup diskusi MAHA STAR,
dia bercerita tentang saat pertama divonis mengidap HIV melalui tes medical check up sebelum menikah atau pre marital check up, (FYI, beberapa daerah di Indonesia memberlakukan perda surat keterangan bebas HIV sebagai syarat menikah di KUA), lalu ARV dan drop, kemudian setelah bergabung di MAHA STAR, dia bisa bangkit kembali.
simak testimoni berikut yang dicopas langsung dari grup:

"TESTIMONI ARV
kenalkan nama saya v***y, saya HIV Reaktif sejak 2012 (jgn ditanya itu dpetnya dr mana, gak penting..!!) saya test karna waktu itu mau cek kesehatan lengkap pra nikah. Tapi ternyata positif. Kaget sih tdk percaya juga. Saya test lagi di RS luar kota dan hasilnya jg reaktif. Yahh. Mau gmn lagi.. Pernikaha. Sdh di depan mata. Tambah bingung kan. Tp aku yakin semua ada jalan keluarnya.
Orang pertama yg saya kasih tau adlh calon istri, karna dia lah yg akan hidup bersama merawatku sampai akhir hayat. Kaget dan yahh.. Bisa di bayangkan lah.. Sama2 nangis.. Simalakama. Mau di gagalin kabar pernikaha udah kesebar semua. Jd kita sama2 yakin. Hidup dan mati itu tuhan yg atur. HIV hanya virus. Yg penting kita tetep sehat.
2014 saya jadi Resepsi pernikahan tanpa memikirkan status apapun. Dan alhamdullah 2015 sdh punya anak. Sampe sekarang anakku sdh usia 2 tahun. Dan sehat bahkan sangat aktif. Intinya ga perlu dipikirin.
Oh iya. Tentang ARV. 2012 s-d 2015 saya tdk terapi apa2, hanya cukup jaga kesehatan saja. 2015 saya d suruh mulai arv karna CD4 ku rendah. 115. Tp aku sehat2 aja waktu itu cm ya kecapean karna capek ngurus kelahiran si kecil. Karna waktu itu semua rumah sakit menolak kelahiran anakku. Karna bapak nya seorang odha. Tp ya sdh lah.. Akhirnya aku mulai arv agt 2015. Seminggu arv badan lsg drop. Gatal2 seluruh tubuh. Panas dingin mual2. Akhirnya aku opname di rs. Anakku yg masih usia 2 bulan aku tinggal selama 20 hari aku opname. Ntah waktu itu aku semakin tdk sehat. Kerjaan jg semakin tdk baik. Aku di pindah ke bagian lain karna ak sering sakit2an.
Alhamdulillah. Aku diseret ke group ini. Awlnya ak sangat menentang sekali group maha star ini. Tapi aku ikutin terus postingan demi postingan. Ada testimoni ada obat ada herbal ada terapi dll. Akhirnya aku putuskan bln okt 2016 stop arv sampai sekarang. Efek arv perlahan menghilang, gatal2 jg sdh tdk sebanyak dulu. Tdk pernah sakit2an lagi. Berat badan normal lagi. Dn yg penting anak istri jg sehat.. Hidup dan mati itu sdh di atur. Tapi kalu sehat dan sakit itu kita yg sendiri yg harus lebih mengerti pola hidup sehat."



MAHA STAR akan tetap konsisten menginformasikan fakta fakta yang bermanfaat
di MAHA STAR selalu, gue enggak kudet.
Bangkit Bersama MAHA STAR!

Minggu, 27 Agustus 2017

Aloe Vera: Si Duri Hijau dengan Berbagai Khasiat

 Catatan sejarah menyatakan bahwa banyak peradaban peradaban di dunia pernah menggunakan lidah buaya atau aloe vera menjadi pangan dan obat. Dalam pengobatan ayuverda, penggunaan aloe vera disebut kathalai. Seiiring dengan perkembangan teknologi, berbagai penelitian menyebutkan bahwa ternyata aloe vera memiliki berbagai kandungan biologis dan bermanfaat bagi tubuh.


