Ayo Bergabung!

Senin, 31 Juli 2017

Berkat GUE ENGGAK KUDET, jumlah CD4 3 menjadi 300 & lenyap kondisi AIDS

Assalamualaikum, saya akan membagikan testimoni saya. Nama saya arya putra fajar, ini akun kedua saya setelah akun yang asli Nizar..... di blokir karna lupa kata sandi, saya asli Cikampek jawa barat. Saya sudah 4 bulan dicap odha oleh dokter, waktu itu keinginan saya sendiri untuk mengikuti tes VCT di PUSKESMAS, dari awal saya udah ragu untuk tes VCT , tapi berhubung saya ingin tau. Apapun hasilnya akan saya tanggung, ada yg janggal waktu saya tes VCT . Katanya tes VCT bisa tau hasilnya sekitar 1,5 jam tapi waktu saya tes hasilnya baru jadi 3 hari . Selasa saya tes dan hasilnya hari jumat di suruh ketemu konselor di poli tbc/hiv . Ketika saya masuk konselor langsung memberi tahu saya kamu reaktif dgn jumlah cd4 3. Woooow dunia serasa gelap , pengen nangis tapi ga bisa. Gejala waktu itu yg saya alami , semisal bisul KGB udah keluar nanah di ketiak kanan kiri. Kaki penuh ruam seperti di gigit nyamuk , diare, berat badan turun drastis dari 70-50, sariawan di tenggorokan. Dan kata konselor dokter saya saya udah AIDS bukan hiv lagi. Dia juga bilang umur saya paling lama tinggal 1,5 tahun lagi. Disitu saya tambah stress, yang ada di pikiran saya saat itu hanya ingin cepet2 mati... konselor dokter pun menyarankan untuk minum Arv kalo kamu ingin hidup lama. Tapi saya bilang saya gak mau minum Arv . Dari situ konselor bilang paling an kamu bertahan hanya 2 bulan udah mati. 1minggu setelah tes VCT saya tambah drop. Demam tinggi kalo malem. Tambah kurus . Lalu saya mencoba nyari tentang pengobatan hiv di google. Dan yg pertama saya buka itu blog maha star. Lalu saya baca semua artikel d dlm blog. Saya mulai ada semangat lagi. Bergabung lah saya dengan grup FB maha star. Saya ingat waktu awal saya nanya d grup yaitu cara meningkatkan berat badan. Banyak saran dari teman maha star dan saya ambil beberapa saran saya juga tidak asal memakan mentah2 saran tersebut saya juga masih mencari info tentang saran yg dikasih teman2 info tentang herbal atau susu atau vitamin. Dan akhirnya saya ambil suaranya zheid evand untuk minum susu dancow fullcream 2kali sehari, lalu saya juga dikasih saran sama bang tommy wijaya untuk minum vitamin b kompleks rutin tiap pagi setelah sarapan. Sya juga curhat dengan kak mimi hurem dia kasih saran untuk melakukan 4 unch yaitu pola hidup, pola makan, ibadah, dan olahraga. Alhamdulillah kesehatan saya berangsur pulih berat badan naik jadi 65 . Selama ini saya hanya mengandalkan minum sambiloto tiap pagi itupun beli dari tukang jamu gendong seharga 3000 per gelas. Saya ga pernah minum herbal aneh aneh . Alhamdulillah setelah minum sambiloto cd4 saya naik  dari 3 menjadi 300 kulit saya yang tadinya bintik merah jadi hilang mulus lagi. Saya juga makan telor rebus 2 butir tiap pagi, makan ikan gabus. Buah dan sayur juga.Yakinlah hiv itu bisa di obati , hiv itu hanya virus biasa. Arv bukan solusi yg tepat bagi kesehatan kita. Sekarang saya gemuk lagi, bisa lari pagi, fitness, yang terpenting atur pikiran kita jangan stress , saya sedang belajar meditasi untuk mengendalikan pikiran sendiri , bersyukur saya bisa bertemu degan teman teman di grup maha star. Terimakasih atas semua saran yg di berikan semoga Allah swt yg membalas kebaikan kalian. Mungkin kalau saya ikuti dokter untuk meminum Arv , saya hanya tinggal nama yg tertulis di batu nisan. wallahua'lam. Saya bisa melewati masa masa kritis berkat kemauan hidup yang kuat. Semangat kawan jangan terlalu menyesal dengan status kita, penyesalan yang berlarut larut hanya akan membuat kita drop, biarlah masa lalu menjadi cambukan untuk memacu s3mangat kita. Saya bisa kalian juga pasti bisa , dan kita semua pasti bisa, Bangkit bersama MAHASTAR , hapus stigma dan diskriminasi, jadilah manusia yang baru tanpa bayangan masa lalu, agar menjadi manusia yg lebih baik, agar kita bisa memanusiakan manusia. Terimakasih Wassalam.







