Ayo Bergabung!

Kamis, 21 September 2017

ARV Effect #3: Peripheral Neuropathy


Neuropati adalah istilah umum yang digunakan untuk kondisi-kondisi yang terkait dengan kelainan pada fungsi saraf. Kata neuropati itu sendiri berarti gangguan saraf. Saraf-saraf yang ada di seluruh tubuh dapat mengalami gangguan akibat penyakit tertentu maupun cedera.
Peripehral Neuropathy atau dalam bahasa Indonesia, neuropati perifer adalah kondisi di mana terjadi gangguan atau kelainan saraf memengaruhi saraf di luar otak dan saraf tulang belakang. Dengan kata lain, neuropati perifer memengaruhi saraf-saraf pada anggota gerak, seperti lengan, tungkai, tangan, kaki, dan jari. Saraf-saraf ini adalah bagian dari sistem saraf perifer yang berfungsi menghantarkan sinyal dari dan ke otak. Jika saraf di bagian bahu, pinggul, paha, atau bokong yang mengalami gangguan, maka kondisi tersebut dikenal dengan istilah neuropati proksimal.

Gejala neuropati perifer yang berdampak pada fungsi motorik:

  • Kram otot dan kedutan.
  • Kelemahan atau kelumpuhan pada salah satu atau beberapa otot.
  • Sulit mengangkat kaki, sehingga mengalami kesukaran dalam berjalan.
  • Otot mengecil.


Gejala neuropati perifer yang berdampak pada fungsi sensorik:

  • Parestesia, yaitu sensasi kesemutan atau rasa seperti tertusuk-tusuk pada bagian yang mengalami gangguan.
  • Rasa perih dan menyengat, biasanya pada bagian kaki dan tungkai.
  • Baal dan menurunnya kemampuan untuk merasakan rasa sakit.
  • Pembengkakan kaki yang tidak dirasakan.
  • Perubahan suhu tubuh, terutama di bagian kaki.
  • Kehilangan keseimbangan atau koordinasi.
  • Merasakan sakit dari stimulasi yang seharusnya tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali.


Penyebab dan Diagnosis Neuropati
Terdapat banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami neuropati. Berikut ini adalah beberapa kondisi, cedera, dan infeksi yang bisa berakibat pada munculnya neuropati:
Trauma atau cedera, diabetes, Penyakit autoimun, infeksi patogen, tumor, obat-obatan, alkohol, dan racun.
Pada awal pemeriksaan, dokter akan menanyakan tentang gejala yang dirasakan dan riwayat kesehatan, serta melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tahu penyebab dan tingkat keparahannya.
Selain itu, pemeriksaan tambahan dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis dan penyebabnya. Salah satu pemeriksaan yang biasanya dilakukan adalah pemeriksaan darah, untuk mengetahui apakah ada kondisi medis tertentu yang menyebabkan terjadinya kerusakan saraf.
Untuk mengetahui apakah terdapat penekanan atau kerusakan pada saraf, dapat dilakukan pencitraan seperti foto Rontgen, CT scan, dan MRI.


Neuropati Akibat Antiretroviral (ARV)
Peripheral Neuropati (PN) dapat terjadi akibat efek samping jangka panjang dari penggunaan ARV terutama untuk ARV golongan NRTI seperti Zidovudine (AZT), didanosine (ddI), lamuvidine (3TC), dan stavudine (d4T) dimana efek neuropati, myupati dan asidosis laktat sering terjadi. Hal ini terjadi karena ARV golongan NRTI memberikan efek toksisitas pada jaringan. 
Dalam penelitian International AIDS Journal, ARV kelas NRTI menyebabkan kerusakan dan toksikasi mitokondria dalam sel sehingga gagal melakukan sintesis mtDNA, juga menyebabkan tubuh defisiensi asam amino acetyl-carnitin, dimana asam amino tersebut memegang peranan penting bagi metabolisme ada proses fisiologis syaraf perifer. Terjadinya toksikasi, disfungsi, dan defisiensi tersebut membuat ODHA terkena efek samping neuropati perifer.

Terapi Peripheral Neuropathy
Selain asupan nutrisi dan treatmen suplementasi, terapi fisik perlu dilakukan karena gangguan neuropati terjadi pada sistem syaraf dan gerak tubuh. Artinya anatomi tubuh yang terganggu harus terus dilatih. 
Suplementasi yang harus diperhatikan adalah asupan tambahan gizi pada bahan-bahan tertentu, seperti:
L-Carnitine: suplementasi L-carnitine terutama bagi mereka yang mengalami defisiensi karnitin akibat ARV golongan NRTI. karnitin bisa didapat dari produk daging, kacang-kacangan, atau produk susu.
Vitamin dan Mineral: Asupan vitamin, terutama vitamin B1, B12, dan vitamin E bermanfaat meringankan gejala nyeri pada neuropati perifer.
Terapi fisik: disarankan terapi fisik dan syaraf, anda bisa melakukan bekam dan olah raga ringan.

Lihat juga efek ARV lainnya:

Sumber:

0 komentar:

Posting Komentar