Kandungan Aloe Vera
Diantara banyaknya kandungan aloe vera, berikut adalah komponen yang bermanfaat bagi tubuh, yaitu:
Acemannan: mempercepat pemulihan luka pada kulit, memperkuat sistem imun, menghambat pertumbuhan sel tumor, dan antiviral
Alprogen: anti-alergi
C-glycosyl chromone: anti inflamasi
Bradykinase: anti inflamasi
Magnesium lactate: anti alergi
Salicylic acid: analgesik dan anti inflamasi

Disarikan dari berbagai jurnal penelitian ilmiah, aloe vera memiliki manfaat sebagai:

Penyembuh Luka Bakar
Banyak penelitian menyatakan bahwa penggunaan topikal gel dari aloe vera dapat menyembuhkan luka bakar, karena aloe vera meningkatkan kontraksi pada daerah yang luka dan meningkatkan kadar kolagen pada kulit. Peran acemannan dalam aloe vera meningkatkan aktivitas kolagen dalam sel ligamen manusia.

Immunomodulator
Bila digunakan dalam bentuk gel, maka dapat menghambat proses pembengkakan. Aloe vera juga menunjukan aktivitas farmakologi dalam mengurangi respon pembengkakan penyakit usus

Anti Diabetes
Studi klinis menunjukan bahwa aloe vera gel dapat bertindak sebagai anti hiperglikemik dan anti hiperolesterol agen yang aman bagi pasien diabetes tipe 2 tanpa ada efek signifikan pada tingkat lipid darah normal atau fungsi hati dan ginjal.
Gel ale vera juga membantu meningkatkan metabolisme karbohidrat, meningkatkan kondisi metabolis pada pasien obesitas pre-diabetes dan pasien diabetes tanpa penanganan awal dengan mengurangi bobot tubuh, masa lemak tubuh, glukosa darah puasa, dan insulin puasa pada orang yang diabetes.  

Anti Oksidan
Aloe vera mengandung beberapa substansi antioksidan meliputi tokoferol (vitamin E), karotinoid, asam askorbat (vitamin C), flavonoid, dan tanin, itu semua telah diketahui bahwa antioksidan tersebut merupakan bahan penting dari tanaman obat yang digunakan dalam penanganan berbagai penyakit 

Manfaat Hepatoprotektor
Isolasi fitosterol dalam aloe vera mampu memiliki kemampuan untuk induksi penurunan regulasi sintesis asam lemak dan condong pada penaikan regulasi dari oksidasi sintesis asam lemak dalam liver, yang mampu mengurangi lemak intra-abdominal dan meningkatkan hiperlipidemia. 
Kombinasi dari probiotik lactobasilus rhamnosus GG dan gel aloe vera memiliki potensi penyembuhan dalam menurunkan tingkat kolesterol dan resiko penyakit kardiovaskuler.

Anti Kanker
Aloin, komponen alami utama dalam aloe vera telah didokumentasikan potensinya sebagai pilihan terapi bagi kanker, dimana menunjukan efek kemoprotektif. Aloe-emodin, juga komponen alami dalam aloe vera telah diteliti memiliki aktivitas biologis yang beragam termasuk fungsi anti-kanker. Komponen tersebut memiliki efek antiproliferasi pada beberapa tipe sel kanker, seperti pada sel kanker di paru-paru, squamous pada kulit, glioma pada otak, dan sel neuroektodermal.

Anti Mikroba
Aloe vera juga merupakan agen anti bakteri. gel daun aloe vera memiliki khasiat anti jamur terhadap jamur jenis candida. Aloe vera juga memiliki anthraquinone sebagai bahan aktif, dimana merupakan analog sturktur dari tetracycline. Anthraquinone berfungsi seperti tetracycline yang menghambat sintesis protein bakteri sehingga bakteri tidak dapat tumbuh.
Penelitian terbaru juga menunjukan bahwa gel aloe vera menunjukan aktivitas antibakteri terhadap strain Helicobacter pylori resisten, dan pengaruhnya terhadap fenomena resistensi antimikroba. Dapat disimpulkan bahwa aloe vera adalah agen alami efektif bila dikombinasikan dengan antibiotik untuk penanganan infeksi lambung atau masalah pencernaan. 

Antiviral
Banyak penelitian menunjukan bahwa gel aloe vera memiliki aktivitas antiviral yang mencegah penyerapan, penempelan dan masuknya virus pada sel inang. Penelitian in vitro juga menunjukan bahwa ekstrak aloe vera memiliki khasiat antiviral terhadap virus herpes simplex tipe 2. Berbagai bahan aktif dalam aloe vera juga dapat mengahambat replikasi virus influenza. Selain itu, percobaan awal telah dilakukan terhadap aloe vera yang dikonsumsi ternyata dapat membantu orang yang tervonis HIV untuk meningkatkan sistem imunnya dan menambah jumlah CD4.