Minggu, 04 Juni 2017

Puasa Ramadhan: Ibadah Pelipat Ganda Pahala dan Juga Imunitas!


Puasa, Kegiatan untuk tidak makan dan minum dalam waktu tertentu sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di seluruh dunia. Puasa sudah dilakukan sejak lama karena erat hubungannya dengan budaya, adat, kebiasaan dan agama.

Terlebih bagi umat Islam, puasa menjadi bagian dari ibadah yang tidak bisa dipisahkan terutama di bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah momen paling ditunggu-tunggu oleh seluruh muslim di dunia. Karena selain berpuasa, seluruh amalan-amalan dan ibadah akan dilipatgandakan nilai pahalanya.

Hikmah lain dari rutin berpuasa adalah, ternyata puasa terbukti secara medis dan saintifik dapat meningkatkan imunitas loh. Sebelum adanya penelitian ini, masyarakat awam menganggap puasa yang rutin dan lama (prolonged fasting) tidak baik bagi kesehatan, merusak pola makan (karena harus makan di awal subuh dan larut malam), dan mengganggu ritme sirkadian alami. Namun, sebuah penelitian yang baru-baru ini dilakukan di University of Southern California menyatakan bahwa puasa rutin lebih dari 3 hari (prolonged fasting) dapat memperbaiki kerusakan sistem imun dan memproduksi sel punca (stem cell) yang meregenerasi sel darah dan sel imun.

Sel punca (stem cell) adalah sel yang belum berkembang dan berpotensi untuk menjadi bermacam jenis sel baru dalam tubuh, sel punca juga berfungsi sebagai sistem perbaikan untuk mengganti sel-sel tubuh yang rusak demi kelangsungan hidup organisme. Sel punca bisa berkembang menjadi sel otot, sel darah, sel otak atau sel punca kembali.

Meningkatkan Sistem Imun dan Imunitas
menurut  Prof Valter Longo, Professor ahli Gerontologi dan ilmu hayati di University of California. menyatakan bahwa ketika kita lapar, maka sistem dalam tubuh akan mencoba untuk menghemat energi dengan menggunakan simpanan glukosa dan lemak juga merombak banyak sel imun yang tidak diperlukan, terutama sel yang rusak.

Dengan puasa berkelanjutan, jumlah sel darah putih memang akan menurun, namun ketika kita berbuka puasa maka sel darah putih akan diperbarui dan naik kembali jumlahnya. dari mana hal itu dapat terjadi? 
Hal itu terjadi karena adanya regenerasi sel darah putih dan sel imun berbasis sel punca melalui sistem hematopoietis (sistem pembentukan sel darah). Sehingga sel imun dan sel darah putih yang sudah rusak akan diperbarui kembali. Hal ini tentu akan meningkatkan imunitas orang tersebut.

Prof Longo juga menemukan bahwa puasa berkelanjutan juga mengurangi enzim PKA, enzim yang berhubungan dengan penuaan dan hormon yang meningkatkan resiko pertumbuhan kanker dan tumor.

Memperbaiki Kerusakan Akibat Efek Samping Kemoterapi
Fakta lain yang ditemukan peneliti adalah bahwa puasa berkelanjutan dapat melindungi pasien kanker dari efek buruk kemoterapi.

Hasil uji klinis telah dilakukan pada grup kecil pasien kanker yang mendapatkan kemoterapi. Meraka melakukan puasa selama 72 jam dan ternyata hasilnya puasa dapat melindungi dan memperbaiki kerusakan karena efek dari kemoterapi. Dimana biasanya, pasien kanker yang melakukan kemoterapi akan mengalami kerusakan sel-sel lainnya, bahkan merusak organ tubuh yang sehat.

