Ayo Bergabung!

Jumat, 19 Agustus 2016

Joan Shenton, Pendiri Immunity Resource Foundation: "Obat" HIV/AIDS Justru Membunuh Generasi

Ini adalah sebuah video tentang interview kepada salah satu independent TV producer yang sedang melangsungkan konferensi International HIV di Vienna Austria.



Berikut terjemahan dari transkrip interview tersebut:

Sekilas tentang Joan Shenton, adalah seorang broadcaster dan independent TV producer asal Inggris dan juga adalah founder dari Immunity Resource Foundation (IRF). Sebuah channel berita RT Studio dari Russia menanyangkan interview tele-conference dengan Joan yang mengadakan konferensi tentang HIV Aids di Vienna Austria.

Sudah selama 24 tahun kita ditantang dengan hipotesis bahwa HIV menyebabkan Aids dengan melibatkan banyak ilmuan dari seluruh dunia, Joan yang seorang independent producer membuat 11 video subjek dan akan di transimsikan ke seluruh dunia, namun itu tidak mengubah opini. Hal yang disampaikan pada konferensi di Vienna sangat penting karena membahas tentang kebohongan besar HIV Aids issue, bahwa HIV adalah penyebab Aids dan Aids adalah penyakit menular seksual.

Presenter menyatakan bahwa Joan memang menentang pengobatan konvensional (ARV) karena efeknya masih sangat kuat (dan berbahaya) lalu apakah ada solusi/alterntif yang ditawarkan oleh Foundation nya. Joan menyatakan konvensional treatment (AZT sekarang ART) membuat kematian massal pada generasi kaum gay muda. Semua itu terdokumntasi dengan baik, tidak ada satu pria, wanita muda dan beberapa wanita dewasa pun yang telah mendapat dosis tinggi AZT yang masih bertahan hidup, bahkan banyak orang lain yang belum mengonsumsi Antiretroviral yang masih hidup. Maka ini menjadi masalah penting dan menjadi challenge dari hipotesis ini karena diikat oleh ratusan juta dollar dari uang international yang tidak ada hasilnya.

Lalu presenter meminta apakah ada bukti dari pengobatan alternative yang lebih baik dari pengobatan konvensional, Joan pun merespon dengan, Aids sebagai penyakit yang hanya terbatas diderita oleh orang yang melakukan perbuatan beresiko, dan belum tersebar sebagai penyakit dengan orang heteroseksual, ini tidak menular seperti penyakit menular lainnya. Lalu yang kita lakukan adalah rubah gaya hidup kita, anda bisa menyatakan itu adalah sebagai alternative nya, perhatikan kesehatan anda dan tidak melakukan perbuatan beresiko yang mana ini terjadi sekarang. Orang banyak melakaukan perbuatan beresiko dengan multiple sexual partner (berganti-ganti pasangan) yang mengakibatkan terkena nya multiple sexual diseases (Penyakit menular seksual). Perubahan gaya hidup akan membuat kondisi anda akan membaik. Pada pengalaman saya, saya melihat seorang pria muda yang dites positive (Reaktif) beberapa tahun lalu, dan kita melakukan tes sendiri. Kita melakukan tes 35 sample darah di University of surrey, dari 35 sample darah kita melakukan test di 3 hiv kit berbeda. 2 test kit menunjukan hasil yang sama test kit yang ke 3 menunjukan 19 orang yang berasal dari “no man’s land area” (tempat pembuangan) . dan ada seorang pria yang hasil test nya negative 2 kali ketika kita membawa nya ke London teaching hospital namun dia telah di test dan hasilnya positive 3 kali pada pengetesan acak hiv sebelumnya. 
Maka hiv tes sesungguhnya adalah kejahatan. Anda bisa terdeteksi hiv positive jika memiliki 67 kondisi salah satunya adalah TB, Sifilis, Malaria dan invasive mycoses (infeksi jamur, Candidia dll). list lengkapnya, cek disini