Mengolah Aloe Vera
Meski memiliki banyak manfaat luar biasa, aloe vera alami tidak dapat dikonsusmsi begitu saja, karena terdapat lendir yang akan menimbulkan rasa getir dan gatal pada lidah, lendir tersebut bersifat toksik dan dapat menyebabkan keram perut dan diare bila tertelan. Cara mengolah aloe vera alami untuk dikonsumsi adalah:

  • Hilangkan duri lidah buaya dan cuci dengan air mengalir, lalu pisahkan kulit dan daging lidah buaya
  • Cuci bersih lidah buaya hingga lendir hilang, dan potong dadu
  • Rendam potongan lidah buaya dengan air garam selama kurang lebih 20 menit, cuci kembali dengan air mengalir
  • Rebus daging lidah buaya selama 15 menit, tambahkan daun pandan agar baunya hilang
  • Angkat dan tiriskan, lidah buaya siap diolah.
Bila tidak yakin dalam mengolah lidah buaya, saat sudah banyak dipasaran yang menjual nata aloe vera atau daging lidah buaya dengan sirup manis. 

Gue enggak kudet,
Bangkit bersama MAHA STAR!

Sumber:

Senin, 14 Agustus 2017

Yogurt: Manfaat Probiotik bagi Imunitas



Siapa yang tidak tau yogurt?
Makanan dari produk susu yang mengandung probiotik (mikroorganisme yang bila dalam jumlah yang cukup dapat memberikan manfaat kesehatan bagi inangnya) ini sudah sangat familiar bagi masyarakat, terlebih bila mengalami gangguan pencernaan seperti diare, yogurt menjadi pilihan dalam pengobatan.
Selain pengobatan, ternyata yogurt juga dapat meningkatkan kesehatan dan imunitas manusia loh.
Penelitian baru-baru ini menunjukan bukti bahwa probiotik mampu mengurangi resiko sakit dalam populasi yang disebabkan oleh kondisi lingkungan, status fisik, dan penyakit riwayat keluarga Manfaat ini dapat terjadi karena hasil dari status imun yang meningkat, berkurangnya infeksi pencernaan, atau peningkatan integritas pencernaan.

Yogurt dan Pasien HIV
Sebuah penelitian di Afrika mencoba memberikan treatmen yogurt pada pasien HIV positif di Afrika, dimana sebetulnya nutrisi dan air sangat kurang. 
Seperti yang disampaikan oleh Luc Montagnier, penemu HIV, dan peraih nobel kedokteran mengungkapkan bahwa sebetulnya HIV dapat dihilangkan dengan perbaikan nutrisi, air, dan sanitasi yang layak. Bila kita melihat kondisi di Afrika, dimana epidemi HIV paling banyak, ternyata juga mengalami kondisi malnutrisi, kelaparan, kekeringan, dan lingkungan hidup yang kurang bersih dan kurang layak, tak heran kasus terdeteksi HIV/AIDS ditemukan paling banyak di sana.
Dalam penelitian di Afrika yang dilaporkan oleh jurnal NCBI, pasien yang terdeteksi HIV positif dengan kondisi buruk karena kekurangan nutrisi maupun efek samping ARV diberikan yogurt beberapa kali, dan hasilnya mayoritas memberikan hasil yang baik.
Hampir seluruh pasien menunjukan hasil pemulihan dari kondisi tubuh mereka, diantaranya kenaikan bobot tubuh, berkurangnya keluhan-keluhan pencernaan (diare) dan masalah kulit (ruam-ruam) efek dari ARV, hingga naiknya angka CD4 menjadi 500.
Beberapa pasien memilih untuk berhenti ARV karena efek yang luar biasa menyiksa dan menimbulkan penyakit dalam tubuh, lalu beralih dengan konsumsi yogurt. salah satu testimoni dari pasien tersebut adalah:

"… I noticed myself, from taking the yogurt, that I felt really good. I now have energy I did not have before…. I feel strong now. So, I know that this probiotic medicine is something that is good for my health. This is why I stopped taking ARVs. The yogurt is helping me so much that I do not even have to take ARVs. This is good because they [ARVs] made me feel very sick before, and now I have energy. I also like the taste of the yogurt. It is a good meal for me." (Anisia, female, HIV+ve).