Menurut Prof. Longo, puasa tidak hanya melindungi sel dan organ sehat dari efek samping kemoterapi, tapi juga membantu meningkatkan imunitas dalam melawan kanker itu sendiri. Namun menurutnya, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan melibatkan aspek dari segi bahan makanan dan gizi dan dilakukan dibawah pengawasan dokter dan ahli gizi.

Penelitian ini didukung oleh the National Institute of Aging of the National Institutes of Health (grant numbers AG20642, AG025135, P01AG34906) 
dan uji klinis didukung oleh the V Foundation and the National Cancer Institute of the National Institutes of Health (P30CA014089).

Hikmah
Ternyata puasa berkelanjutan seperti puasa Ramadhan tidak hanya menambah amalan dan pahala berlipat yang Allah janjikan, tapi juga memberikan bonus kesehatan bagi yang melakukannya dengan benar, yaitu peningkatan imunitas dan pelindung dari efek samping kemoterapi pada pasien kanker.

Namun sayangnya, banyak orang yang lebih memilih meninggalkan puasa demi menjaga jam minum obat yang mengikat, memaksa, dan menyiksa dengan kekhawatiran imunnya akan drop dan virusnya akan resisten. Padahal, dengan melakukan puasa ramadhan justru memberi keberkahan sisa usia, menambah bekal pahala kelak dan menyehatkan tubuh yang rusak dan sakit.

Masih berpikir untuk meninggalkan puasa wajib yang Allah perintahkan hanya demi kewajiban minum obat yang diperintahkan dokter? 
Kalau masih, anda perlu merenungkan, kesehatan dan kesembuhan itu datangnya dari siapa?


Bangkit bersama MAHA STAR!

Sumber:



Senin, 22 Mei 2017

Antiretroviral (ARV) Bukan Sekedar Efek Samping

Banyak yang masih belum mengetahui, apa itu ARV, kenapa pada nama MAHA STAR dibubuhi : Stop ARV? emangnya ARV itu apa sih?
ARV atau antiretroviral adalah jenis obat kimia yang dianggap dapat menekan replikasi virus HIV pada orang yang divonis ODHA. Seseorang yang divonis mengidap HIV diharuskan meminum ARV setiap hari seumur hidupnya sehingga dia dijanjikan punya umur panjang dan bebas dari kondisi AIDS (kondisi drop karena hilangnya imunitas tubuh dalam melawan penyakit lain).
Terdengar simple, mudah dan melegakan bukan? divonis HIV, ditakuti-takuti berumur pendek, dan diberi harapan bisa berumur panjang bila konsumsi ARV seumur hidup, dan poff! happily ever after? ternyata tidak.
loh, kenapa?

Sebelum kesana, yuk kita berkenalan dulu dengan jenis-jenis ARV.
Di Indonesia, terdapat 3 golongan antiretroviral yang tersedia yaitu NRTI, NNRTI dan protease inhibitor (PI).

NRTI: Zidovudin (ZDV), Tenofovir (TDF), Stavudin (d4T), Abacavir (ABC), Lamivudin (3TC), Emtricitabin (FTC)
NNRTI : Nevirapin (NVP), Efavirenz (EFV)
Protease inhibitor : Lopinavir/Ritonavir (LPV/r)

ARV lini pertama adalah kombinasi antara dua NRTI dan satu NNRTI. ada 3 jenis obat yang akan digunakan.
NRTI pertama : Tenofovir/Zidovudin/Stavudin
NRTI kedua : Lamivudin/Emtricitabin
NNRTI : Nevirapin/Efavirenz

Terdapat pula FDC (Fixed Dose Combination/ Kombinasi Dosis Tetap) yang diminum sehari sekali dengan kombinasi 3in1 ARV (terdiri dari tenofovir, lamivudin dan efavirenz) dan duviral (Zidovudin dan Lamivudin). Karena Duviral hanya terdiri dari 2 macam obat jenis NRTI, maka perlu ditambahkan satu jenis lagi dari golongan NNRTI, yaitu Efavirenz.
Dengan kombinasi-kombinasi ARV diatas, tervonis HIV harus meminum obat-obat tersebut secara disiplin, tepat waktu, dan jangka panjang, atau ancamannya, virus HIV akan resisten, padahal obat-obat itu tergolong obat keras dan berbahaya bagi organ tubuh manusia.

Lalu pertanyaan besarnya,
benarkah ARV adalah satu-satunya jalan?
sayangnya, dokter-dokter konvensional kita masih beranggapan begitu, padahal ARV tidak sepenuhnya innocent.