Lalu mengapa teori ada tidak/belum dimengerti (oleh WHO, konvensional doctor) ?
“Well it has catch on if you think” tentu itu sudah dimengerti jika anda berfikir. Rethinking Aids (orang yang mempunyai pemikiran lain) di Amerika sangat banyak, kita memiliki ribuan anggota dan kita memiliki Nobel Laureate (organisasi penganugrahan nobel) yang mendukung kita dan kita memilki setidaknya 500 ilmuan molekuler terkemuka di seluruh dunia yang mendukung “alternative view” pandangan alternative dan men-challenge hipotesis infeksi. Basically, sangat sulit untuk men-challenge orthodox TV (Aids Orthodox) karena media sangat berkuasa dan drug industries (industri-industri farmasi) sangat berkuasa, melebihi pemerintah. Lambat laun kebenaran akan terungkap.

VCT dan HIV Rapid Test Ternyata Tidak Terstandar dan Tidak Akurat

Tes VCT dengan metode rapid test, Meski katanya tes ini berguna untuk mengetahui status sebuah infeksi virus HIV, tapi ternyata tes ini sangat2 relatif, tidak ada standar yg berlaku (bahkan di dunia) dan tidak akurat, bahkan selalu terjadi hasil false positive (positif palsu).
VCT itu sebetulnya hanya ada di Indonesia, yaitu program tes HIV dengan cara konseling/curhat. apalagi KPA dan KDS berlomba2 menjaring org2 untuk VCT melalui konselor dgn target bulanannya. ada yg menggunakan iming2 gratis, atau diberi uang, sampai disini pun, ajang tes VCT harusnya sudah dicurigai, itu baru bicara kebijakan. gimana kalau bicara teknis medis? lebih mencurigakan lagi.

TIDAK TERSTANDAR RESMI
Tes HIV melalui VCT menggunakan cara rapid test (ELISA dan Western Blot), dimana hasil tes bisa ditunggu dalam hitungan menit bahkan detik. tes ini bukan mencari ada tidaknya virus, tapi ada tidaknya antibodi dari virus itu. ketika sampel darah diuji pada test kit, maka timbul hasil yang harus diinterpretasi (diartikan) oleh sang penguji, atau diterjemahkan langsung oleh kit dgn beberapa kriteria. yang jadi masalah, TIDAK ADA standar resmi yang berlaku untuk mengartikan hasil dan kriteria tiap test di setiap negara pun berbeda.


Gambar diatas, dan juga file ini menunjukan perbedaan interpretasi untuk menentukan HIV positif pada tes western blot (WB). terlihat sangat jelas, pengartian hasil tes HIV melalui WB berbeda2 di afrika, australia, inggris. bahkan organisasi2 kesehatan dunia pun berbeda pendapat, yaitu CDC (centre for Disease control), FDA (food and drugs administration), dan palang merah/red cross, bahkan WHO.

Jadi, ada 3 kriteria yg dipertimbangkan dalam menentukan status R, yaitu nilai kuantitatif dari: GAG Gene, POL gene, ENV gene.
tapi eh tapi, koq semua negara dan organisasi punya macam2 versi dalam membaca criteria itu??
bisa terlihat, ketika kita tes HIV di inggris dan hasilnya positif (reaktif), ternyata bisa menjadi negatif (non reaktif) di Amerika versi CDC. Indonesia ikut yang mana? hanya Tuhan dan Kemenkes yang tau.

TIDAK AKURAT
Karena tes HIV melalui VCT ini mendeteksi antibodi (bukan virus) maka tingkat kesalahannya besar. dalam berbagai jurnal (bisa cek scholar google dgn keyword: "false positive HIV rapid test") dan berbagai situs resmi yg berhubungan dgn HIV (boleh cek situs aids(dot)gov, cdc(dot)gov, dll) MENGAKUI bahwa tes rapid dalam VCT SERING mengeluarkan hasil false postive (positive palsu). lho kenapa? karena yang alat deteksi adalah antibodi, yaitu reaksi darah terhadap patogen.
setidaknya ada beberapa faktor yg menyebabkan hasil positif palsu: kehamilan, vaksinasi, infeksi patogen lain (malaria, sipilis, tuberculosis, leprosis, herpes simplex, chlamydia, dll), autoimun, tingginya nilai CD5+ B-Lymphocite (reaksi imun terhadap antigen infeksi), genetik, kontaminasi (darah terdapat protein bakteri E-coli), dan lain lain. (sumber terlampir)