terjemahan: Saya merasakan sendiri, sejak saya minum yogurt, saya merasa sehat/.Sekarang saya memiliki energi yang tidak saya miliki sebelumnya... saya merasa kuat sekarang. Saya sekarang tau bahwa obat probiotik ini adalah sesuatu yang baik bagi kesehatan saya. inilah kenapa saya berhenti minum ARV. Yogurt sangat membantu saya hingga saya tidak lagi perlu minum ARV. ini bagus karena sebelumnya, ARV membuat saya sangat sakit, dan sekarang saya berenergi, dan saya juga suka dengan rasa dari yogurt ini, ini makanan yang baik untuk saya.: (Anisia, Perempuan, HIV+)


Testimoni lain yang menyatakan untuk berhenti ARV dan beralih ke yogurt lalu mengalami kenaikan CD4:
"Probiotic yogurt is a powerful medicine … it just makes me feel healthy. I take yogurt instead of ARVs to help me feel better from the HIV. The ARVs used to make me feel very sick, and I do not like them. Also, since I have been taking the yogurt, my CD4 counts have gone up, and this is why I know that it helps my immune system. My CD4 count has gone from 235 to 315. Since this is helping me so much, I stopped taking my ARVs.… It is simple, the ARVs make me feel sick but the yogurt does not, and it tastes good." (Durhame, female, HIV+ve).

Terjemahan: "Yogurt probiotik adalah obat yang luar biasa... itu membuat saya merasa sehat. saya minum yogurt daripada ARV untuk membuat saya lebih baik dari HIV. ARV membuat saya merasa sangat sakit, dan saya tidak suka itu. juga, sejak saya minum yogurt, angka CD4 saya naik, dan inilah kenapa saya tau bahwa ini membantu sistem imun saya. CD4 saya naik dari 235 menjadi 315. Sejak ini banyak membantu saya, saya berhenti minum ARV... ini sederhana, ARV membuat saya sakit tapi yogurt tidak, dan rasanya enak." (Durhame, Perempuan, HIV+)


Testimoni-testimoni lain dapat dibaca di sumber nomor 1.

ARV dan Pencernaan
Dari banyaknya testimoni di jurnal tersebut, pasien di Afrika mengeluhkan masalah kesehatan dan pencernaan ketika mengonsumsi ARV, lalu membaik setelah mengonsumsi yogurt, bahkan beberapa memutuskan untuk berhenti ARV dan menyatakan adanya peningkatan CD4.
Dapat disimpulkan bahwa, selain memberikan racun/toxic, ARV juga menyebabkan ketidakseimbangan bakteri pencernaan dengan membunuh bakteri-bakteri menguntungkan dalam pencernaan, bahkan menimbulkan pertumbuhan bakteri merugikan yang menyebabkan diare. Itu lah mengapa pasien di Afrika mengeluhkan masalah pencernaan ketika ARV dan malah membaik setelah konsumsi yogurt.
Dengan perbaikan nutrisi, maka imunitas akan pulih dan meningkat, menyembuhkan keluhan-keluhan yang ada. Lalu, kenapa masih menenggak toxic berbahaya seumur hidup dan menggadaikan hidup bahagia dan produktif demi "janji palsu" panjang umur?


Gue enggak kudet,
bangkit bersama MAHA STAR! 

Sumber:



Sabtu, 12 Agustus 2017

Beberapa Tips Menjaga & Menguatkan Imunitas

Sistem imun tubuh adalah sel, jaringan, dan organ yang bekerja sama untuk melindungi tubuh dari infeksi. Mikroba (kuman) penyebab infeksi seperti bakteri, virus, parasit, dan jamur. Mikroba senang untuk melekat pada tubuh manusia, karena merupakan lingkungan yang ideal bagi mereka. Inilah tugas sistem imun tubuh untuk menjaga tubuh manusia dan menangkap serta menghancurkan mikroba. Jutaan sel berkumpul menjadi tiap set dan subset, kemudian saling mengantarkan informasi. Ketika sel imun tersebut mendapat peringatan, mereka mengalami perubahan taktis dan memproduksi bahan kimia yang kuat. Substansi kimia itu yang akan mengatur perkembangan sel imun, menarik sel-sel lain dan mengarahkannya ke pusat masalah.