1. Efek Samping ARV adalah AIDS itu Sendiri
Apa yang terjadi bila anda makan vetsin/MSG/Monosdium glutamat/penyedap rasa setiap hari seumur hidup? paling tidak, akan terjadi reaksi-reaksi abnormalitas dalam tubuh, itu lah kenapa ahli gizi dan dokter membatasi konsumsi vetsin dan melarang untuk dikonsumsi terlalu sering.
Padahal, vetsin dibuat dari bahan-bahan alami dari alam dengan bantuan teknologi industri, namun tetap memberikan efek negatif. sekarang, anda banyangkan ARV, obat keras buatan lab harus anda konsumsi setiap hari.
Bahkan pakar medis dan dokter mengakui bahwa ARV memiliki efek samping jangka pendek dan panjang. Efek jangka pendek yang paling sering terjadi adalah mual, nyeri ulu hati, pusing, linglung, halusinasi, gangguan pencernaan (diare), gangguan kulit (menghitam, ruam), dan efek psikologis seperti mood swing atau menjadi agresif. meski tampak ringan, efek ini dapat mengganggu produktifitas sehari-hari.
Efek jangka panjang yang akan terjadi bila ARV dikonsumsi dalam waktu lama adalah lipodistrofi, yaitu perubahan distribusi ke daerah tubuh yang tidak lazim, sehingga lemak akan tertumpuk di dada pria (spt payudara), belakang leher, dan kehilangan lemak di pipi), sindrom steven johnson, dimana seluruh kulit melepuh dan menyebabkan kematian. efek jangka panjang lainnya seperti kerusakan ginjal, hepatoksisitas (liver yg keracunan), sirosis hati, kerusakan syaraf pusat, bipolar,  kehilangan kordinasi tubuh, pikun, dll. efek jangka panjang ARV bisa dilihat di sini.

2. Bahan Baku ARV yang Tidak Jelas dan Tidak Halal
Ketika kita makan, maka kita sangat peduli dengan apa saja yang terkandungnya, gizinya, cara memasaknya, bahan bakunya, hingga bumbu-bumbunya komplit dengan tingkatan pedasnya. Tentu saja makanan-makanan berpengawet, pewarna buatan, berkimia pestisida, dan tidak higienis akan ditolak masuk ke mulut kita.
Tapi apakah kita memberlakukan hal yang sama pada obat? seberapa sering anda mengecek komposisi obat, takaran, indikasi, dan efek samping obat bahkan obat warung sekalipun? Taukah anda bahwa 90% obat di Indonesia tidak halal karena mengandung alkohol, bahan baku dari babi, dan zat-zat psikotropika?
Bahkan untuk beberapa jenis ARV seperti Efavirenz mengandung benzodiazepine, zat narkotika dengan efek sedatif atau penenang yang membuat peminumnya sempoyongan, ngefly, pusing, berhalusinasi bahkan bila diminum jangka panjang akan menyebabkan kerusakan syaraf pusat.
silakan baca lebih banyak tentang zat narkotika dalam ARV di sini.
Lalu, dimanakah letak keberkahan dan kebahagian hidup kalau anda harus terus menenggak zat narkotika seumur hidup hanya karena ingin panjang umur?

3. Inkonsistensi Kebijakan dan Kekacauan Distribusi ARV
Kejadian setiap tahun yang rutin terjadi adalah kurangnya stock bahkan kekosongan obat di berbagai tempat di Indonesia. Hal ini terjadi merata di seluruh Indonesia setiap tahunnya. ODHA yang biasanya mengambil obat untuk seminggu hanya diberi 3 hari bahkan harus rela pinjam dan bahkan absen tidak minum untuk sehari dua hari, yang biasanya mengambil FDC, maka harus merubah jadwal karena diberi pecahan, bahkan tak jarang, ARV-ARV yang telah kadaluarsa di gudang dikluarkan dan diberikan pada tervonis HIV, dengan pembenaran-pembenaran agar tetap mau menenggaknya tanpa rasa khawatir. Fakta tentang ARV kadaluarsa yang dipaksakan pada ODHA bisa dibaca di sini.