KESIMPULAN
dari penjelasan ini, intinya, tes HIV melalui VCT bukan jaminan mendapatkan hasil pasti. karena TIDAK TERSTANDAR dalam intrepretasi hasil kriteria, bahkan negara2 dan organisasi2 kesehatan di dunia pun berbeda pendapat. Juga tes HIV melalui VCT TIDAK AKURAT karena sering mengeluarkan hasil positif palsu.
Bayangkan, beban seperti apa yang akan ditanggung dari sebuah test yang super relatif ini?

  • beban psikologis, jelas, hasil tes secara tidak langsung mempengaruhi mental dan meningkatkan stress, ujung2nya sakit. 
  • beban sosial, dimana dalam VCT tidak bisa anonymous (tanpa nama), harus melampirkan identitas dan didata ke kemenkes, jelas melanggar privasi, bahkan bila terbongkar akan menimbulkan stigma dan diskriminasi, belum lagi ketika mereka mengejar-ngejar agar mau ambil ARV.
  • beban fisik dan jasmani, ini yang ditakuti, ketika vct mengeluarkan hasil positif (yg belum jelas asli atau palsu), maka org tersebut akan diarahkan untuk treatmen ARV, yg kita sendiri tau seperti apa efeknya. bayangkan racun itu masuk ke tubuh yang harusnya sehat, hanya krn sebuah status yg belum tentu benar.

jadi, masih mau kah VCT dgn mempertaruhkan psikis, kesehatan, dan kehidupan sosial?

SUMBER:
Scientific journal: Causes of false-positive HIV rapid diagnostic test results

Selasa, 26 Juli 2016

Bukti Penipuan Roberto Gallo atas Klaim Isolasi HIV

Sebelum nama HIV populer, banyak versi terkait interpretasi dan penamaan "virus" ini. sebelum Luc Montagnier mempublikasi penemuannya dan diberi nama lymphadenopathy-associated virus (LAV), penyakit2 yang sekarang disebut HIV/AIDS disebut GRID (Gay Related Immune Deficiency).

Bersamaan dengan publikasi Luc Motagnier tentang virus LAV (skrg HIV), sebuah tim di Amerika Serikat yang dipimpin Roberto Gallo juga mengklaim telah menemukan penyebab dari GRID, yg diberi nama HTLV (Human T-Lymphotropic Virus).

Luc yang diberi nobel atas penemuan ini ditanya terkait dgn virus LAV (skrg HIV) dan perannya terhadap AIDS, Luc menjawab "remains to be determined" atau "masih harus/belum ditentukan", bahkan kemudian, Luc menyatakan bahwa virus HIV bisa disembuhkan dengan air dan nutrisi.

Roberto Gallo kemudian mengklaim bahwa specimen HTLV temuannya sama dengan specimen yg sebelumnya diambil dari penelitian Luc. Bahkan dia menyatakan HTLV ini menyebabkan AIDS dan menjelaskan bahwa specimen Luc tidak murni dan terkontaminasi virus lain. sehingga kemudian, konsensus menerima bahwa HTLV (yg kemudian diberi bama HIV) temuan Gallo menyebabkan AIDS, munculah penamaan HIV/AIDS.

Namun, belakangan terbongkarlah kebohongan Gallo, sebuah surat yg dikeluarkan dari kepala lab mikroskopi elektron ke bagian lab biologi sel tumor di National Cancer Institute tempat Gallo meneliti HIV menyatakan bahwa, temuan Gallo yang dia sebut dgn HTLV (skrg HIV) hanyalah DEBRIS OF DEGERATED CELL (sisa2 sel rusak). berikut adalah scan dari surat tersebut (lihat gambar).



dengan terjemahan sebagai berikut:
Surat dari Dr. Gonda, Kepala Lab Mikroskopi elektron, di National Cancer Institute, kepada Mika Popovic, ditembuskan pada Gallo.