Namun ada kalanya, pertahanan imun menurun sehingga tubuh pun jatuh sakit. Sering terserang flu dan sakit tenggorokan bisa jadi tanda kekebalan tubuhmu sedang melemah. Selain itu, luka yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh juga menandakan lemahnya sistem imun. Kebiasaan makan dan status gizi seseorang bisa mempengaruhi tingkat kekebalan tubuhnya. Terlalu banyak mengonsumsi gula bisa menurunkan tingkat kekebalan tubuh. Gula dapat menekan sistem kekebalan tubuh dan merusak pertahanan tubuh melawan infeksi penyakit.

Selain itu, proses penuaan juga bisa mengarah pada penurunan kemampuan respon imun. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun dperkirakan ada hubungannya dengan status gizi. Orang tua cenderung makan lebih sedikit dan sering kurang variasi dalam makanan sehari-hari mereka.



Cara Meningkatkan Sistem Imun Tubuh
Untuk meningkatkan sistem imun tubuh dapat dilakukan melalui berbagai cara yaitu :

Mempertahankan Kesehatan Pencernaan
Saluran pencernaan harus selalu siap menangkal patogen yang masuk dan membiarkan nutrisi dari makanan masuk ke tubuh kita. Kerjanya yang cukup rumit membuat kita harus terus menjaga saluran pencernaan, tentu melalui apa yang kita makan. Makanan yang tinggi kolin seperti daging, seafood, susu, telur, kedelai, dan brokoli baik untuk saluran pencernaan. Hal ini dikarenakan fosfatidilkolin merupakan komponen mukosa pelindung yang melapisi saluran pencernaan. Vitamin A juga mendukung kesehatan saluran pencernaan serta meningkatkan mukosa pelindung dalam saluran pencernaan. Selain itu, jangan lupa juga untuk mengonsumsi pangan kaya akan serat. Serat akan difermentasi oleh bakteri baik dalam usus untuk membantu memecah rantai asam lemak yang nantinya akan digunakan sebagai bahan bakar sel saluran pencernaan. Serat juga membantu menghilangkan racun serta meningkatkan pertahanan sel saluran pencernaan

Konsumsi Nutrisi Seperti Protein, Antioksidan, Asam Lemak Esensial, Dan Vitamin
Telur, ikan, kerang, serta banyak dari sayuran dan biji-bijian yang kaya akan protein dan asam amino untuk kekebalan tubuhmu. Nutrisi lain seperti vitamin C juga dikenal dapat meingkatkan kekebalan tubuh. Vitamin C muncul sebagai nutrisi yang mempu mengurangi keparahan gejala infeksi saluran pernapasan atas. Vitamin C juga mendukung fungi sel T, serta produkasi antioksidan yang mendukung kesembuhan pada lokasi inflamasi. Vitamin B juga ternyata penting dalam mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat. Misalnya vitamin B5 (asam pantotenat) yang meingkatkan produki sel B. Selain itu, kekurangan vitamin B6 terus-menerus juga dapat merusak fungsi sel T. Selain vitamin B5 dan B6, kekurangan vitamin B1 dan B2 juga dapat mengganggu respon antibodi yang normal. Bayam dan kembang kol merupakan sayur yang kaya akan vitamin B6, C, dan asam folat. Sedangkan sumber vitamin B2 yang baik adalah jamur kancing. Vitamin lainnya seperti vitamin A, E, dan K juga penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Kekurangan vitamin A bisa merusak fungsi antibodi dan aktivitas T-sel. Karena itu, rajinlah konsumsi seperti wortel, ubi jalar dan sayuran hijau. Vitamin E seperti lobak hijau dan sawi adalah antioksidan penting dan mendukung respon inflamasi yang sehat. Vitamin K mendukung pembekuan darah dan ini diperlukan untuk melindungi daerah infeksi dan cedera dalam proses penyembuhan

Cara ketiga adalah dengan memulai gaya hidup sehat seperti tidak merokok, tidur cukup dan olahraga teratur.

Sumber :
The World’s Healthiest Foods”. Whfoods.com. N.p., 2016. Web. 28 Aug. 2016.
Publications, Harvard. “Health Information And Medical Information – Harvard Health”. Harvard Health. N.p., 2016. Web. 28 Aug. 2016.