Screenshot yang diambil dari grup "monitoring ARV"

Dengan kondisi seperti itu, inkonsistensi para pelaku komersialiasi obat mulai terjadi. Sebelum terjadi kekosongan obat, para tervonis ditakuti-takuti oleh dokter dan konselor dengan mengatakan bahwa harus patuh minum ARV, tidak boleh disubstitusi, setiap hari, pada jam yang tepat, bila terlewat/tidak patuh maka virus akan resisten, pengobatan gagal, dan harus naik lini 2. Namun ketika terjadi kekosongan ARV, dokter dan konselor mulai longgar dengan mengatakan "tidak apa-apa terlewat 2-3 hari tanpa ARV, yang penting pola makan dan istirahat dijaga ya", atau bahkan ada yang diresepkan vitamin C dan antibiotik sebagai substitusi ARV beberapa hari. benar-benar tidak konsisten ya.

4. Komersialisasi isu HIV/AIDS dan ARV
Para petugas lapangan dan konselor mengklaim bahwa mereka mengajak orang-orang untuk VCT adalah tindakan sosial dan sukarela, padahal ada pundi-pundi yang mengalir disitu, terlebih bila para petugas lapangan, dampingan, dan konselor bisa menjaring orang-orang melebihi target bulanan, maka bonus rupiah bisa didapat. Hal seperti ini memicu banyak kasus para petugas lapangan yang mencuri data pasien HIV dari rumah sakit dan mengklaimnya sebagai hasil ajakan mereka untuk dilaporkan ke KPA. 
Belum lagi ketika tervonis HIV kemudian dipaksa untuk ambil ARV oleh para konselor ini, bahkan tak jarang mereka nekat datang kerumah pasien dan membocorkan status HIVnya pada keluarganya, hal yang seharusnya dirahasiakan oleh mereka, bahkan seharusnya menjadi kode etik mereka.
Kenapa mereka bisa berbuat seperti itu? lagi-lagi karena rupiah. Makin banyak ODHA yang ambil ARV, maka target bulanan mereka tercapai.
Belum lagi privilege bagi mereka yang achieve target, mereka akan diundang menginap di hotel-hotel untuk mengikuti pelatihan dan lokakarya ini itu bagi konselor. suatu lahan subur yang menggiurkan.


Screenshot bukti para pelaku komersialisasi isu HIV yang mengaku bekerja sosial

Loh, bukankah ARV itu gratis? lalu dimana letak komersialisasinya?
Siapa bilang ARV gratis? ARV yang sampai ke tangan para ODHA itu dibeli negara oleh uang APBN dan didistribusikan pada ODHA dengan subsidi. Bila tanpa subsidi negara, ODHA setiap bulannya harus membayar 600-800 ribu sebulan untuk lini 1, atau 1,5 juta hingga 2 juta untuk lini 2.
Dari manakah negara membeli ARV? tentu dari perusahaan farmasi atau negara-negara yang memproduksi massal ARV seperti India. Suatu keuntungan massif untuk perusahaan obat tersebut bisa memasok obat untuk banyak negara. Tak jarang, para perusahaan ini memberi "bonus" dengan cara mengundang ke seminar-seminar di luar negeri, atau untuk sekala besar, adalah donasi kesehatan yang diberikan melalui WHO dan world bank. Tak heran bukan rantai jual-beli obat ini begitu terstruktur dan masif?
Belum lagi rencana pemerintah yang baru-baru ini menuai kontroversi, setelah kebijakan SUFA (pemberian ARV tanpa melihat CD4), kebijakan PrEP (konsumsi ARV bagi non-reaktif sebagai pencegahan), lalu muncul kebijakan ARV-B (ARV berbayar). Pemerintah mulai tidak yakin apakah negara masih bisa mensubsidi ARV bagi rakyatnya, terlebih angka tervonis tiap tahunnya selalu naik, diiringi gencarnya program VCT (bila pemerintah saja mulai khawatir dengan keuangan negara, lalu apa yang membuat mu yakin kalau ARV akan selamanya gratis?), maka pemerintah berencana membuat ARV bisa dibeli di apotik. simak lebih lengkap soal ARV berbayar di sini.

Silakan simak video tersebut, kenapa MAHA STAR menolak ARV:


Namun kembali lagi, MAHA STAR tidak pernah menyuruh anggotanya untuk tidak atau berhenti ARV. MAHA STAR hanya memberikan pertimbangan bagi yang bingung harus kah menenggak obat secara disiplin dan seumur hidup, tapi keputusan akhir tetap ada ditangan individu masing-masing, karena diri masing-masing lah yang akan merasakan semua resiko dari pilihannya.
Bagi mereka yang memilih untuk tidak meracuni diri dengan ARV, MAHA STAR siap untuk menjadi sharing dan supporting group sehingga bisa lebih sehat dan tidak merasa sendiri.
Tak perlu risau,
keep calm and fight stigma

Bangkit bersama MAHA STAR!