Kepada Mika, 
Saya mengirimkan 4 copy tambahan dari hasil yang dibutuhkan oleh Betsy Read. Dia bilang bahwa Dr. Gallo membutuhkan mikrograf-mikrograf ini untuk publikasi karena mengandung HTLV. Jika asumsi ini didasari oleh kultur yang menjadi antigen positif, saya ingin menunjukan bahwa "partikel" di mikrograf 0905 ADALAH sisa dari sel-sel yang rusak. tidak ada ektstraseluler "partikel mirip virus" lain yang terlihat bebas diantara sel dimanapun di sampel. Sekali lagi, vesikel ini bisa ditemui dimana pun disemua sampel sel. SAYA TIDAK YAKIN FOTO2 PARTIKEL ITU ADALAH HTLV.
Salam, Dr. Gonda, Kepala Lab Mikroskopi elektron. ditembuskan ke: Roberto Gallo, Betsy Read.

Kesimpulan:
Roberto Gallo melakukan penipuan, terbukti dgn surat keterangan ini, yg menyatakan bahwa partikel2 tsb bukan lah virus yg diklaim Gallo, melainkan sampah dari sel2 rusak.
tapi pada saat publikasi, Gallo bilang bahwa foto2 partikel ini adalah isolasi HTLV (atau sekarang HIV).


Sumber:
grup rethinking AIDS,
https://en.wikipedia.org/wiki/Luc_Montagnier
http://reaids.com/fearoftheinvisible.com/fraud-in-key-hiv-research-background.html

Jumat, 08 Juli 2016

Ada Udang di Balik Batu. Ada Uang di Balik Nyawamu


Satu lagi testimoni yg kami copas dari group FB MAHA STAR


[dalam grup MAHA STAR] Barusan dpt sapaan dr tmn. (kebetulan tmnku seorang perawat dan seingetku aktif ngajakin test vct). 

Kemarin saya pernah baca di sini ada yg bilang jika berhasil data dan ajak 1 Orang dpt fee 75rb saya mikirnya masak iya sih???  [dalam grup MAHA STAR]

Stlh ku bertanya ke tmnku tadi saya dpt jawaban ini 

[dalam grup MAHA STAR] "Gini...Klo di Jombang kmrin q ngajukan 10 orang. Untuk ikut pelatihan jd Peer Educator (PE). Jd 10 orag itu yg dpt fee jka ngrujuk vct. Krna mereka sudah di latih dan di data dg yg memberi fee" [dalam grup MAHA STAR]

Q petugas Lapangan (PL). yg mendapat gaji bulanan. Klo PE dia dpt gaji sesuai jumlah rujukan. 

PL bertanggung jawab dg PE" 

Kutanya dpt brp PE? "klo PE, 75rb/org yg di rujuk  [dalam grup MAHA STAR]

"Trs km oleh piro? Temanku kgk jawab :v Saat saya tanya lagi soal drmn duit yg buat bayarin km?? "Yg ngasih fee/gajiq itu dari donor asing. Namax global fund. Dari dana asing itu turun ke pusat (jkt) kmudian ke propinsi...Nah dari propinsi lah nyebar ke kota2 yg data peningkatan kasus hiv nya tinggi". Dan ternyata BENER apa yg saya baca disini soal fee 100%. Saya juga dpt form dua pengajuan form untuk PE dan PL. 
Astafirllah....kesehatan dijadikan lahan bisnis.Apalagi dpt info juga tugas seorang MK yaitu bujui/ngubrak" orang yg berhenti ARV. [dalam grup MAHA STAR]

Kesimpulan : 
Sadarlah kita, bahwa segala perhatian konselor & semua praktisi yg bergerak bidang per-HIV-an, bukanlah perhatian yg tulus. 
Melainkan perhatian yg ada maunya. 
Maka dari itu bukan rahasia lagi jika mrk pasti akan selalu berusaha keras untuk meyakinkan kita melakukan VCT hingga mengkonsumsi ARV. Jangan heran bila konselor, PL, PE mendorong kita untuk VCT dan ambil ARV, bahkan akan marah dan memaksa, itu karena kita adalah calon prospek penambah pundi-pundinya. Mereka sebetulnya tau efek samping dan bahaya ARV, tapi demi uang, mereka sembunyikan fakta itu.
WASPADALAH !