Jumat, 11 Agustus 2017

Manfaat Air Putih Bagi Tubuh

Hasil penelitian yang dimuat dalam sebuah jurnal kesehatan Amerika Serikat, Frontiers in Human Neuroscience memaparkan manfaat yang akan diperoleh tubuh ketika seseorang meminum delapan gelas air putih selama 30 hari. Menurut Luc Montagnier, peraih nobel bidang kedokteran, menyatakan bahwa air yang bersih dan baik dapat menanggulangi infeksi HIV.

Nah, yuk simak, apa sajakah manfaat dari minum air? 
Berikut manfaat yang diperoleh tubuh ketika seseorang mengonsumsi air putih delapan gelas sehari selama 30 hari:


Kinerja otak meningkat
Meminum air putih yang cukup selama 30 hari mampu meningkatkan kinerja otak. Otak membutuhkan banyak oksigen agar mampu bekerja secara optimal. Sebagian besar oksigen yang diperlukan otak terkandung dalam air mineral. Oleh sebab itu, selama ini banyak ahli menyarankan seseorang meminum air putih setidaknya delapan gelas perhari guna meningkatkan 30 persen kemampuan otak.

Memperkuat sistem kekebalan tubuh 
Masyarakat Ceko meyakini air putih merupakan obat alami yang dapat dipakai menyembuhkan segala macam penyakit. Sebab, air mineral berfungsi menetralisir racun dalam tubuh. Mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup juga akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Minum ar putih juga bisa mengatasi pegal-pegal dan mengurangi zat racun dan zat garam dari dalam tubuh.

Menjaga kesehatan hati dan ginjal 
Minum air putih dapat menjaga kesehatan ginjal dan mengurangi risiko batu ginjal. Bukan hanya itu, penelitian yang dilakukan tehadap sekelompok orang yang minum air putih yang cukup selama 30 hari terbukti memiliki organ ginjal, jantung, dan hati lebih sehat dibandingkan dengan orang yang tidak minum air putih.

Membuat awet muda 
Air membuat Anda terlihat awet muda. Air putih sangat dibutuhkan untuk menjaga elastisitas kulit dan mencegah timbulnya keriput. Penelitian yang dilakukan kepada seorang wanita berusia 40 tahun membuktikan khasiat air putih. Wanita itu telah membuktikan jika minum air putih selama 30 hari, wajahnya tampak lebih muda dibandingkan dengan teman-teman seusianya.

Menurunkan bobot tubuh 
Andrea Giancoli, seorang peneliti dari The Academy of Nutrition and Dietetics, Amerika Serikat memaparkan meminum air putih yang cukup selama 30 hari mampu melunturkan racun dan lemak di tubuh seseorang. Andrea menyarankan kepada para pelaku diet untuk melakukan terapi tersebut guna menurunkan bobot tubuh mereka. 

Sumber
Journal Frontiers in Human Neuroscience

Kamis, 10 Agustus 2017

Rusak Syaraf Tubuh Sebelah Kiri Setelah Minum ARV

Berikut adalah pengakuan dari salah satu MS Lover yang mengalami efek samping ARV, selain itu, dokter juga melakukan cek HIV dalam darahnya tanpa consent/persetujuan pemilik darah, hal ini jelas melanggar peraturan menteri kesehatan, dimana meskipun dokter mencurigai HIV karena pasien mengalami gangguan pernapasan (spt. TB), tetap harus ada persetujuan dari pasien untuk diambil darah dan dicek HIVnya. bila pasien menolak, maka pasien harus menandatangani surat pernyataan penolakan. lebih lenggap soal peraturan menteri terkait pengecekan HIV berdasarkan consent dapat dilihat di sini.

berikut adalah transkrip dari testimoni MS lover di grup diskusi MAHA STAR:

"Selamat malam Kawan M S aku mau cerita sedikit tolong kau opini ya...
Sebelum bulan puasa aku pulang dr rantau krn sakit dan sakit ini bisa dibilang parah krn aku kesulitan bernafas,bnr2 tersiksa tidak bisa nafas 
Sesampainya di kampung halamana aku langsung masuk ugd stlh di periksa dokter aku hrs rawat inap,
Dg anehnya aku dimasukan keruang isolasi dan aku dibantu oksigen..
Tiap pagi dokter chek aku bahkan ambil darahku juga,
Selama smggu ku dirawat...pas hari terakhir mau pulang dokter mengajak q bwt bicara 4 mata
Stlh kita berdua diruangan khusus baru dokter itu memberi tahu klo aq di vonis hiv alangkah trkejutnya aq (catatan: dia diambil darah dan dicek HIV tanpa consent/persetujuan)