Jumat, 12 Mei 2017

Sambiloto, Potensi Terbaik Antiviral dan Pendongkrak Imun

Di dunia ini sebetulnya terlimpah banyak sumber daya alam yang diciptakan Tuhan untuk dimanfaatkan sebagai pengobatan alami. Bila kita melihat kebiasaan manusia yang menjunjung kearifan lokal, mereka tampak segar bugar dan sehat.
Sambiloto (Andrographis paniculata) disebut sebagai tanaman dengan banyak manfaat dan potensi. dari banyak hasil penelitian dan pengembangan, Ekstrak sambiloto memberikan hasil yang sangat memuaskan, terlebih pada pasien dengan penyakit infeksi dan penurunan kekebalan tubuh. Hal ini dikarenakan aktivitas biologis pada zat Andrographolide yg yang terkandung dalam sambiloto.  Dari banyak jurnal ilmiah yang sudah dikumpulkan MAHA STAR, berikut adalah manfaat dari tanaman sambiloto.

  1. Efek Hepatoprotektif: dari banyak penelitian, ternyata ektrak sambiloto dengan kandungan andrographolide ini memiliki fungsi sebagai pelindung liver atau hepaprotektif. Sambiloto dapat melindungi kerusakan liver yang diakibatkan berbagai hal terutama toksisitas atau kerusakan liver akibat toxic/racun.
  2. Antimikroba dan antiparasit: Ternyata andrographolide dalam sambiloto juga mampu menangkal infeksi-infeksi dari bakteri, virus, dan parasit. Bakteri yang efektif dibasmi oleh sambiloto sebagaian besar adalah bakteri-bakteri pencernaan yang merugikan, sangat efektif bagi anda yang mengalami masalah pencernaan. Sambiloto juga terbukti efektif menghambat virus herpes simplex tanpa ada efek samping juga beberapa parasit yang menjangkiti sumber air
  3. Antioksidan dan Anti-inflamasi: Selain kandungan andrographolide, ekstrak sambiloto juga mengandung phenol dan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. 
  4. Terapi penyakit infeksi: beberapa penyakit infeksi seperti leptospirosis, TB paru, dan meningitis dapat dibantu penyembuhannya dengan terapi ekstrak sambiloto dan terbukti efektif dengan efek samping hampir tidak ada.
  5. Immune booster dan Inhibitor HIV: Sebuah penelitian juga dilakakun terhadap pasien HIV, dimana hasilnya terdapat peningkatan CD4 yang signifikan, yang bisa disimpulkan bahwa sambiloto dapat menginhibisi (mengganggu) replikasi HIV.

Mengolah Sambiloto
Cara termudah dan terbaik untuk memanfaatkan sambiloto adalah dengan cara dibuat menjadi teh. tanaman sambiloto (bisa juga yang sudah dikeringkan) bisa diseduh dengan air panas sehingga zat-zat bermanfaat yang terkandung dalam tanaman itu terekstrak optimal. 
Ratio secara umum adalah segenggam sambiloto direbus dengan 3 cangkir air hingga tersisa 1 cangkir air, saring dan minum. bisa diminum 2-3 kali sehari.

Efek Samping
Karena kandungannya yang sangat kaya, tidak semua orang bisa mudah mengonsumsi sambiloto. Pola hidup dan kondisi fisik berpengaruh juga pada efek samping yang dirasakan. Selama dalam takaran normal, tidak berlebihan, dan tidak dalam jangka panjang, sambiloto aman dikonsumsi.
Efek samping yang pernah dilaporkan adalah mual dan gangguan pencernaan akibat dari kandungan andrographolide yang sangat pahit. Perhatikan juga waktu jeda terapi sambiloto jika anda sedang menggunakan obat-obatan kimia sebagai treatmen utama, dikhawatirkan terdapat kontra indikasi.


Berikut adalah video dari youtube MAHA STAR tentang sambiloto sebagai terapi.

HIV dapat diatasi dengan sambiloto (courtesy Berita Islam Masa Kini)

Sumber: