Ayo Bergabung!

Rabu, 22 Februari 2017

Dampak Buruk ARV yg TIDAK PERNAH MAU DIAKUI OKNUM MEDIS

Berawal dari mencret yang gak juga mampet dan juga karena faktor udah pernah ngelakuin sex yang gak sehat, vctlah temen gue ini dan hasilnya R. November dia mulai arv. Desember, Januari, kondisinya justru makin minus. Februari dia gak ada kabar. Awal Maret, pas dijenguk fisiknya udah tinggal tulang berbalut kulit, ngomongnya celo dan fungsi pendengarannya berkurang. Dan di tanggal 5 dia meninggal. Padahal sebelum vct, walopun kurusan karena diare, dia terlihat gak separah pas udah konsumsi arv. Gue udah nyaranin pengobatan herbal, tapi dia nolak. Takut komplikasi obat, begitu katanya. Dan kata pendampingnya, memburuknya kondisi temen gue itu disebabkan juga karena depresi. Ini kejadian di penghujung 2014. Misal arv itu emang beneran "obat", efeknya harusnya gak sefatal itu. Padahal banyak cerita misal R, tapi gak juga arv kesehatan bisa memburuk seiring virus itu menyebar. Tapi, mendiang temen gue yang arv itu justru makin parah kondisinya. Dan gue juga udah lihat dengan mata melek semelek-meleknya efek samping arv dari mulai yang muntah-muntah, infeksi kulit aneh, kulit yang menghitam, alis rontok, depresi, bahkan temen gue yang lain ada yang mati rasa, tapi dia masih arv sampe dimari. Itu pilihan dia jadi gue hargai aja pilihannya. Oke, walopun ada yang taonan arv terlihat oke-oke aja, tapi tunggu dulu, guy's... kita gak pernah tau ada apa dibalik layar si pengkonsumsi arv. Misal lo divonis, gak usah takut. Itu hanya vonis manusia. Bukan vonis Tuhan. Manusia gak seistimewa itu buat memvonis hidup orang lain. Yang bikin parah penyakit kan vonis itu sendiri. Dan keyakinan yang kuat adalah obat dari penyakit itu sendiri. Ada ya temennya bf sahabat gue yang tes hasilnya R trus karena dia gak yakin dia coba tes ditempat lain dan hasilnya NR. Arv ato gak, jelas pilihan masing-masing. Tapi, jangan nganggep apa yang gak ada itu ada. Yang penting, jangan lupa bahagia, guy's... Karena kebahagiaan jelas gak kenal hiv dan arv.



0 komentar:

Posting Komentar