APakah dg sakit q yg awalnya sulit bernafas kenapa larinya jd hiv/aids
Tanpa memberi tahu cd4 nya brp lsg di vonis hiv
Smggu kemudian aq disuruh kontrol dan lsg disuruh minum arv...awal mula rasanya ngefly efek dr arv cukup lama efek obat itu .sudah hbs sebtol aq minum arv...tp sama2,jd parno minum obt itu karna skrg kaki kiri tangan kiri kayak mati rasa
Skrg jlnku gk normal sdkt pincang
Di buat berdiri udah gk kuat kayak mau ambruk
Dah 4 hr apa stop arv menurut kalian gmn? Lanjut apa stop slmanya
Mksh sblmnya
Salam sehat sllu"

dan berikut adalah screenshoot dari testimoni asli:


Jangan sampai ini terjadi lagi gara-gara kudet!

Gue enggak kudet,
bangkit bersama MAHA STAR!

Rabu, 09 Agustus 2017

Minum Teh Hijau dapat Menghambat Replikasi HIV


Siapa sih yang ga tau teh hijau atau green tea?
Teh hijau berasal dari daun tanaman teh (Camellia Sinensis). Bedanya dengan teh hitam atau teh oolong, teh hijau tidak melalui proses fermentasi, oksidasi dan pengeringan yang berlebihan, sehingga meskipun kandungannya sama dengan jenis minuman teh lain, namun konsentrasi dalam teh hijau lebih tinggi. Tanaman teh berasal dari Tiongkok namun saat ini sudah luas dibudidayakan diberbagai negara seperti Jepang, Korea, Vietnam dan Indonesia. 

Kandungan Teh Hijau
Kandungan dalam teh hijau sangat banyak, kompleks, dan belum seluruhnya dipahami. Komponen yang paling banyak dalam teh hijau adalah polifenol. Lebih spesifik yaitu flavonoid seperti catechin, catechin gallate, dan pro-antosianidin. daun segar mengadung kafein, theobromin, theofilin dan metilxantin, lignin, asam organik, klorofil, dan asam amino bebas. Kesemua itu dimanfaatkan oleh manusia dan didapatkan dengan cara ekstraksi menggunakan air panas atau diseduh (brewed). 

Manfaat Biologis Teh Hijau
Polifenol dan flavonoid memegang peranan penting dalam memberi manfaat pada aspek biologis. Menurut penelitian ilmiah, teh hijau bermanfaat mengantasi berbagai masalah patologis, termasuk penyakit kardiovaskuler, stroke, obesitas, dan kanker. Teh hijau juga berperan sebagai antioksidan dalam menanggulangi radikal bebas yang memberikan efek negatif bagi kesehatan.
Berperan seperti antibiotik, teh hijau mampu menanggulangi masalah yang disebabkan mikroba diantaranya bakteri pencernaan yang menyebabkan diare, gastritis, dan infeksi lambung. Mikroba jamur dan virus juga dapat ditanggulangi dengan teh hijau misalnya potensi dalam memblok replikasi virus HIV, hepatitis, influenza, enterovirus, mengusir parasit, jamur filamen, mengatasi chlamydia dan mycoplasma.


Pelindung Imunitas dan Penghambat HIV
Selain berbagai manfaat dalam mengatasi keluhan penyakit patologis, melawan mikroorganisme merugikan, antioksidan dan anti-kanker, teh hijau juga disebut-sebut sebagai bahan potensial sebagai terapi alternatif infeksi HIV. 
Dari berbagai penelitian menyebutkan bahwa bahan aktif polifenolik catechin dalam teh hijau mampu menginhibisi replikasi HIV transkriptase balik dan dengan mencegah penempelan virion HIV ke molekul T-sel helper (sel CD4). Dengan kata lain, catechin dalam teh hijau berperan dalam mencegah langkah awal dalam proses infeksi HIV ke T-sel dalam darah.

Konsumsi dan Dosis
Tidak ada penelitian bahwa teh hijau memiliki potensi mortalitas. Namun disarankan, konsumsi teh hijau per hari adalah maksimum 3 cangkir. Penggunaan teh hijau sebagai konsumsi moderat, reguler atau kebiasaan tergolong aman. Namun, jangan pula melebihi dosis maksimum konsumsi teh hijau karena berpotensi memperberat kerja liver, dan menjadi pro-oksidan berlebih yang merusak DNA (Johnson & G. Williamson, Phytochemical functional foods, 2003)

Manfaat luar biasa seperti ini, minim efek samping, koq masih pilih yang menyiksa?

Gue enggak kudet,
bangkit bersama MAHA STAR!

Sumber:

Selasa, 08 Agustus 2017

Beda Tempat Tes, Hasil Tes HIV Berubah-ubah

Satu lagi testimoni dari MS lovers yang mengalami perbedaan hasil saat VCT/ tes HIV di tempat berbeda. Sudah sering dibahas bahwa tes kit yang digunakan saat VCT ternyata tidak ada standar baku, dan tidak valid karena selain hasil reaktif dan non-reaktif, tes kit juga bisa mengeluarkan hasil positif palsu, negatif palsu, dan indeterminate (tidak jelas), baca lebih banyak tentang Kit VCT yang tidak baku.
Sebelumnya, testimoni MS lovers yang lainnya juga mengalami hal mirip terkait perbedaan hasil tes VCT. Hasil reaktif atau non reaktif pada VCT ternyata dipengaruhi pula toleh jawaban saat kita counseling. cek testimoni-testimoni soal jawaban VCT terdahulu:
Tes VCT Lebih Dipengaruhi Hasil Wawancara/Conseling
Hasil Tes berbeda, hanya karena perbedaan jawaban counseling/wawancara

Berikut adalah testimoni terbaru tentang inkonsistensi tes VCT dari MS lovers:

"Tahun 2014 saya terinfeksi TB dokter menyarankan saya untk cek up setiap 2minggu sekali dan setiap hari saya harus minum obat TB yg besar besar itu sehari 2 tablet. Begitu tersiksa nya saya setiap hari harus minum obat TB itu efek samping nya begitu parah saya jadi suka mual mual dan menjadi ga nafsu makan, hasilnya berat badan saya menurun. Seminggu saya minum obat itu akhirnya saya jatuh sakit karna badan saya ngedrop, dokter rmh sakit yg menangani saya nelpn karna saya absen buat pengambilan obat. Saya cerita semuanya dan saya pun menyuruh dokternya untk ke rumah saya tapi dia mempunyai alasan sibuk. Akhirnya saya berhenti untk meminum obat itu dan melanjut kan mengkomsumsi obat herbal seperti rebusan kulit manggis sama daun sirsak. Dan saya juga coba konsumsi obat herbal kuning besar yg dijual di toko toko obat herbal. Alhamdulilah setelah komsumsi obat herbal kondisi saya mulai membaik dan saya coba untk ke rmh sakit paru lagi dan mengeluh akan obat itu, saya pun di periksa lagi dan di nyata kan membaik. Akhirnya dokter cuman ngasih dosis obat 2hari sekali katanya untk antispasi, tapi saya tdk meminum nya karna udah trauma kejadian wktu itu. Dan saya di suruh untk cek darah 2x di hari itu juga yg pertama cek darah meyakinkan saya bahwa saya tdk mempunyai lagi penyakit selain TB yg kedua tes HIV/AIDS hasilnya alhamdulilah negatif.
3bulan berlalu saya cek lagi ke puskesmas karna tmn saya seorang konselor VCT. akhirnya saya coba tes lagi dan hasilnya pun negatif. 
3bulan berlalu saya tes beda konselor dan beda puskesmas juga karna wktu itu tmn sy lagi ga bisa dampingin saya, ternyata hasilnya positiv padahal saya tdk melakukan apapa selama 3bulan belakangan itu. 
Begitu aneh yg saya rasakan nunggu hasilnya lama beda sama rmh sakit dan puskesmas yg biasa tmn sy itu. Akhirnya saya di suruh melakukan pengobatan ARV tapi saya menjawab maaf saya mau pikir pikir dulu aja. 
Akhirnya saya ceritain ke tmn saya itu dan tmn sy menganjurkan untk tes lagi 3bulan mendatang, akhirnya saya tes lagi sama tmn saya itu dan hasilnya beda sama puskesmas yg itu. Negatif. Bener bener ga bisa saya mengerti akan hasil perbedaan itu."

berikut adalah screenshoot dari postingan asli di grup MAHA STAR:


Gue enggak kudet,
bangkit Bersama MAHA STAR!